Rabu, 16 Februari 2011

My Princess episode 10



Cinta segi empat dimulai, ketika Yoon Ju meng sms kedua pria tersebut untuk menjemputnya, kemudian berlari pada Hae Young dan memeluknya. Yang membuat Hae Young berhadapan dengan Seol dan Yoon Ju berhadapan dengan Jung woo. Walaupun mereka berpelukan, perhatian mereka bukan untuk satu sama lain.
Hae Young melihat Seol sepanjang waktu, berkata bahwa ia akan selalu datang jika ia memanggilnya, tak peduli apa pun dan seharusnya ia menunggu didalam. Yoon Ju melihat Jung Woo berkata bahwa ia ingin melihatnya lebih cepat.
Hae Young berkata pada Yoon Ju dengan perlahan bahwa ia bukan orang yang ditunggunya, tapi akan memegang tangannya dan pergi dengannya. Yoon Ju melakukan hal ini untuk kepentingan Seol dan berkata pada Hae Young, ia berhutang padanya.
Mereka melangkah pergi, tapi Seol berteriak,” Jangan pergi Mr. P, jangan pergi!” Tapi Hae Young tetap melangkah pergi. Oh, you’re breaking my heart!

Seol dan Jung Woo duduk dengan kesal, sampai Jung Woo menawarkan untuk membelikan Seol sesuatu yang manis, karena itu adalah makanan yang dimakan ketika orang ditolak. Aku senang  Jung Woo berbuat baik pada Seol, walaupun saat ini ia merasa tertolak.
Hae Young mengantar Yoon Ju sampai kerumahnya dan kembali ke istana, menemukan Seol belum tiba di istana dan tidak menjawab telponnya. Begitu pula Jung Woo, yang membuatnya khawatir dan bergegas mencari Seol.

Akhirnya ia menemukan Seol di dapur sedang membuat ramen dengan kompor portabel.
Ketika Hae Young masuk, Seol mencoba untuk melarikan diri tapi bingung karena ramennya baru setengah matang, Hae Young menggunakan itu sebagai alasan agar Seol tetap disana. Ia mulai menceramahi Seol seperti biasa tapi diakhiri pertanyaan kenapa ia tidak mengangkat telponnya. Seol:” Untuk membuat hatimu panas.”Terus terang sekali. Hae Young sadar bahwa dirinyalah yang meninggalkan Seol, tapi menyembunyikan perasaannya. Ia berkata padanya,” Hati seorang pria tidak akan terbakar oleh wanita yang telah ditolaknya. Jadi jangan buang waktumu untuk hal-hal kecil, pergilah tidur.....Oh ya aku tidak suka susu.” 

Jung Woo pulang ke rumah dan menemukan Yoon Ju berdiri didepan pintunya. Ia hanya melihatnya dengan diam. Yoon Ju mendekatinya dan mencoba membuka kunci pintu dengan kode yang lama. Pintu terbuka. Ia puas dengan kenyataan itu, ia berbalik dan memandang  Jung Woo.
Ia bertanya kenapa Jung Woo tidak mengganti nomor pin pintunya, Jung Woo beralasan bahwa itu merepotkan. Yoon Ju berkata dengan air mata berlinang, hal itu membuatnya tenang. Kasihan Jung woo jatuh cinta sama orang yang berhati dingin.

Paginya, Seol bangun dan melihat begitu banyak surat dan hadiah dari fansnya. Hae Young bangun dan mengecek berita di internet, menemukan popularitas Seol meningkat. Ia bahkan mengupdate websitenya dengan foto dirinya untuk membuka email fansnya. Hae Young tertawa. Ini yang dilakukan putri abad 21 untuk mendapatkan dukungan dari publik.
Seol menelpon Hae Young meminta sarannya bagaimana merespon email yang begitu banyak. Hae Young menyuruhnya untuk mengabaikan email-email tsb. Seol memutuskan untuk merespon setiap email tsb dan berpikir Hae Young adalah orang yang tepat untuk memberikan saran, karena ia adalah orang yang tidak terbakar hatinya karena tindakannya.

Hae Young memberitahu Seol penggunaan internetnya dibatasi. Dan berkata padanya untuk tidak merespon apapun, tentang apapun. Seol bertanya-tanya apa bedanya jika ia merespon dengan jujur (tentang apapun kecuali beratnya.)
Hae Young menjelaskan bahwa setiap pertanyaan kecil seperti ia lebih suka naik taksi atau naik bus, suka warna merah atau biru akan diputar balikkan untuk memiliki implikasi politik. Oleh sebab itu ia tidak perlu menjawab semua email yang masuk. Seol paham maksud Hae Young yang kemudian berkata bahwa ia tidak perlu menjawab pertanyaan ini:” Apakah Mr. P orang yang baik atau jahat?”
Yoon Ju bertemu dengan ayahnya untuk membahas rencana pernikahannya. Ia memberitahu ayahnya bahwa ia akan meneruskan rencana pernikahan ini agar Hae Young tidak kehilangan hartanya untuk kerajaan.
Sekretaris Oh memberitahu Yoon Ju masalah yang penting, bahwa Hae Young sudah tahu tentang keterlibatan ayahnya dalam kematian ayah Seol. Ia berkata bahwa tidak seorang pun tahu kebenaran bagaimana ia meninggal, kecuali ayah Hae Young yang kemudian di asingkan dari Korea.

Seol mencoba menghubungi Dan, Tapi Dan masih marah dan tidak meresponnya. Seol mendapat telpon dari temannya dan berjanji akan menemuinya, tapi Hae Young mengingatkan bahwa ia tidak akan pergi kemanapun hari ini.
Ia mulai membuat alasan bahwa ayah dari ayah dari ayah temannya meninggal...Jelas terlihat ia tidak pandai matematika karena menempatkan kita satu abad yang lalu. Ia menolaknya (dengan nada apakah – kau – pikir – aku – bodoh?) dan memberi Seol PR. 

Di rumah, Dan sedang duduk-duduk dan menemukan tanda terima dari toko bunga atas bunga yang dikirim ibu kepada Seol. Dan marah, kecewa karena ia selalu berusaha dengan keras tetapi ibu selalu lebih menyayangi Seol.
Ibu menangis dan berkeras bahwa ia mencintai kedua putrinya sama rata. Tapi Dan tetap dingin, walaupun ibu memeluknya dengan tangis.


Ketika Yoon Ju membuat plot untuk mengalahkan Seol dengan pemimpin oposisi, Seol sedang memandangi memo yang dibuat Hae Young dan bahagia karenanya. Manis sekali. Tapi kemudian ia menemukan bahwa memo itu ditulis dibalik sebuah tiket pesawat, ia marah kepada Hae Young ketika bertanya tentang hal itu.
Ia bertanya pada Hae Young dengan kata – kata campuran banmal – jondae, yang dikoreksi Hae Young karena ia adalah gurunya jadi Seol harus memakai bahasa jondae. Tapi Seol mengingatkannya bahwa ia adalah seorang putri. Ia ingin tahu kemana Hae Young ingin mengirimnya pergi. Hae Young memberitahunya bahwa itu adalah tiket pesawatnya, jadi Seol tidak usah khawatir.

Dalam pelajaran pada hari ini, Hae Young mengajarinya untuk tidak menjawab pertanyaan dengan spontan. Dan mencari tahu sedikit tentang warna favoritnya:”biru.” penyanyi favoritnya: John Park. Juga bertanya apa judul buku favorit Seol. Seol:”Profesor Wanita dengan Keinginan Jahat. Hae Young:” Apa kau membaca buku porno?”

Seol:”Tidak, Itu buku karangan Tolstoy What Do People Live For.” Hae Young:” mereka hidup untuk erotika rupanya. HA. Ia menambahkan,”Kau bukan Lee Seol, Kau Ero-Seol.”(dalam bahasa korea ungkapan ini jadi lebih pas).

Ia memberitahunya, cara terbaik untuk menghindari pertanyaan yang susah dijawab adalah lelucon yang tepat. Seol mencemooh, ia berpikir rasa humornya cukup baik, jadi Hae Young mengetesnya.
Hae Young:” Apakah kamu menyukai Park Hae Young atau Professor Nam?”
Seol:”.....Aku menyukai semua pria.”
Hae Young:” Ingin mati ya.”
Seol mulai membelokkan pertanyaannya dengan gaya Mishilnya, Hae Young melemparinya dengan pertanyaan demi pertanyaan. Dan dengan santai memberinya pertanyaan terakhir,”Kapan kau mulai menyukai Mr. P?”
Seol tergagap, kemudian menyadari bahwa Hae Younglah yang menanyakan semua pertanyaan, maka ia mulai memberinya pertanyaan sambil mengikuti Hae Young yang keluar dari ruangan. Ia bertanya apakah ia masih tidak menginginkan Seol menjadi seorang putri, tapi Hae Young tidak menjawab.


Jung Woo bertemu dengan Dan untuk bertanya tentang kantong kerajaan, tapi Dan menolak menjawab, berpura-pura melindungi adiknya agar tidak ditendang keluar dari istana. Tapi Jung Woo menduga ada yang janggal tentang kakak dan kantong kerajaan, tapi tidak mendapat informasi apapun darinya.
Yoon Ju memberitahu Seol berita bahwa ia diminta untuk melakukan kegiatan amal di panti asuhan tempat ia tinggal dulu, dengan Presiden.Seol diminta menjadi team penggembira Presiden. Seol dengan gembira mengatakan bahwa ia akan melakukan perbuatan yang baik dan ia bersama paman Presiden akan melakukan beberapa hal baik. HA! Berani sekali Seol memanggil Presiden dengan sebutan paman.

Seol bertemu dengan Jung Woo yang memberitahunya bahwa Dan memiliki kantong kerajaan itu. Tetapi Dan sangat tidak informatif. Ia takut Dan telah didekati oleh seseorang yang mempunyai maksud yang sama. Jung Woo,orang yang sangat pintar, mengatakan kepadanya Dan adalah seseorang yang tidak menginginkannya menjadi seorang putri.
Ia memberitahu kekhawatiran terbesar mereka adalah kantong itu. Seol:”Karena itu mungkin palsu?” Jung Woo:”Karena itu mungkin yang asli. Karena kemudian kami tidak dapat membuktikan bahwa itu milikmu.”

Seol sedang membuat sup untuk dibawa ke panti asuhan, dengan bantuan Gun. Ia mengajarinya dengan cara yang mengagumkan. Mengajari membuat sup dengan cinta dan Hae Young masuk ke dalam daerah nyaman mereka.

Melihat wajah Hae Young yang setengah cemburu setengah jengkel, Gun pergi dengan mengedipkan matanya. Seol heran apa masalahnya, tapi Hae Young marah karena Seol memutuskan untuk pergi ke panti asuhan tanpa berkonsultasi dengannya. Seol tidak melihat sebagai masalah yang besar, yang membuat Hae Young mulai berteriak bahwa inilah sebabnya ia tidak dapat membiarkan Seol keluar, karena ia sangat ceroboh tentang segala hal.
Seol mengurangi ketegangan dengan gaya Mishil yang dapat menenangkannya dan menyuruh Seol untuk berhenti menonton sageuks. Ia juga menyuruhnya berhenti memasak, karena ia tidak akan pergi ke panti asuhan, tidak akan pernah! Setelah Hae Young pergi ia berteriak bahwa ia akan pergi kemanapun ia ingin pergi, tanpa ijinnya.

Seol memberitahu Yoon Ju bahwa ia akan pergi tidak peduli apa pendapat Hae Young. Yoon Ju berkata aku yang menyuruhmu pergi. Ia menambahkan dengan rendah hati bahwa  putri harus mengenakan sesuatu yang bagus untuk pergi.
Tiba-tiba Seol berubah pikiran. Ia sadar desakan Yoon Ju agar ia pergi merupakan indikasi yang buruk, sesuatu akan terjadi, jadi tidak seharusnya ia pergi.

Seol memutuskan bahwa ia akan merubah rencananya dan mengundang anak-anak panti asuhan ke istana. Ia melihat dengan air mata kegembiraan saat mereka berlari berkeliling dan bermain, tersentuh ketika melihat dua anak perempuan yang berlari bersama bergandengan tangan.

Hae Young pergi menemui kakek. Ia bertanya tentang ayahnya, ingin mempercayai bahwa ini adalah kesalahpahaman dan bahwa ia tidak mumgkin bertanggungjawab atas kematian ayah Seol. Kakek memberitahunya bahwa ia mungkin ingin percaya, tapi ia meyakinkan bahwa ayahnya bertanggungjawab atas kematian ayah Seol.
Well, ini menjadi hal yang menarik yang menjadi salah satu alasan Hae Young untuk menjaga jarak dengan Seol.
Sementara itu Yoon Ju bertemu dengan Dan untuk bertanya tentang kantong kerajaan. Dan tidak suka dengan sikap Yoon Ju. Ia marah dan berkata Yoon Ju bukanlah satu-satunya tempat yang dapat ia datangi. Setelah Dan pergi, Yoon Ju menyuruh orang untuk  mengikutinya karena ingin tahu kenapa ia bukan satu-satunya orang tempat Dan pergi.

Benar saja, Dan pergi ke tempat Jung Woo untuk mengatakan kepadanya bahwa ia memiliki kantong Ratu Myeongseong. Ia memperlihatkannya, Jung Woo sangat gembira. Ia sedikit malu pada kecintaannya pada sejarah, tapi ini membuktikan bahwa Dan perlu mempercayainya, paling tidak sampai menemukan kebenarannya. Ia mempercayakan kantong tersebut untuk mencari tahu kantong itu asli atau palsu, dan menekankan bahwa kantong itu miliknya.
Seol membacakan kisah putri salju ketika Hae Young datang  dan bertanya apa yang terjadi. Seol berkata karena tidak diperbolehkan pergi, maka ia mengundang anak-anak panti asuhan ke istana. Hae Young tidak mengeluh sampai ia tahu bahwa Seol juga mengundang Presiden.

Presiden tiba di istana, dilanjutkan sesi pemotretan yang kemudian berubah menjadi konferensi press dadakan. Seol mengikuti konferensi press itu dengan gemetar, akhirnya ia sadar apa yang selalu dikatakan Hae Young.
Mereka dihujani dengan pertanyaan dan presiden duduk dengan tenang sedangkan Seol panik. Hae Young ragu-ragu sejenak kemudian melangkah maju dan didepan para wartawan ia memberitahu bahwa pertemuan ini tidak mengandung implikasi politik. Kemudian membawa Seol pergi sebelum mereka memberinya pertanyaan, atau setidaknya sebelum Seol menjawab apapun.

Setelah menjauh sehingga perkataan mereka tidak terdengar, Seol bertanya kenapa ia membuat keributan. Sepertinya Seol belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Hae Young tidak percaya, bahwa Seol belum mengerti juga. Ia memberitahunya bahwa ia sedang dimanfaatkan. 
 

Secara harfiah Hae Young harus menjelaskan sedikit demi sedikit bahwa Presiden sedang memanfaatkannya, untuk semua hal dan panti asuhan. Akhirnya Seol mengerti, dan tergagap bahwa ia tidak tahu, apa yang dikatakannya benar, tapi ia tidak  bisa mengetahui hal-hal ini lagi. Seol memang sangat polos. Seharusnya Hae Young memberitahuya sedikit-demi sedikit sampai ia mengerti sebelum ia menghadapi para wartawan.
Ia juga memberitahu Seol akibat dari perbuatannya, sebagai diplomat, untuk  menyelamatkannya. Ia juga memberitahu bahwa Seol tidak tahu apa yang ia pertaruhkan untuknya. Seol terkejut. Sangat lucu karena Seol harus diberitahu sampai hal terkecil untuk mengerti suatu hal. Seol berjalan mengikuti Hae Young tetapi tidak mampu mengetuk pintu kamarnya.
Jung Woo mendapat kepastian bahwa kantong Ratu Myeongseong itu asli. Sekarang tiba pada bagian tersulit, menemukan pemilik aslinya.


Seol kembali kekamarnya, menangis dan Hae Young merenung. Akhirnya Hae Young membuat keputusan, ia berjalan keluar menuju kamar Seol. Yoon Ju menghentikannya dan bertanya apakah ia gila, melakukan hal seperti itu kepada Presiden, tapi Hae Young terus melangkah pergi.
Ia mengetuk pintu kamar Seol, dan ketika ia membukanya, Hae Young mengungkapkan maksud kedatangannya.

Hae Young:”Aku ingin menanyakan satu hal padamu. Dapatkah kamu tidak menjadi putri? Apakah ini sesuatu yang kamu rela mati daripada menyerah? Dapatkah kamu tidak menjadi putri...dan hidup sebagai kekasihku saja?”
OMG


0 komentar:

Poskan Komentar

 

coretan yanni Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template