Selasa, 15 Februari 2011

Daemul eps 3 part 2


Berita tentang datangnya presiden kerumah Hye Rim telah tersebar luar, bahkan semua anggota konggres pun secara langsung melihatnya, salah satu anggota konggres mengatakan bahwa dalam pemilu partai mereka harus menang karena bila tidak akan berpengaruh pada posisinya, Kemudian salah satu anggota lainnya memberitahukan bahwa wakil mentri harus mengambil tindakan akan kasus Tae Bong, karena kini Tae Bong telah tersangkut masalah serius yang dapat membahayakan partainya. Wakil menteri terkejut, ia menyuruh untuk memanggil Tae San.
Sementara itu Tae San dan teman2nya sedang membicarakan strategi untuk pemilihan presdien berikutnya. Diskusi itu terhenti karena bunyi ponsel Tae San.
Do Ya dan Hye Rim bertemu ditepi danau. Do Ya membicarakan kehadiran presiden kerumahnya, dan gara2 itu berita Hye Rim masuk Headline. Hye Rim hanya tersenyum tipis. Tiba2 Hye Rim bertanya “Do Ya apa kau menyukaiku?”. Spontan Do Ya kaget dengan pertanyaan itu. “Kau mendengarkan semua keluhanku dan melakukan semua yang ku katakana padamu, dan bila dalam keadaan seperti ini kau selalu memanggilku ke tempat ini untuk menenangkanku” kata Hye Rim. Do Ya tertawa mendengarnya. Hye Rim mengatakan pada Do Ya agar tidak jatuh cinta padanya karena ia adalah janda yang sudah punya anak. Hye Rim pun menceritakan pada Do Ya kalau ia akan pindah ke Australia. Do Ya panic, ia mencari 2 alasan agar Hye Rim mengurungkan niatnya.
Bae Ho berdiskusi masalah Tae Bong pada Tae San. Tae San mengatakan bahwa tak mungkin Tae Bong mengikuti pemilihan dengan kasusu yang ia hadapi. Akhirnya Bae Ho menyuruh Tae San menggantikan Tae Bong. [Oh jadi aku tau chingu, kenapa Tae San gak mau bantu Tae Bong, itu karena biar dia bisa mengambil alih semua urusan di Namsang]
Kabar tentang diangkatnya Tae San untuk mengurus pemilu di Namsang terdengar oleh tuan Kim [mertua Tae San], ia tak setuju dengan Tae San karena ini akan sangat berbahaya bagi kubunya. Tae San memprediksikan ia dijadikan kambing hitam, bila pemilu berhasil nama Bae Ho akan terangkat, namun bila tidak dia akan menyalahkan orang lain atas kejadian ini. Tuan Kim akan melakukan kesepakatan terlebih dahulu pada Bae Ho. “Bae Ho tidak cocok duduk sebagai presiden, dia hanya bisa menjadi king maker [orang yang mendidik seseorang agar menjadi presiden].
Sementara itu Hye Rim yang sedang melewati demonstran tiba2 disapa oleh salah seorang pendemo, “Hye Rim, apa benar?. “Ya, jawab Hye Rim, semua para demonstran akhirnya memberikan semangat pada Hye Rim. [pendemo ini beraksi gara2 diladang mereka banyak sekali nyamuk yang merusak hasil panen mereka]
Ketika Hye Rim masuk ke ruang ganti, betapa terkejutnya dia melihat salah seorang dari temannya menderita cacar, namun temannya menjelaskan bahwa itu bukan cacar melainkan gigitan nyamuk. Hye Rim terkejut dengan banyaknya nyamuk yang ada sehingga membuat temannya seperti itu.
Atasan Do Ya datang disaat para demonstran sedang beraksi, ia menyuruh para demonstran agar menghentikan semua ini dan menyuruhnya pergi. Alih2 pergi, demonstran malah melemparinya dengan lumpur hingga ia masuk dalam mobil.
Hye Rim yang sedang melintas melihat mobil atasan Do Ya telah penuh dengan lemparan lumpur. Hye Rim berusaha menenangkannya. “Kalian tak seharusnya melakukan ini, ini bisa dibicarakan” kata Hye Rim. “Hye Rim, mengapa kau ikut campur ketika kau tidak tahu apapun? Tanya warga. Warga mengatakan Tae Bong akan membangun pabrik yang akan mengusir nyamuk, oleh sebab itu warga ingin Tae Bong dibebaskan. Hye Rim bersikeras bahwa perilaku mereka salah.
Akhirnya dengan kasar warga menyuruh Hye Rim pergi, dan membuat Hye Rim terjatuh. Do Ya yangmelihat itu langsung membantu Hye Rim. “Ahjumma kau tak apa? Tanya Do Ya pada Hye Rim. Hye Rim terdengar kesakitan. 
Do Ya menyuruh warga menghentikan semuanya. “Kalian pasti disuruh Tae Bong untuk melakukan ini kan? Teriak Do Ya marah. Bukannya takut warga semakin ingin mengeroyok Do Ya. Do Ya melarikan diri, semua warga mengejarnya. Dan secara bersamaan mobil polisi tiba. Warga ketakutan akhirnya mereka lari. [haha lucu adegan ini, ketika polisi datang malah Do Ya yang mengejar warga].
Keadaan semakin kacau, warga lari berhamburan. Sementara itu tanpa di duga Hye Rim menjadi tawanan warga. Hye Rim dibawa lari. “Ahjussi, tolong” teriak Hye Rim pada Do Ya. “Ahjumma” teriak Do Ya sambil mengejar mobil yang membawa Hye Rim. [adegan ini lucu]
Sementara itu tuan Kim dan Tae San pergi melihat2 daerah yang akan digunakan tuan Kim untuk memindahkan Nam Hae.[mungkin seperti nama partai].
Dipihak lain Hye Rim dibawa kebawa tempat daerah wabah nyamuk. Hye Rim protes pada warga mengapa ia diculik. Warga meminta maaf pada Hye Rim, mereka melakukan ini terpaksa agar Hye Rim bisa membantu mereka untuk membebaskan Tae Bong. Tae Bong berjanji akan mendirikan pabrik bila ia terpilih. [haha kasian Hye Rim di gigit nyamuk sampek jingkrak2]. Akhirnya Hye Rim mengerti mengapa warga melakukan demo.
Hye Rim membawa warga ke kantor jaksa. Sementara itu banyak warga yang tertahan disana. Hye Rim akan berusaha membantu namun ia tidak begitu yakin. Di kantor ia mencari jaksa Ha Do Ya. Namun ternyata Do Ya sedang dimarahi atasannya.
Kepala jaksa memarahi Do Ya. Karena ulahnya [memperkarakan masalah Tae Bong]. ia diserang warga hingga mobilnya dilempari lumpur.
Tae San pergi ke kantor jaksa dan bertemu Hye Rim. Hye Rim berterima kasih pada Tae San karena ia telah berusaha keras membantu suaminya. “Kenapa wajahmu? Tanya Tae San. “Oh Digigit nyamuk” jawab Hye Rim sambil menutup wajahnya. Hye Rim kemudian membantu Tae San untuk bertemu kepala jaksa.
Kepala jaksa sangat terkejut melihat Tae San ada di kantornya. ia sangat senang. Sementara itu Do Ya yang melihat muka Hye Rim bentol2 tertawa geli. [haha ada yang lucu, Hye Rim disuruh bikinin teh, la si kepala jaksa itu bilang gini, “Loh Hye Rim kan diculik, kenapa dia disini” hahaha].
Do Ya mengumpulkan para demonstran, “Orang yang menculik Hye Rim duduk disebelah kanan, dan yang melempari kepala jaksa duduk sebelah kiri” kata Do Ya. Do Ya kemudian menuruh asistennya untuk memproses mereka.
Hye Rim protes, ia mengatakan dirinya tidak diculik dan meminta Do Ya tidak menghukum mereka. Namun Do Ya bersikeras karena mereka malah mendukung seorang korupsi. Terjadilah keributan diantara mereka. Mendengar keributan kepala jaksa dan Tae San keluar. Mereka melihat Hye Rim dan Do Ya sedang bersitegang. Hye Rim menjelaskan pada Do Ya bahwa warga ini sebenarnya tidak mempermasalahkan Kim Tae Bong, yang mereka permasalahkan adalah kawasan mereka dipenuhi nyamuk yang akan dapat kematian buat warga. Melihat pembelaan yang dilakukan Hye Rim, Tae San sepertinya mempunyai rencana lain.
Tae San mendatangi kantor presiden, ia sangat kagum dengan ide presiden untuk berkunjung ke rumah Hye Rim secara pribadi. Kedatangan Tae San adalah untuk meminta dukungan pada presdien atas ditunjuknya dia menjadi kandidat. Presiden menanggapnya dengan baik dan mengatakan pada Tae San untuk melakukan sesuatu yang ia yakini dan ia harus respek terhadap rakyat.
Sementara itu Ha Do Ya mendapat omelan dari atasannya karena tidak memberikan tuntutan pada mereka yang telah menculik Hye Rim. Do Ya mengatakan bagaimana ia bisa menuntut bila orang yang diduga diculik saja mengatakan ia tidak diculik. Sedangkan Hye Rim mendengarkan dari luar.
Usai dimarahi atasannya Do Ya keluar ruangan. Hye Rim mendatangi Do Ya dan meminta maaf karena dia, Do Ya mendapat banyak masalah. Do Ya marah2 pada Hye Rim dan menyuruhnya untuk mencari tempat lain untuk pengabdian sosialnya.
Hye Rim pergi ke kawasan nyamuk, ia berusaha membantu dalam penyemprotan membunuh nyamuk. Dijalan dia bertemu para warga, salah satu warga meminta maaf atas kejadian kemarin dikantor jaksa.
Hye Rim juga membantu pembasmian nyamuk2 di dalam rumah warga, salah satu ibu berkeluh kelas pada Hye Rim dengan keadaan desa mereka. Hye rim terlihat prihatin.
Bae Ho, Tae San dan para anggota kongres lainnya mencari2 kandidat yang akan mengikuti pemilihan namun tak ada satupun yang cocok karena mereka semua terkena masalah suap. akhirnya Bae Ho menyerahkan semuanya kepada Tae San.
Tae San mengatakan pada teman2nya ingin memunculkan wajah baru pada pemilihan. Namun teman2nya tak setuju karena itu sangat beresiko mereka kalah. Namun Tae San tetap bersikeras, karena jika mereka menang Tae San akan lebih mendapat tempat. Usai rapat, Tae San bertemu Se Jin, ia mengatakan bahwa istrinya menanti di galeri lukisan. Tae San mendatangi istrinya. [emm nanti ada fair nih hubungan Se Jin ma Tae San, wait n see]
“Apa yang kau lakukan disini? Tanya Tae San. “Aku ingin membelikan lukisan kepada istri Bae Ho sebagai kado” jawab istrinya ketus. Tae San mengatakan agar tidak memberikan hadiah, namun istrinya bersikeras untuk memberikannya hadiah. Istri Tae San menyuruh Se Jin untuk membungkuskan lukisan untuknya. [sepertinya Tae San ma istrinya gak akur].
Se Jin menceritakan apa yang terjadi kepada bibinya. Bibinya mengatakan bahwa San Ho group [group mertuanya Tae San] adalah orang yang mendukung karir Tae San, dan imbalannya dia harus melindungi Shin Ho group. [pernikahan Tae San dengan istrinya hanya rekayasa]
Do Ya memanggil para warga yang menculik Hye Rim. Do Ya menyuruh mereka untuk menandatangani surat permohonan maaf. Walaupun warga menurut namun mereka tetap saja mengatakan bahwa mereka tidak menculik Hye Rim.
Do Ya menelepon Hye Rim untuk pergi ke kantor. Awalnya Hye rim menolak, karena di sudah bilang dia tidak di culik, namun Do Ya bersikeras untuk menyuruh Hye Rim datang, karena bisa saja Hye Rim diancam untuk tidak melaporkan mereka. Akhirnya Hye Rim menurut. [haha Do Ya cari alasan tuh biar bisa ketemu Hye Rim lagi].
Setelah para warga pulang, Dong Ha datang. “Ahjussi, dimana ibuku, ibuku belum pulang, aku sangat takut, tolong selamatkan ibuku” kata Dong Ha sambil menangis. Do Ya berusaha menenangkan Dong Ha dan mengajak Dong Ha pergi mencari Hye Rim. Diluar kantor Do Ya mengajar Dong Ha menaiki motornya. Dong Ha mengadu pada Do Ya bahwa ada orang yang mengikutinya sejak tadi. Do Ya menghampiri orang itu dan mengatakan untuk tidak melakukan macam2 jika tidak ingin menjadi seperti ayahnya. [orang itu anaknya Tae Bong, mungkin mau nyulik Dong Ha].
Do Ya mendatangi tempat Hye Rim, Hye Rim menyuruh mereka pulang namun mereka tidak menurut. Do Ya memberikan jaketnya pada Dong Ha, akibatnya Do Ya digigit nyamuk hingga bengkak.
Sesampainya di kantor Do Ya sudah tak berdaya, ia menyerahkan masalah Hye Rim pada asistennya, melihat keadaan Do Ya, para warga dan Hye Rim tertawa.
Setelah itu Do Ya keruangan kepala jaksa dan memintanya untuk ikut dengannya. Do Ya dan atasannya akhirnya pergi kekawasan nyamuk. Do Ya memperlihatkan kepada atasannya atas masalah yang dihadap warga. [kasian ni..malah di serang nyamuk]
Dikereta Do Ya bertemu Hye Rim. Do Ya menyuruh Hye Rim untuk berhenti dalam pelayanan membasmi nyamuk namun Hye Rim menolak. “Mengapa kau tidak masuk dalam pemilihan saja, pasti warga akan mendukungmu” kata Do Ya. “Dasar kau ini, diam jangan berisik” kata Hye Rim marah. [haha mereka kalau bertengkar itu lucu]
Sesampainya dikantor, asisten Do Ya mengatakan bahwa Tae Bong telah mengakui bahwa dia telah menerima suap. Do Ya mengintrogasi Tae Bong lagi, namun Tae Bong berusaha menyuap Do Ya dengan berjanji untuk membantu Do Ya meraih kesuksesan. Namun Do Ya tak mempedulikannya. Ia terus memeberikan pertanyaan2 pada Tae Bong. “Apa kau membagi uang itu pada orang lain? Tanya Do Ya. “Apa kau mengenal Cha Bae Ho? Tanya Tae Bong. Do Ya dan para Staffnya saling pandang. [Cha Bae Ho itu atasan Tae San, salah satu rival politik presiden yang berambisius untuk menjadi presiden]
Teman Hye Rim berterima kasih pada Hye Rim karena berkat dia, tetangganya tidak dituntut. Hye Rim lagi2 mendengarkan keluh kesah temannya akibat nyamuk yang melanda desa mereka, mereka tak bisa hidup tenang. Hye Rim prihatin dengan itu semua, ia mengingat kata2 Do Ya di kereta. [jadi Do Ya itu bilang kenapa Hye Rim gak itu pemilihan saja, kalau dia bisa jadi anggota konggres, dia akan bisa membantu warga, atau menjadi reporter seperti dulu, agar berita tentang wabah ini terdengar pihak luar. Bila berita ini terdengar pasti banyak yang membantu].
Do Ya pergi keruangan atasannya. Atasannya marah2 karena Do Ya membawanya ketempat yang membuat badannya bengkak2. “Semenjak kau kerja disini, aku tidak bisa hidup dengan tenang” kata atasan Do Ya. Do Ya lalu mengabarkan pada atasannya bahwa Tae Bong mengakui bahwa ia membagi uang suapannya pada Cho Bae Ho. Atasan Do Ya sangat terkejut. Ia menyuruh Do Ya ke Seoul dan menyelesaikan masalah ini, karena Do Ya yang memulai maka Do Ya juga harus mengakhirnya. Ia pun menelepon Tae San dan melaporkan temuan Do Ya.
mantan atasan Hye Rim
Hye Rim pergi ke kantor siaran dan meminta tolong pada mantan atasannya untuk membantu menyiarkan masalah wabah nyamuk yang melanda Namsang. Namun atasannya tidak menyambut baik, ia menuduh Hye Rim melakukan ini untuk membuatnya lebih popular agar bila menang bila ia mendaftar dalam pencalonan. [itu seperti pembuatan isu citra politik]. Tidak terima dengan tuduhan itu, akhirnya ia pulang.
Di lobi Hye Rim bertemu Tae San. Papernya tentang wabah nyamuk jatuh berserakan Tae San membantu merapikannya. Tae San membaca judul paper Hye Rim beberapa saat. Kemudian Hye Rim segera pergi.
Tae San menemui mantan atasan Hye Rim [mian Chingu lupa namanya]. ia meminta bantuan dalam pemilihan tahun ini. Tae San pun mengatakan bila ia menang, maka tahun berikutnya atasan Hye rim akan direkomnetasikan untuk masuk dikancah politik.
Dikereta Hye Rim dikenali banyak penumpang, banyak penumpang yang memberi semangat padanya. [Hye Rim sebenernya bingung, karena respon dari usahanya dulu atas suaminya membuat banyak orang simpati padanya].
Tae San menelepon Hye Rim, ia mengatakan pada Hye Rim untuk pergi ke Heritage Club [tempat pertemuan para orang2 kaya] karena ada beberapa hal yang ingin dibicarakannya. Dalam hal yang bersamaan Do Ya menuju ke Heritage Club.
Sesampainya di Heritage Club, Do Ya bertemu Se Jin. “Kau masih ingat aku? Kita pernah berciuman” kata Do Ya. “Kau apa yang kau lakukan disini, pergi kau, ini tempatku bekerja” kata Se Jin sambil menginjak kaki Do Ya. [haha aku suka kalau mereka bertengkar, so Funny]. “Tempat ini hanya untuk member, jadi kau tak punya segera pergi dari sini” kata Se Jin. Do Ya mengatakan dapat undangan dari member Heritage Club. “segera pergi dari sini setelah urusanmu selesai” kata Se Jin sebal.
Saat menuju tempatnya, Do Ya bertemu dengan Hye Rim. “Ahjumma, apa yang kau lakukan disini, kapan kau pergi ke Seoul? Tanya Do Ya. “Aku akan bicara denganmu nanti” jawab Hye Rim datar. Do Ya mengerti kemudian meninggalkan Hye Rim.
Dalam pertemuannya dengan Tae san, Hye Rim ditawari untuk masuk dalam kancah politik dan mewakili daerah Nam sang. “Apa? Seru Hye Rim kaget. “Aku hanyalah ahjumma yang tidak tau berbicara politik, apa kau bercanda” kata Hye Rim. “Hye Rim, kau benar2 mengerti tentang politik dengan baik, kau masuk ingat ketika kau membela para warga lalu ketika kita bertemu, aku melihat papermu, itulah yang dinamakan politik”. “Tidak aku hanya ingin membantu, aku mungkin mencemaskan keadaan anakku, aku akan pindah keaustralia” kata Hye Rim lalu meninggalkan Tae San.
Do Ya menemui kepala jaksa,ia meminta ijin untuk dapat memeriksa Cha Bae Ho, kepala jaksa menyetujui, namun Do Ya akan bettanggung jawab penuh atas masalah ini. Do Ya Senang.
Hye Rim menemui Dong Ha tidur, dalam tidurnya Dong Ha mengigau. “Ibu aku takut, jangan tinggalkan aku” tangis Dong Ha dalam mimpi. “Baiklah nak, kita akan pergi ke Australia, pergi tinggal bersama bibi dimana tidak ada orang yang menyalahkan ibu dan kau bisa sekolah dengan tenang”. Hye Rim pun ikut menangis.
Keesokkan harinya Do Ya menunjukkan surat panggilan buat Cha Bae Ho. Bukannya dipuji, ia malah diomeli karena tidakkannya itu. [kalau menurutku seperti ini Chingu. Cha Bae Ho itu adalah orang yang berpengaruh, biasanya kalau orang seperti itu akan kebal hukum. Atasan Do Ya tak ingin karena ulah Do Ya ia akan dipecat, orang kaya tak punya kesalahan hanya orang miskin yang punya salah..hehe itu kata Do Ya].
Do Ya keluar dari ruangan atasannya dengan marah, tiba2 ia merasakan ada yang janggal.”Dimana Hye Rim shii? Tanya Do Ya pada bawahannya. “Hye Rim telah menyelesaikan pelayanan publiknya selama 120 jam, jadi dia sudah tidak disini lagi, dan katanya dia akan pergi ke Australia” kata staff Do Ya. “Apa?siapa yang menyuruhnya pergi, dia tidak boleh pergi” teriak Do Ya, para staff yang mendengarnya saling pandang. Do Ya meminta staffnya untuk menghitung ulang masa jam kerja Hye Rim.
Dibandara Hye Rim sudah bersiap untuk pergi, dalam pemeriksaan Hye Rim tidak lolos, Hye Rim tidak boleh keluar Negara korea. Tiba2 Do Ya datang. “Ahjumma kau tidak bisa kabur, kau belum menyelesaikan pelayanan sosialmu” kata Do Ya. “Apa? Aku sudah menyelesaikkannya” kata Hye Rim. “Kau masih memiki 2 jam, jadi kau tak bisa kabur” kata Do Ya. [haha Do Ya mencari2 alasan biar Hye Rim gak pergi, hihi memanfaatkan profesi nih]. Do Ya tersenyum menang,,

cre : blogapni.blogspot.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 

coretan yanni Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template