Minggu, 20 Februari 2011

The Painter Of The Wind eps 8

OH JI HWA SA (PELUKIS KERAJAAN)



Staff Dohwaseo  dikirim ke bagian pencucian sebagian lagi di kirim ke bagian pertanian. Semua ini karena lukisan Yoon Bok. Siswa-siswa mengeluh, karena mereka datang ke Dohwaseo untuk melukis bukan untuk mencuci. Yoon Bok membantu Kim Hong Do membawa sekeranjang cucian yang akan di jemur. Hong Do memperingatkan Yoon Bok untuk hati-hati karena ia telah mencucinya setengah hari. Tetapi Yoon Bok tersandung, cuciannya jatuh, Hong Do duduk, ia tidak mau mencucinya lagi. Yoon Bok berusaha merayu gurunya, dengan wajah yang paling manis.
Shin Han Pyeong, Jang Byeok Soo dan pelukis senior lainnya melihat dari kejauhan. Mereka malu atas apa yang terjadi dan berjanji akan menemukan pelukis yang melukis untuk Jeongjo. Han Pyeong terlihat gelisah karena ia tahu pelukis yang sebenarnya.
Trio jahat bertemu, mereka sedang membicarakan Kim Hong Do yang bertugas di bagian cucian. Mereka lega karena Kim Hong Do akan begitu sibuk sehingga tidak akan sempat melukis.
 

 
 
Saat itu Hong Do dan Yoon Bok sedang berada di sungai, mereka mencuci lagi cucian yang terjatuh. Tapi mereka mengabaikan cucian mereka dan memperhatikan sekelompok wanita yang sedang mencuci juga. Hong Do berkata bila ada yang mengintip di atas batu maka akan jadi pemandangan yang menarik. Yoon Bok berkata bahwa akan lebih menarik lagi jika pengintipnya ketahuan. Yoon Bok membayangkan dirinya  berdiri di atas batu dan menyembunyikan wajahnya dengan kipas, ia sedang mengintip sekelompok wanita itu. Dan wanita tersebut mengetahui kedatangannya. Ini akan jadi lukisan Kim Hong Do “A Laundry Place”.
Sedangkan Hong Do membayangkan dirinya sedang membawa panah dalam suasana yang berkabut, sekelompok wanita tersebut terkejut dengan kedatangannya. Hong Do melihat para wanita yang malu, kemudian ia dilempari dengan banyak cucian. Ini akan jadi salah satu lukisan Yoon bok “ A Story of The Street By The Stream”
 

Malam pun tiba, Yoon Bok dan Hong Do sedang menyelesaikan lukisan mereka dari pengamatan yang mereka lakukan tadi siang. Setelah selesai Hong Do  mencapnya dengan nama penanya. Hong Do heran kenapa Yoon Bok tidak mencap lukisannya. Yoon Bok menjawab bahwa ia tidak punya nama pena, maka Hong Do memberikan beberapa masukan. Tapi semua nama yang disarankan Hong Do hanya untuk mengolok-olok Yoon Bok, ia terus memanggilnya kacang.
 

Hong Guk Young melapor kepada Raja Jeongjo apa yang terajdi di Dohwaseo. Jeongjo kaget. Guk Young menyarankan Jeongjo untuk mencari pelukis kerajaan yang akan melegitimasi kekuasaannya.
Oh Ji Hwa Sa atau pelukis kerajaan bertugas untuk melukis potret raja.
Jeongjo mengadakan pertemuan dengan para menterinya, ia mengumumkan bahwa ia akan mengadakan seleksi untuk Oh Ji Hwa Sa.
 

Seorang siswa magang memberitahu Hyo Won yang sedang bekerja di ladang untuk kembali ke Dohwaseo karena akan segera diadakan seleksi menjadi Oh Ji Hwa Sa
Di Departemen Pencucian, Keputusan kerajaan dibacakan, menyuruh seluruh staff kembali ke Dohwaseo. Hong Do menerima surat dari Jeongjo untuk menemuinya secara pribadi.
Hong Do bertemu dengan Raja Jeongjo. Ia menyuruh Hong Do untuk mengikuti pemilihan Oh Ji Hwa Sa.
Hong Do kembali ke tempat pencucian untuk menjemput Yoon Bok. Mereka kembali ke Dohwaseo, Hong Do memberitahu Yoon Bok bahwa ia akan bersiap untuk mengikuti Oh Ji Hwa Sa.
Staff Dohwaseo mengadakan rapat. Sekarang Yoon Bok dan Hyo Won juga ikut rapat. Mereka membicarakan tentang Oh Ji Hwa Sa. Hanya ada waktu 10 hari untuk mempersiapkan segalanya.
 

Siswa-siswa magang sedang membicarakan hadiah yang diperoleh bila memenangkan Oh Ji Hwa Sa. Mereka boleh meminta apa saja. Yoon Bok teringat kakaknya, ia pun ingin ikut kompetisi ini agar dapat membawa kakaknya kembali ke Dohwaseo.
 

Yoon Bok menemui Kim Hong Do. Ia memohon untuk mengajarinya melukis potret dan menjadi partnernya dalam Oh Ji Hwa Sa. Hong Do menolaknya karena ia baru saja di angkat menjadi pelukis resmi, jadi kemampuannya masih kurang. Yoon Bok berkeras, ia melakukan ini untuk kakaknya. Setelah mendengar penjelasan Yoon Bok, Hong Do pun setuju.
 

Ibu Suri Jeong Sun bertemu dengan saudaranya Jo Young Jung dan Kim Gui Joo. Mereka membicarakan tentang Oh Ji Hwa Sa. Mereka khawatir apa yang sebenarnya ingin Jeongjo lakukan.
Flasback
10 tahun yang lalu (tahun 1766) Ibu Suri Jeong Sun menerima berita kalau Jeongjo menemui seorang pelukis dan menyuruhnya melukis Putra Mahkota Sado (ayahnya). Ibu Suri Jeong Sun kaget. Ia pun ingin bertemu dengan kroninya.
Ibu Suri Jeong Sun dan kroninya khawatir, Jeongjo dan orang-orang yang menyelidiki kematian Putra Mahkota Sado akan membalas dendam dan membunuh mereka. Oleh karena itu mereka harus segera membunuh pelukis yang melukis potret Putra Mahkota Sado. Malam itu pelukis dan asistennya dibunuh ( guru Kim Hong Do dan Seo Jing).
Ibu Suri Jeong Sun tidak ingin kalau Hong Do menjadi Oh Ji Hwa Sa, maka ia menyuruh kedua saudaranya untuk mencari seseorang yang mempunyai kemampuan yang melebihi Kim Hong Do.
 Jeongjo bertanya pada Hong Guk Young apa yang sedang dilakukan Ibu Suri Jeong Sun dan kroninya akhir-akhir ini. Ia ingin Hong Do yang melukis potretnya.
 

Kim Jo Nyeon bertemu dengan Ibu Suri Jeong Sun. Ia menunjukkan sebuah lukisan potret (potret Seo Soo Kang yang dibuat oleh Kim Hong Do dan Yi Myeong Gi). Jo Nyeon menjelaskan bahwa lukisan itu dibuat oleh dua pelukis yang mengerjakan bagian yang berbeda. Kim Hong Do melukis pakainnya sedangkan Yi Myeong Gi melukis wajahnya. Jadi secara teknis, Yi Myeong Gi mempunyai kemampuan yang lebih baik daripada Kim Hong Do. Ibu Suri pun menyuruh Jo Nyeon untuk mencari Yi Myeong Gi dan membawanya ke kompetisi.
 

Hong Do dan Yoon Bok sedang berjalan-jalan. Yoon Bok hampir ditabrak oleh seorang pengendara kuda. Hong Do membantu Yoon Bok berdiri sedangkan pengendara kuda itu menenangkan kudanya. Hong Do memarahi penunggang kuda itu kenapa ia melewati jalan yang ramai tanpa memperhatikan jalan. Saat itu ia mengenali bahwa penunggang kuda itu adalah Yi Myeong Gi. Yi Myeong Gi orang yang sombong dan tidak tahu sopan santun. Ia mengejek Hong Do tentang gaya artistiknya. Yoon Bok membela Hong Do dan memberitahu Myeong Gi bahwa ia pelukis terkenal. Myeong Gi hanya tertawa mengejek. Ia berkata bahwa ia kembali ke Hanyang untuk melukis potret raja.
 

Myeong Gi bertemu dengan Jo Nyeon. Ia bertanya siapa saja yang akan mengikuti kompetisi. Jo Nyeon menjawab bahwa saingannya tidak banyak. Yang pertama adalah Cha Bei Dae Wan, Chui Suk, ia bisa melukis 100 garis yang sama persis tapi kemampuan melukisnya tidak terlalu bagus. Yi Yin Moon, keahliannya melukis pemandangan, lukisannya sangat dalam dan tenang. Yi Dal, ia suka menyuap orang-orang yang berhubungan dengan kompetisi. Shin Han Pyeong, pulasan kuasnya sangat bagus, tapi kemampuannya berkurang setelah ia lebih mementingkan kekayaan dan uang. Shin Yoon Bok, kemampuannya belum diketahui, tapi ia mempunyai genre lukisan sendiri. Jang Hyo Won, pulasan kuasnya sangat bagus dan halus. Dan yang terakhir adalah Kim Hong Do, lukisannya sangat bagus dan Jeongjo sangat menyayanginya, ia adalah saingan yang paling berat.
Jo Nyeon bertanya strategi apa yang akan ia terapkan. Myeong Gi hanya tertawa. Ia tahu kelemahan Hong Do jadi Jo Nyeon tidak usah khawatir.
 

Yoon Bok dan Hong Do sedang melihat sekelompok orang yang mengelilingi seorang pendongeng. Hong Do sedang mengukur rasio wajah pendongeng itu dan menyuruh Yoon Bok mencobanya. Ia menjelaskan bahwa wajah manusia dibagi menjadi 3 chon (bagian, atas tengah bawah). Bagian atas mulai dari kepala sampai alis; bagian tengah mulai dari bawah mata sampai hidung dan bagian bawah dari hidung ke dagu. Selain itu wajah juga memiliki 5 wa (kontur) yang dibagi dalam arah mata angin. Utara (mulut), selatan (dahi), timur (pipi kiri), barat (pipi kanan) dan tengah (hidung). Disingkat menjadi Sam Chon Wu Wa.
Yoon Bok disuruh untuk mengamati kerumunan orang untuk memahami Sam Chon Wu Wa. Tapi Yoon Bok belum mengerti juga, akhirnya Hong Do mengajaknya melihat potret yang sesungguhnya.
 

Malamnya, Hong Do mengajak Yoon Bok ke perpustakaan di Dohwaseo. Yoon Bok baru pertama kali kesana. Ia merasa takut karena Dohwaseo terlihat menyeramkan di malam hari. Yoon Bok kagum melihat begitu banyaknya gulungan lukisan yang tersimpan.. Akhirnya Hong Do menemukan gulungan lukisan yang ia cari.
Hong Do: “Pada wajah seseorang bagian mana yang paling penting?”
Yoon Bok: “Ah! Junchon (bagian tengah, dari alis sampai hidung).”
Hong Do: “Lalu bagian mana yang membuat orang tahu kalau itu lukisan dirinya?”
Yoon Bok: “Matanya.......Matanya kan?”
Hong Do: “Ah! Kamu tidak menunjukkan minatmu sedikit pun.”
Hong Do membuka gulungan lukisan yang dibawanya dan menyuruh Yoon Bok untuk memperhatikan lukisan itu. Yoon Bok mendekatkan lilin supaya dapat melihat dengan jelas, tapi potret itu kelihatan hidup. Yoon Bok sangat takut, ia tak berani melihatnya lagi. Hong Do berkeras agar Yoon Bok memperhatikan lukisan itu lagi. Yoon Bok memberanikan diri untuk melihatnya. Ia berkonsentrasi dan potret itu seperti hidup. Saat Yoon Bok menyentuhnya dan menelusuri kontur wajahnya, ia mengerti apa yang dimaksud dengan Sam Chon Wu Wa dan melihat potret itu untuk memeriksanya lebih lanjut.
Paginya, Yoon Bok mencoba untuk melukis kontur wajah. Tapi hasilnya tidak memuaskan. Hong Do duduk didepan Yoon Bok dan menyuruhnya untuk memperhatikan wajahnya. Ia membuat berbagai macam ekspresi dan bertanya apakah Sam Chon Wu Wa berubah seiring dengan berubahnya ekspresi wajah, Yoon Bok membenarkan. Hong Do menyuruhnya untuk berlatih lagi, tapi Yoon Bok masih bingung. Akhirnya Hong Do mengambil kuas dari tangan Yoon Bok dan mencoret-coret wajah Yoon Bok menjadi 3 bagian, ia tertawa melihat wajah Yoon Bok yang penuh coretan.
 

Yoon Bok membalasnya, ia membagi wajah Hong Do menjadi Sam Chon Wu Wa kemudian tertawa geli.
Kim Hong Do menjadi model lukisan Yoon Bok, ia terus mengganti-ganti ekspresi wajahnya, Yoon Bok pun menirunya. Kemudian ia memberikan variasi ekspresi yang lain untuk dilukis Hong Do.
 

Di Danchongsuo, Young Bok menuju rumah Heo Shim. Heo Shim tinggal dirumah itu dengan cucunya Heo Ok. Tak sengaja, Young Bok mendengarkan pembicaraan mereka. Mereka sedang membicarakan zat warna untuk Oh Ji Hwa Sa. Young Bok menerobos masuk dan memohon kepada Heo Shim untuk mengajarinya membuat zat warna. Heo Shim menolak dan menyuruhnya pergi. Young Bok berkeras, ia tak mau pergi. Heo Shim menyuruh Heo Ok untuk menyeret Young Bok keluar. Saat berusaha menyeret Young Bok, ia menabrak lemari dan menyenggol sebuah guci, Young Bok melindungi Heo Ok, punggungnya terkena cairan dari guci itu. Sepertinya guci itu berisi zat asam yang dapat membakar kulit. Young Bok berteriak kesakitan, punggungnya seperti terbakar, ia berguling-guling di lantai. Heo Shim segera mengobatinya.
Setelah berganti pakaian, Young Bok kembali menemui Heo Shim dan memohon untuk mengajarinya. Akhirnya Heo Shim setuju untuk mengajarinya.
 

Di Dohwaseo, Yoon Bok sedang berlatih, Young Bok mengunjunginya. Yoon Bok sangat senang. Ia menjadikan Young Bok sebagai model. Yoon Bok memperhatikan kontur wajah Young Bok dan mengukur dengan jarinya dan mulai melukisnya. Ternyata hasil lukisannya tidak mirip Young Bok sama sekali, Yoon Bok sangat kecewa, tapi Young Bok terus menyemangatinya, ia pasti bisa melakukannya. Yoon Bok pun ingin melukis kakaknya sekali lagi. Young Bok memperhatikan saudaranya, saat itu terdengar ada voice over:
Young Bok (v/o): “Aku akan membuat dan memproduksi warna apapun yang kau inginkan dan kau butuhkan dan memberikannya kepadamu.”
Yoon Bok (v/o): “Tolong tunggu sebentar lagi Hyung. Setelah kompetisi Oh Ji Hwa Sa selesai, aku akan membawamu kembali ke Dohwaseo.”
 

Jo Nyeon bertemu dengan Yi Myeong Gi. Jo Nyeon bertanya apakah Myeong Gi mampu mengalahkan Hong Do. Ia yakin ia dapat mengalahkan Hong Do karena ia tahu kelemahan Hong Do. Myeong Gi membisikkan kelemahan Hong Do ke telinga Jo Nyeon. Jo Nyeon terlihat kaget.
 

Semua staff Dohwaseo termasuk Hong Do, Yoon Bok, Hyo Won dan Myeong Gi pergi ke istana untuk menemui Jeongjo. Saat berjalan menuju istana, Yoon Bok terlihat sangat khawatir. Hong Do berusaha menenangkannya.
Hong Do: “Ini seperti berperang melawan 10.000 tentara. Sebagai pelukis kita hanya mempunyai satu senjata untuk memenangkan pertarungan ini.”
Yoon Bok: “Apa itu?”
Hong Do: “Kertas.”
Yoon Bok: “Kertas?”
Hong Do: “Ya. Kekosongan dalam kertas. Seorang pelukis hanya mempunyai senjata ini untuk memenangkan pertarungan. Kertas kosong akan disentuh oleh goresan kuas. Ini seperti kita mengalahkannya. Selain hal ini kita harus melupakan hal lain.”
Yoon Bok: “Baik, Guru.”



Source: (thanks and credits)
www.dramatomy.com
www.mysoju.com

1 komentar:

yanne on 20 Februari 2011 pukul 01.23 mengatakan...

untuk edisi ini ga bnyk piku2nya..mianhae ya :(

Posting Komentar

 

coretan yanni Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template