Rabu, 16 Februari 2011

Dream High eps 12 ( spoiler )


Hye Mi menarik napas dalam-dalam, hendak mengetuk pintu ruang Direktur Perusahaan Entertainment Top. Mendadak terdengar suara Baek Hee dari dalam ruangan.
"Ini tidak sesuai dengan kesepakatan kita!" seru Baek Hee. "Kau mengatakan jika aku mendapat nilai A, kau akan memikirkan kembali mengenai mendepakku dari K."
"Kapan aku mengatakan itu?" tanya Direktur. "Aku tidak pernah membuat kesepakatan seperti itu. Kaulah yang menyimpulkan sendiri."
Direktur kemudian menyuruh Hye Mi masuk.
Hye Mi masuk ke dalam ruangan.
Baek Hee kelihatan sangat terpukul. Ia bangkit dari duduknya dan keluar ruangan.
"Apa kau sudah membuat keputusan?" tanya Direktur.
Baek Hee menunggu di luar ruangan.
"Kenapa kau masih disini?" tanya Hye Mi ketika ia keluar.
Baek Hee tertawa kecil. "Jika kau bergabung, maka aku akan dipaksa keluar." katanya. "Masa depanku bergantung pada keputusan yang kau buat! Kenapa harus selalu kau? Aku sudah berusaha keras, tapi kenapa kau yang selalu terpilih?"
Hye Mi tersenyum. "Sangat luar biasa." katanya. "Aku pernah mengatakan kata-kata itu sebelumnya. Kenapa kau yang selalu terpilih? Kenapa kau debut lebih dulu ketimbang aku? Kita berdua sangat mirip, kan?"
"Apa kau menyetujui kontrak?" tanya Baek Hee.
"Tidak." jawab Hye Mi.
"Kenapa?"
"Aku juga tidak tahu." jawab Hye Mi. Ia kemudian berjalan pergi.
Jin Kuk menunggu Hye Mi di depan lift. Dengan senyum merekah, ia bertanya pada Hye Mi apakah Hye Mi menyetujui kontrak.
"Apakah kau akan bergabung?" tanya Jin Kuk ceria.
Hye Mi berusaha menyembunyikan kecewanya juga. "Aku menolak." jawabnya.
"Kenapa?" tanya Jin Kuk. "Bukankah kau ingin debut? Bukankah kau ingin berada satu panggung denganku? Lalu kenapa kau menolak penawaran ini?"
"Aku merasa ini bukan waktu yang tepat." jawab Hye Mi.
"Pasti ada alasan lain yang tidak bisa kau katakan padaku, bukan?" tanya Jin Kuk.
"Tidak ada alasan lain." kata Hye Mi berbohong.
Jin Kuk lalu mengajak Hye Mi kembali ke sekolah karena Oh Hyuk akan wawancara.
Kemampuan mengajar para kandidat guru akan diuji.
Oh Hyuk menunggu gilirannya dengan cemas dan grogi.
Ketika giliran Oh Hyuk untuk maju, Bum Soo datang bersama beberapa orang berpakaian formal dan bertampang serius. Ia menyuruh murid-murid disana untuk keluar dan menggantikannya dengan orang-orang itu. Sangat tidak adil. Bum Soo melakukan ini untuk menjatuhkan kepercayaan diri Oh Hyuk.
Hye Mi, Jin Kuk dan Jin Man menonton dari jauh dengan cemas.
Bum Soo menatap Oh Hyuk dengan pandangan menusuk.
Mulanya Oh Hyuk bersikap serius, namun kemudian mendadak ia tersenyum dan mulai mengajar dengan percaya diri.
Hye Mi menarik napas lega.
Senyum Bum Soo berubah menjadi muram.
Seung Hee dan Min Chul datang untuk memberikan hasil penilaian para guru pada kandidat. Oh Hyuk mendapatkan nilai tertinggi.
Oh Hyuk akhirnya terpilih kembali menjadi guru di Kirin. Dengan berani, ia mengatakan pada Bum Soo bahwa ia tahu alasan kenapa Ha Myung mengangkat Bum Soo menjadi kepala sekolah.
"Mulanya aku berpikir kau selalu menekanku." kata Oh Hyuk. "Tapi setelah memikirkannya dengan hati-hati, aku menyadari bahwa semua itu hanyalah ujian. Aku melewati semua ujian itu dan menjadi jauh lebih matang. Agar aku lebih berkembang, tolong berikan ujian lagi padaku."
Jin Kuk dan Hye Mi sudah menunggu Oh Hyuk di depan ruangan Bum Soo.
Jin Kuk sangat senang Oh Hyuk kembali ke sekolah, sementara Hye Mi malah pura-pura cuek.
"Apa kau sudah mulai mempersiapkan pertunjukkan?" tanya Oh Hyuk pada Hye Mi.
"Kami baru akan memulai." jawab Hye Mi.
Ponsel Jin Kuk berdering. Jin Kuk menjauh dari Hye Mi dan Oh Hyuk untuk menerima telepon.
Hye Mi memanfaatkan kesempatan itu untuk bicara berdua dengan Oh Hyuk.
"Sam Dong bersikap aneh akhir-akhir ini." ujar Hye Mi.
"Sam Dong? Kenapa?" tanya Oh Hyuk.
Jin Kuk menoleh pada mereka. Sepertinya ia mendengar percakapan Oh Hyuk dan Hye Mi.
Hye Mi mengajak Oh Hyuk melihat Sam Dong.
Saat itu, Sam Dong sedang memainkan piano dengan emosi kesedihan yang sangat terasa.
Oh Hyuk mendekati Sam Dong. "Ini lagu yang bagus." katanya seraya melihat sheet musik yang dimainkan Sam Dong. "Bisakah kita menyanyikan lagu ini untuk pertunjukkan?"
"Aku tidak punya rencana untuk ikut pertunjukkan." jawab Sam Dong.
"Kenapa?" tanya Oh Hyuk.
"Tidak ada alasan." jawab Sam Dong datar. "Aku hanya tidak ingin ikut."
Hye Mi marah mendengar ucapan Sam Dong. "Apa yang terjadi padamu?" tanyanya. "Aku bisa membantumu jika kau memberitahuku apa yang terjadi!"
Sam Dong diam sejenak, kemudian memainkan pianonya lagi.
Hye Mi berteriak.
Oh Hyuk menenangkan Hye Mi dan mengajaknya keluar. "Sam Dong, nanti kita bicarakan lagi mengenai pertunjukkan ini ya?"
Direktur memutuskan akan mengikutsertakan para personil K pada pertunjukkan. Ia berencana akan menyiapkan album solo spesial.
"Siapa yang akan mengeluarkan album solo?" tanya Baek Hee.
"Aku akan memutuskan setelah melihat penampilan kalian di pertunjukkan nanti." jawab Direktur. "Kalian selalu tampil dalam kelompok. Dengan penampilan solo nanti, kita bisa tahu siapa yang tampil paling bagus."
Direktur mengeluarkan map berisi sheet yang akan mereka nyanyikan. Itu adalah map tempat Baek Hee mencuri lagu.
"Baek Hee, kau akan menyanyikan lagu ciptaanmu sendiri." kata Direktur.
"Tidak bisakah aku menyanyikan lagu lain?" pinta Baek Hee khawatir.
Tapi Direktur menolak. Ia ingin melihat seberapa mampu lagu Baek Hee menarik penonton.
Baek Hee cemas bukan main.
"Tidak apa-apa." katanya pada diri sendiri. "Tidak akan ada orang yang tahu. Tidak apa-apa."
Saat personil K sedang memilih lagu untuk pertunjukkan, In Sung datang mencari Hye Mi dan Sam Dong.
"Apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Jin Kuk.
"Jin Kuk, bisakah kau keluar sebentar?" ajak In Sung.
Rupanya In Sung ingin mengembalikan catatan yang dibuatkan Hye Mi untuk Sam Dong dan akhirnya menitipkan catatan itu pada Jin Kuk.
Jin Kuk mencari Hye Mi.
Saat itu Hye Mi sedang meletakkan kepalanya di meja, kegiatan yang selalu ia lakukan ketika sedang lesu.
"Ini milikmu, bukan?" tanya Jin Kuk, menunjukkan buku catatan Hye Mi.
"Bagaimana buku ini bisa ada padamu?" tanya Hye Mi kaget.
"In Sung yang memberikannya padaku." jawab Jin Kuk. "Kudengar kau membuat catatan itu untuk Sam Dong."
"Ya." jawab Hye Mi lemah.
Jin Kuk memandang Hye Mi dengan pandangan aneh. "Aku sedikit marah." katanya. "Kenapa kau tidak menceritakan padaku mengenai Sam Dong? Kalau aku tahu, aku bisa membantumu mencarinya."
"Kau terlalu sibuk dan lelah dengan semua kegiatanmu." kata Hye Mi.
"Apapun yang terjadi, aku pasti menolongmu." kata Jin Kuk. "Jika hal seperti ini terjadi lagi, kau harus mengatakannya padaku."
"Aku mengerti." jawab Hye Mi. "Makan ini."
Hye Mi memasukkan roti ke mulut Jin Kuk.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

coretan yanni Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template