Tampilkan postingan dengan label My girlfriend is a Gumiho. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My girlfriend is a Gumiho. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Februari 2011

My girlfriend is a Gumiho episode 16 ( End )

Setelah memperlihatkan satu2nya ekornya di bawah cahaya bulan, Dae-woong bertanya pada Mi-ho, “Kalau begitu… kau masih sekarat?” Mi-ho menjawab kalau dia tidak bisa menghentikan keinginannya untuk menjadi manusia.

Dong-joo sedang sibuk memperhatikan lubang dalam gelas kaca ki yang sudah dia balik lagi. Dia melihat ketika hidup Mi-ho keluar, meninggalkan sedikit sekali sisa. Dong-joo meminta Mi-ho untuk menunggu sedikit lagi.

Dae-woong tidak percaya kalau Mi-ho masih sekarat. Setelah semua yang dia lakukan untuk melepaskannya pergi, dia masih sekarat. Mi-ho berkata kalau ini bukan hanya karena cinta – dia tidak mampu menghilangkan keinginan menjadi manusia, dan takut kalau di sisi Dae-woong, dia pasti sudah melakukan segalanya untuk tetap hidup dan bahkan menyerahkan seluruh hidupnya jika Mi-ho menderita. Setelah itu, Dae-woong bangkit dan meletakkan tangan Mi-ho di dadanya, “Kalau begitu ambil saja, ambil semuanya.”

Mi-ho menunduk, kaget, dan menjauh dari Dae-woong. Itu memperlakukan Mi-ho sama seperti apa yang tidak dia inginkan – sebagai monster! Dae-woong tidak peduli, dia akan melakukan apa saja untuk menyelamatkan Mi-ho. Dae-woong berkata kalau Mi-ho adalah gumiho yang menakutkan dan dia adalah manusia yang berada di bawah sihir, jadi Mi-ho harus memainkan perannya dan mengambil nyawanya. Dae-woong menarik pergelangan tangan Mi-ho dan berteriak agar Mi-ho mengambil nyawanya.
Mi-ho bahkan tidak berani memandang mata Dae-woong ketika dia melangkah pergi. Mi-ho berkata kalau Dae-woong adalah manusia yang sangat tidak dewasa dan dia akan kembali lagi nanti dan benar2 mengambil nyawa Dae-woong. Mi-ho meninggalkan Dae-woong dengan ancaman mati setengah hati.
Mi-ho kembali ke Dong-joo dan mengaku untuk memindahkan manik2nya saja. Dong-joo terperanjat pada kenyataan itu bahwa sejak saat Mi-ho datang padanya, Mi-ho sudah menyerah. Mi-ho tidak bisa menjadi manusia ataupun setengah manusia seperti dirinya. Jadi inilah jangkauan yang bisa dia lakukan untuk melindungi Dae-woong. Mi-ho meminta Dong-joo untuk mengembalikan manik2 itu pada Dae-woong dan berbohong padanya, jadi Dae-woong akan mengambilnya kembali.

Dong-joo bertemu dengan Dae-woong di atap sebuah gedung dan berbohong padanya – jika Dae-woong mengambil kembali manik2 itu dan mengisinya dengan sisa ki-nya, Dong-joo akan membunuh Dae-woong pada akhir hari ke-100 dan mengembalikan manik2 itu pada Mi-ho lagi untuk menyelamatkannya. Dong-joo mulai berkata kalau dia mengerti bila Dae-woong ragu.

Dan Dae-woong lalu menelan manik2 Mi-ho dalam sekali tegukan. Tanpa rasa takut, dia meminta Dong-joo untuk datang membunuhnya dan memastikan agar Dong-joo mengembalikan manik2 itu pada Mi-ho dengan selamat. Ketika Dae-woong pergi, Mi-ho muncul dan telah menyaksikan kejadian tadi secara utuh. Dong-joo bingung oleh keteguhan pendirian Dae-woong yang mau menyerahkan hidupnya untuk Mi-ho.

Mi-ho menghampiri Dong-joo sambil tersenyum tapi kemudian dia tetap saja bersikap bodoh dengan mengatakan kalau mereka harus pergi jauh dan tidak boleh muncul lagi dihadapan Dae-woong. Sedangkan, Dae-woong menyiapkan dirinya untuk menyerahkan hidupnya pada Mi-ho sedangkan Mi-ho bersiap-siap pergi. Dae-woong menangis ketika dia ingat dia tidak mampu ada disana untuk Mi-ho tapi dia puas karena mampu melindungi Mi-ho dengan nyawanya. Dong-joo memandangi Dae-woong dari jauh dan takjub pada pengorbanan yang dilakukannya.

Dong-joo muncul di bandara untuk bertemu dengan Mi-ho dan dia bertanya untuk yang terakhir kalinya apakah ini yang Mi-ho benar inginkan. Dong-joo mengatakan kalau dia berpikir cinta adalah melakukan apa yang orang lain inginkan, tapi kemudian menyesalinya selama seribu tahun. Dia bersumpah untuk tidak membuat kesalahan itu lagi, tapi kali ini, dia mengingat kembali langkah2nya. Jadi dia melakukan satu2nya hal yang bisa dia lakukan untuk melindungi Mi-ho, sebab seandainya dia memberikan nyawanya sendiri, itu tetap tidak akan menyelamatkan Mi-ho.

Dong-joo mengatakan yang sebenarnya pada Dae-woong dan mata Mi-ho berlinang air mata ketika Dong-joo mengakui kalau cinta mereka adalah cinta sejati. Mi-ho lalu berkata, “Kenapa kau melakukan itu? Kau kejam. Aku benci padamu. Tapi… terima kasih.” Dong-joo mengatakan kalau dia bukan orang yang akan bersama di sisi Mi-ho sampai akhir. Tapi, orang itu ada disana. Dae-woong berlari ke bandara dan Dong-joo meminta Mi-ho untuk menemuinya dan menyerahkan mereka pada takdir. Mi-ho menghampiri Dae-woong.
Dae-woong: Kau benar-benar… gumiho yang mengerikan sekali. Kau menyihir manusia dengan sihirnya dan mengambi ki-nya dan sekarang kau mencabik-cabik hatinya, kau gumiho yang menakutkan!
Mi-ho: Aku minta maaf. Tapi meskipun bersamaku mengerikan dan menakutkan, bisakah aku berada di sisimu?

Dae-woong memeluk Mi-ho dan Mi-ho membiarkan dirinya menangis di tangan Dae-woong. Di kuil, Biksu menjelaskan lukisan itu pada sekelompok wanita. Biksu itu menceritakan janji yang dibuat Nenek Moyang Kuil Samshin pada gumiho: jika gumiho menemukan suami yang mau memberikan hidupnya untuk sang gumiho, Nenek Samshin akan membiarkannya hidup di dunia ini. Salah satu wanita itu berbalik dan bergumam pada dirinya kalau janji adalah janji.

Nenek Moyang dari Kuil Samshin muncul dihadapan Dong-joo. Dia bertanya pada Dong-joo apa yang menurut Dong-joo benar: ‘Aku minta maaf’ (kata2 terakhir Gil-dal) atau ‘Terima kasih’ (Kata2 terakhir Mi-ho). Dong-joo tersenyum ketika dia menyadari siapa wanita itu dan berkata kalau ‘terima kasih’ adalah jawaban paling benar. Nenek tersenyum pada Dong-joo ketika dia berkata kalau Dong-joo baik2 saja jika begitu.

Dae-woong dan Mi-ho berjalan berpegangan tangan, tapi kebahagiaan mereka lenyap ketika mereka berjalan melewati pasangan yang sudah tua sebab mereka tahu mereka tidak akan sampai sejauh itu. Mereka saling berkata, “Sekarang, bersama denganmu – adalah kebahagiaan terbesar!” Mereka kembali ke loteng dan makan bersama. Dae-woong mencoba memaksa Mi-ho untuk makan kimchi, yang tidak disukainya, tapi Dae-woong mengatakan kalau Mi-ho harus makan kimchi kalau dia orang Korea. Mi-ho meminta sebuah ciuman di pipi jika dia memakan kimchi itu tapi Dae-woong malah menawarkan sebuah ciuman di bibir! Jadi, Mi-ho berencana untuk memakan semua kimchi di meja!!!

Mi-ho menunjukkan tea set yang dia beli sebagai hadiah pernikahan Bibi Min-sook. Dae-woong memuji Mi-ho karena tahu selera bibinya. Mi-ho bertanya-tanya apakah hadiah ini tidak tepat untuk sutradara Ban tapi Dae-woong mengatakan kalau lebih baik pria mencocokkan seleranya dengan selera istrinya. Mereka bertanya-tanya apakah mereka harus membeli satu set yang sama untuk mereka berdua tapi kemudian mereka menyadari fakta menyakitkan kalau mereka tidak akan pernah menikah dan pergi ke Cina. Mi-ho membuat alasan kalau tea set itu sangat mudah pecah dan mereka memutuskan untuk membeli yang tidak mudah pecah. Dae-woong setuju, “Ayo cari yang tidak mudah pecah!”
Ini adalah hari pernikahan bibi Min-sook dan ketika pengantin wanita khawatir pada kebiasaan kentutnya, sutradara Ban muncul dengan tampilan biasanya – jas plus kaca mata! Tapi untungnya Dae-woong ikut campur dan membantunya menghilangkan gugupnya dengan memanggilnya paman.

Pernikahan mulai dan ini adalah saat terbaik bagi pengantin wanita dan pria. Tapi di samping itu, ini juga hal terbaik buat pendamping pengantin. Soalnya Mi-ho dan Dae-woong saling lirik. Nenek Moyang dari Kuil Samshin muncul diantara kerumunan dan melihat Dae-woong serta Mi-ho dengan tatapn mengutuk dan khawatir. Ketika kakek melepaskan Min-sook, Bibi tiba2 saja terpeleset dan Doo-hong menangkapnya lalu bertanya apakah bayinya baik2 saja. Kakek gembira dan semua orang bersorak.
Setelah pernikahan, Mi-ho berkeliling dan berhenti ketika melihat pasangan pengantin yang mengenakan pakaian tradisional Hanbok. Dia mengingat penantiannya yang sepi lima ratus tahun yang lalu. Dae-woong bertanya apakah dia menyesal tidak menemukan pasangannya, tapi Mi-ho tentu tidak menyesali apa2 sebab dia terjebak dalam lukisan itu lalu bertemu dengan Dae-woong.

Tahu seberapa besar Mi-ho selalu ingin jadi penganti, Dae-woong menarik tangan Mi-ho dan mengajaknya mencari merah pipi (yang dibentuk bulat) lalu mereka berfoto bersama untuk merayakannya. Berikutnya, Mi-ho meletakkan foto itu di album ketika dia mengumumkan pada dunia, “Dalam lima ratus tahun, aku akhirnya menemukan pengantin pria-ku. Karena dia sangat sangat sangat sangat sangat mencintaiku, dia mau memberiku segalanya. Aku telah menemukannya.”
Hari ke seratus yang penting itu akhrinya tiba. Dae-woong mengatakan pada dirinya kalau dia tidak akan menghitung waktu atau menangis dan bahwa dia akan menghabiskan hari terakhir dengan Mi-ho dengan bahagia. Dae-woong menelan kesedihannya dan memasang wajah tegar. Dae-woong keluar dan bertanya pada Mi-ho apakah dia ingin pergi ke suatu tempat. Mi-ho bertanya apakah Dae-woong tidak lelah sebab dia sudah tidak tidur selama beberapa hari. Mi-ho mengeluarkan lotion yang Dae-woong belikan untuknya dan mengoleskan di wajah Dae-woong.
Mereka bertanya-tanya apa yang seharusnya mereka lakukan. Mereka berpikir untuk melakukan kembali kencan pertama mereka yaitu menonton film… kecuali yang Dae-woong miliki hanyalah hari untuk masa depan. Mereka memutuskan untuk menemui ajumma toko ayam tapi dia sedang pergi ke desa, jadi dia tidak akan kembali sampai besok.
Dae-woong bertanya-tanya kenapa semua orang (bahkan bibi Min-sook dan kakek) pergi sampai besok? Mi-ho akhirnya mengatakan kalimat itu keras2: “Besok… aku tidak akan ada disini!” Mereka memutuskan untuk pergi ke pancuran yang Mi-ho sukai, hanya saja, ketika mereka tiba disana, pancuran itu sedang diperbaiki sampai… besok. Mi-ho berkata kalau hal itu tidak apa tapi hal ini cukup membuat Dae-woong putus asa. Dia mulai gemetaran waktu berkata kalau harus hari ini lalu dia berjalan pergi dengan marah.

Dengan punggung dibalik jadi Mi-ho tidak akan bisa melihat, Dae-woong menangis. Mi-ho memandangi Dae-woong, tahu bahwa dia hanya memasang wajah tegar demi dirinya. Dae-woong menghapus air matanya lalu berbalik, tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Mi-ho. Mereka pulang ke rumah dan menyalakan kembang api dan Mi-ho bersinar karena gembira. Mereka menghabiskan sisa malam mereka di gym, sebab disanalah tempat dimana Dae-woong melihat diri Mi-ho yang sebenarnya untuk pertama kalinya.
Mi-ho: Apa kau benar-benar takut waktu itu?
Dae-woong: Ya. Tapi dibandingkan dulu, aku seratus kali lebih takut sekarang.

Dae-woong memegang tangan Mi-ho. Selanjutnya, Mi-ho menutup mata Dae-woong ketika Dae-woong mulai menangis. Air mata mulai meluncur, Mi-ho meminta Dae-woong untuk memikirkannya sebagai mimpi sejak pertama kali dia muncul. Dengan cara begitu, ketika Dae-woong membuka matanya, rasanya tidak akan sakit. Mereka menangis, dimana Mi-ho masih menutup mata Dae-woong untuk mencegahnya melihat dirinya menghilang.
Dae-woong: Jangan pergi.
Mi-ho: Lupakan semua yang menakutkan. Dan ingatlah aku sebagai mimpi yang benar-benar indah.

Setelah itu, Mi-ho mencium Dae-woong dan ekor Mi-ho mencuat di bawah cahaya bulan. Ekornya menghilang ketika butir pasir terakhir menetes di gelas waktu dan hanya seperti itu saja, Mi-ho menghilang. Dae-woong membuka matanya dan melihat kalau Mi-ho sudah pergi. Dan air mata sedihnya berubah menjadi amarah ketika dia berkata pada dirinya, “Sebuah mimpi? Ketika aku membuka mataku, rasanya tidak akan sakit?! Rasanya sakit sekali… bagaimana bisa kau hanya mimpi?!”

Dae-woong jatuh ke tanah dan terisak. Kembali ke Kuil, Nenek Moyang Samshin sudah kembali ke dalam lukisan. Dae-woong bangun keesokan harinya di gym dan menyesali dirinya karena sudah tidur dengan posisi seperti itu. Dia sadar kalau Mi-ho sudah pergi dan meninggalkannya sendiri disana dan Dae-woong menolak untuk membiarkannya pergi dengan cara seperti itu. Dia berlari ketika berkata:
Dae-woong: Mi-ho, kau pasti menangis, tapi tidak hujan lagi bila kau menangis. Tidak peduli betapa sedihnya kau, aku tidak tahu cara mengetahuinya… sebab kau tidak disini lagi. Mi-ho sudah pergi. Mi-ho sudah pergi. Mi-ho sudah pergi.

Dae-woong meneriakkan nama Mi-ho untuk yang terakhir kalinya. Dan kemudian dia berdiri di jalan truk yang sedang melaju. Dia berbaring di jalan masih sadar ketika dia mulai menangis. Hari mulai hujan dan Dae-woong memegang dadanya, gembira karena Mi-ho masih disana, di suatu tempat di jagat raya ini.
Dong-joo dan Nenek Samshin duduk di taman dan Dong-joo bertanya apa yang akan Nenek lakukan pada Mi-ho. Nenek berkata kalau dia tidak bisa mengembalikan gumiho yang sudah kehilangan sembilan ekornya dan memberikan ki-nya pada manusia tapi kemudian berkata lagi kalau mereka menunggu, mungkin surga akan ikut campur.

Beberapa bulan kemudian, film Dae-woong keluar dan menjadi best seller dan membuat dia serta Hye-in menjadi bintang. Bibi Min-sook sudah punya bayi dan Sun-nyeo serta Byung-soo berkencan. Dae-woong menjadi cover sebuah majalah dan Hye-in syuting iklan dengan… Hong-ki! Yep ada Hong-ki!!!! Dia disini sebagai Jeremy, mewakili A.N.Jell!!!

Sun-nyeo tahu kalau Hye-in naksir Jeremy dan jadi dia meminta Hye-in untuk melupakan ego-nya dan melakukan sesuatu. Kalau tidak, Hye-in akan berakhir seperti apa yang dia lakukan pada Dae-woong. Hal itu cukup untuk membuat Hye-in ketakutan jadi dia menelan harga dirinya dan melakukan taktik Mi-ho: “Aku sangat sangat sangat menyukaimu!” Lengkap dengan gerakan tangannya! Haha
Byung-soo juga muncul dengan film-nya sendiri. Dia menunjukkan pada Dae-woong naskah yang dia tulis sendiri – idenya sendiri – yaitu kisah cinta antara manusia dan hantu. Dae-woong mengatakan kalau seharusnya itu gumiho tapi Byung-soo membalas kalau gumiho terlalu sulit karena perlu special efek untuk ekor-nya yang sembilan itu. Jadi dia menggunakan hantu saja!

Dong-joo muncul di lokasi syuting dan Dae-woong senang melihatnya. Dia masih saja gaya-gayaan sebab dia adalah Dae-woong. Tapi mereka sangat bersahabat ketika bertemu. Dong-joo adalah professor sekarang sebab telah memutuskan untuk hidup diantara manusia. Dia bertanya apa Dae-woong masih menunggu. Dae-woong memegang dadanya dan mengatakan kalau tentu saja dia masih menunggu sebab Mi-ho belum pergi kemana-mana.

Dong-joo mengatakan kalau hari ini akan ada gerhana. Dong-joo berkata, “Matahari dan Bulan – mereka tidak bisa bersama-sama dalam satu tempat. Tapi mereka melanggar aturan itu dan muncul bersama-sama dalam gerhana…” Dong-joo mengatakan kalau gerhana itu akan muncul hari ini, pada hari dimana surga menjadi liar. Benar saja, gerhana mulai muncul dan hp Dae-woong mulai berdering. Hanya saja, dia sadar kalau itu bukan hp nya tapi hp Mi-ho. Dia menjawabnya dan Mi-ho ternyata memakai gerhana untuk bicara dengannya.

Dae-woong berlari mencari Mi-ho dan bertanya dia dimana tapi Mi-ho hanya menjawab kalau dia sedang memerhatikan Dae-woong dan bahwa dia sangat dekat dengan Dae-woong. Gerhana lewat dan koneksi mereka menghilang. Dae-woong menangis dan bertanya dengan marah apakah hanya begitu saja. Dia berpikir kalau seharusnya surga berubah liar – tidakkah itu berarti Mi-ho akan kembali padanya?

Dae-woong menangis karena tidak percaya dan tiba2 saja dari kejauhan, dia mendengarkan suara Mi-ho: “Woong…” Dae-woong melihat dan Mi-ho ternyatasedang berdiri disana, memanggil namanya. Dae-woong mendekat, sebab dia tidak tahu apakah dia sedang berhalusinasi dan menyentuh wajah Mi-ho untuk memastikan. Mi-ho menangis pada sentuhan ini. Dae-woong bertanya apa Mi-ho hantu dan Mi-ho akan menjawab tapi Dae-woong sudah memeluknya dan berkata tidak masalah.

Dae-woong: Tidak masalah jika kau hantu atau gumiho atau manusia. Tidak masalah. Sudah cukup kau ada di depanku. Jika kau kembali, rasanya sudah cukup.

Malam itu, mereka kembali ke loteng dan duduk di bawah cahaya bulan. Mi-ho bertanya apakah Dae-woong tidak penasaran apakah dia kembali sebagai manusia atau gumiho. Dae-woong berkata kalau itu tidak masalah tapi dia penasaran. Mi-ho: “Bulan tidak muncul dan semuanya. Haruskah kita berkeliling berhoi-hoi dan mencari tahu?”

Dae-woong senang melihat kalau Mi-ho tidak punya ekor yang membuat Mi-ho kesal karena itu artinya Dae-woong tidak baik2 saja bila dia gumiho. Mi-ho mengaku kalau dia masih punya satu ekor yang dia lingkarkan di pinggang Dae-woong. Mereka berbaring ketika Dae-woong berkata: “Seperti yang selalu, pacarku, dia masih saja… seekor rubah!”
The end.
 

My girlfriend is a Gumiho episode 15

Dae Woong berjalan pergi dari rumah sakit Dong Joo lalu dia mendengar ada seseorang yang berkata, "Park Sun Jo!" Dae Woong melihat sumber suara yang ternyata berasal dari dalam cafe. Dae Woong berfikir sebentar dan dia teringat nama manusia Mi Ho adalah Park Sun Jo makanya dia berlari ke dalam cafe dan menarik tangan seorang pelayan yang berambut panjang. Ketika pelayan itu berbalik ternyata itu bukan Mi Ho tapi namanya memang sama yaitu Park Sun Jo. Dae Woong meminta maaf karna dia salah orang. Dae Woong berfikir bahwa Mi Ho pasti sudah bersama Dong Joo dan tidak ada alasan bagi Mi Ho untuk tetap tinggal di Seoul.


Mi Ho berjalan melewati cafe dan sales yang tadi mengejarnya dan memenggil namanua, "Park Sun Jo sshi, kau lupa mengambil kuponmu ini. Kosmetik kami ini sangat bagus...." Dae Woong mendengar nama Park Sun Joo di panggil dan dia melihat ke arah luar cafe namun dia tidak melihat sosok Mi Ho karna tertutup oleh taxi yang berhenti. Mi Ho masuk kedalam taxi dan taxi pun pergi. Dae Woong berkata, "Apakah nama Park Sun Joo itu sangat umum?"


Taxi yang di tumpangi Mi Ho berputar dan berhenti di zebra cross karna ada yang menyebrang, dan yang menyebrang itu adalah Dae Woong. Dae Woong berjalan di pinggir jalan dan tidak sadar bahwa Mi Ho ada di pinggirnya namun di dalam taxi. Mi Ho juga tidak menyadari keberadaan Dae Woong yang sedang berjalan. Dae Woong berkata, "Mi Ho pasti hidup dengan baik sebagai Park Sun Joo..."


Mi Ho datang ke sebuah restaurant dan bertemu dengan Dong Joo! Dong Joo bilang bahwa Mi Ho tadi keluar lebih awal makanya dia juga datang lebih awal ke restaurant itu. Mi Ho bilang bahwa dia datang lebih awal karna tidak tau apa yang mesti dia lakukan. Mi Ho bertanya, "Dong Joo, bukankah kau sibuk hari ini?" Dong Joo menjawab, "Ya kita akan sangat sibuk hari ini jadi pesanlah banyak makanan. Kau mengetahui cara memesan makanan bukan? Pesanlah apapun yang kamu mau." Mi Ho terlihat lesu dan berkata, "Kamu saja yang memilih. Aku baik-baik saja dengan semuanya."


Dae Woong datang ke rumah sekolah aksi dan bilang bahwa Mi Ho sepertinya tidak pernah datang sama sekali ke rumah itu. Dae Woong melihat boneka ayam yang pernah di kasih ke Mi Ho dan dia berkata, "Dia meninggalkan ini juga. Ini melegakan, dia pergi dan meninggalkan semuanya. Dia pasti hidup dengan sangat baik."


Dong Joo membawa Mi Ho ketempat baju pernikahan dan Mi Ho mencoba sebuah gaun. Dong Joo memuji Mi Ho yang tampil cantik. Mi Ho menghampiri Dong Joo dan bertanya, "Dong Joo bukankah mereka akan menggambar Yonji Konji di wajahku nanti? (Dlam pernikahan tradisional korea nanti mempelai wakita di bagian pipinya itu ada titik merah.) hmm atau kepala tradisional?"' Dong Joo menjawab, "Ini jika kau melakukan perikahan tradisional. dengan menggunakan gaun ini kamu akan memakai cadar dan juga memegang buklet bunga."

Mi Ho bertanya kembali, "Apakah akan ada Kokkman? (Kereta kuil dari bunga)?" Dong Joo balik bertanya, "Jika kamu suka... Haruskah kita mengganti upacara pernikahan ini menjadi upacara tradisional?" Mi Ho menggeleng dan menjawab, "Tidak. Aku bisa menggunakan ini dan aku baik-baik saja dengan apapun juga."

Pelayan toko menghampiri Mi Ho dan Dong Jo lalu memperlihatkan desain cincin yang disiapkan untuk mereka. Dong Joo berkata, "Pilihlah, jika kamu tidak suka maka aku akan meminta pelayan untuk membawakan yang lainnya." Mi Ho meminta agar Dong Joo saja yang memilih. Dong Joo bertanya, "Apakah kau benar-benar baik-baik saja dengan semua ini?" Mi Ho menjawab, "Ya. Dong Joo pilihlah yang kamu suka."


Di rumah Dong Joo, Dong Joo memberikan kartu undangan pernikahan kepada Mi Ho. Mi Ho tidak mengerti tentang kartu undangan pernikahan sehingga Dong Joo bilang bahwa kartu itu di berikan kepada orang-orang agar datang ke acara pernikahan dan ikut merayakan hari pernikahan itu. Mi Ho melihat kartu undangan itu dan bilang bahwa dia tidak punya siapapun untuk diundang.

Dong Joo berkata, "Bukankah ada Cha Dae Woong? Dia kembali dari China hari ini. Bukankah kau mengetahui hal ini? Pernikahan ini membuktikan bahwa kau hidup dengan baik dan kau harus menunjukannya pada Cha Dae Woong." Mi Ho bilang bahwa dia tidak mau muncul di depan Dae Woong dan jika dia pergi jauh maka Dae Woong akan berfikir bahwa dia sudah hidup bahagia. Dong Joo mengerti dan berkata, "Baiklah jika kamu mau membebaskannya dari perasaan bersalah telah meninggalkanmu, ini mungkin akan membuatnya lebih mudah melupakanmu dan lebih cepat melupakanmu. Dan ya ini juga akan lebih baik untukmu melupakan dia."

Mi Ho bertanya, "Dong Joo apakah kau cemas karna malam ini aku akan kehilangan ekorku lagi?" Dong Joo menjawab, "Malam ini jika kamu kehilangan satu ekormu maka kamu masih memiliki kesempatan untuk hidup. Bagaimana perasaanmu sekarang?" Mi Ho menjawab, "Entahlah aku bingung dengan perasaanku ini." Dong Joo berkata, "Tidak apa-apa. kamu akan mengetahui kondisimu malam ini. Jika ekormu menghilang atau jika semuanya sudah lunas maka akan berhenti seperti ini"


Mi Ho mengeluarkan Mutiaranya yang ada di dalam botol dan dia berkata, "Aku tidak akan mungkin menghentikannya. Aku akan menghilang. Ini bagus karna aku mengeluarkan mutiara ini dari Dae Woong sehingga dia tidak akan menghilang."


Dae Woong membawa Dong Ja jalan-jalan dan dia berkata, "Dong Ja, bukankah lebih baik jalan-jalan denganku dari pada dengan Bibi?" Tanpa sadar Dae Woong menyanyikan lagu untuk Mi Ho lalu dia diam dan mengelus Dong Ja, "Ah Dong Ja bukankah kamu haus? Ayo pergi... Tunggu disini sebentar aku akan membeliknmu minuman." Dae Woong pergi ke supermarket dan Dong Ja pergi.

Dae Woong melihat minuman kesukaan Mi Ho dan dia hanya bisa terdiam. Sementara itu Dong Jo pergi dari tempatnya dan menghampiri Mi Ho yang menunggu di taman. Ternyata Mi Ho dan Dong Ja sudah sering bertemu di taman itu. Dae Woong keluar dari supermarket dan tidak melihat Dong Ja makanya dia berusaha mencari Dong Ja.


Mi Ho bilang ke Dong Ja bahwa Dong Ja lebih baik menjadi seorang rubah agar mereka bisa berkomunikasi dan membicarakan Dae Woong. Mi Ho memberikan makanan pada Dong Ja dan dia berjalan pergi. Dae Woong berhasil menemukan Dong Ja dan mengajak Dong Ja pergi namun Dong Ja tidak mau berdiri dan malah berlari pergi. Dae Woong berusaha mengejarnya dan kaget saat melihat Mi Ho berbalik dan menatapnya. (Kyyyay mereka ketemuan :")


Hye In bertemu dengan Dong Jo dan dia kaget saat mendengar kabar bahwa Mi Ho akan menikah dengan Dong Jo. Dong Joo memberikan surat undangan pernikahannya dan meminta Hye In memberikan itu pada Dae Woong. Hye In kebingungan kenapa Mi Ho dan Dae Woong bisa benar-benar berpisah. Dong Joo hanya berkata bahwa orang seperti Hye In tidak akan pernah bisa mengerti.


Dae Woong menghampiri Mi Ho dan bilang bahwa dia pikir Mi Ho sudah pergi. Mi Ho bilang bahwa masih ada urusan yang perlu dia dan Dong Joo selesaikan sehingga belum pergi. Dae Woong membeli minuman soda kesukaan Mi Ho dan memberikannya pada Mi Ho. Mi Ho bilang bahwa dia sudah tidak suka minuman soda lagi karna masih banyak hal yang luar biasa di dunia ini. Dae Woong kaget mendengar ini dan bertanya, "Kau dan Dong Joo pasti hidup dengan baik. Apakah kamu suka hidup dengannya?" Mi Ho menjawab, "Ya. Aku suka hidup tanpa seorang pun mengetahui tentang siapa aku sebenarnya dan sangat baik sekali hidup bersama seseorang yang sepertiku juga."

Dae Woong sedih mendengar kata-kata Mi Ho namun dia merasa lega karna yang terpenting Mi Ho hidup bahagia. Mi Ho bilang bahwa dia sangat baik-baik saja dan ada sesuatu yang mau diberikan pada Dae Woong. Mi Ho memberikan sebuah amplop pada Dae Woong dan bilang bahwa dia memberikan itu agar Dae Woong tau kalau dia hidup bahagia sebagai Park Sun Joo. Dae Woong melihat amplop itu dan bilang bahwa Mi Ho sepertinya hidup dengan sangat baik.

Dae Woong melihat amplop itu dan bilang bahwa tidak banyak lagi waktu yang tersisa. Mi Ho mengetahui hal itu dan bilang bahwa lebih baik Dae Woong datang saja. Dae Woong menolak dan mengembalikan amplop itu lalu berkata, "Aku akan datang tapi... aku pikir aku tidak memerlukannya. Ini adalah kupon untuk perempuan." Mi Ho tidak mengerti dan dia pun kaget saat melihat ternyata amplop yang di berikan pada Dae Woong adalah amplop berisi kupon kosmetik.

Dae Woong berkata, "Aku tahu kau suka mengumpulkan kupon ayam, apakah sekarang kau mencoba mengumpulkan kupon kosmetik?Ternyata cara hidup Park Sun Joo masih identik dengan Gumiho." Mi Ho berusaha mencari amplop undangan pernikahannya di dalam tas namun dia tidak menemukannya sama sekali. Lalu Dae Woong ingat mengenai Dong Ja dan dia bersama Mi Ho bersama-sama berusaha mencari Dong Ja.


Dae Woong menelfon Kakek untuk menanyakan Dong Ja dan ternyata Dong Ja sudah ada di rumah bahkan sudah makan siang dan mau tidur. Dae Woong bilang kepada Kakek bahwa Dong Ja ini ternyata sangat pintar. Dae Woong menutup telfonnya dan Mi Ho masih sibuk mencari Dong Ja.


Mi Ho bilang pada Dae Woong bahwa Dong Ja tidak pernah pergi seperti ini. Mi Ho mengeluarkan makanan anjing dari dalam tasnya dan bilang bahwa Dong Ja pasti akan kembali jika mencium bau makanan anjing itu. Dae Woong kebingungan dan bilang, "Kau yang memberi dia makanan? Jadi kau setiap hari datang ke taman ini untuk bertemu Dong Ja?" Mi Ho menjawab, "Aku dan Dong Ja ini sahabat baik." Dae Woong lalu berkata, ""Kau... Kau tidak bisa mencium bau Dong Jo disekitar sini? Apakah kemampuanmu menghilang? Dan... aku tadi berbicara dengan Kakekku di telfon, apakah kau tidak mendengarnya juga? Padahal bulan lalu kau masih bisa memiliki kemampuan itu." Mi Ho berdalih, "Terlalu banyak anjing disini sehingga aku tidak bisa mencium baunya dan... terlalu ribut jadi aku tidak mendengarmu menelfon."

Dae Woong sangat khawatir, "Kemampuanmu menghilang... Jangan bilang padaku bahwa kau mulai..." Mi Ho kembali menyangkal, "Tidak. Agar aku terlihat normal maka aku menyembunyikan kemampuanku ini. Aku menyembunyikannya agar tidak ketahuan bahwa aku ini Gumiho. Aku mencoba hidup sebagai Park Sun Joo. Aku pergi..." Dae Woong menarik Mi Ho dan bilang, "Kamu boleh pergi setelah aku selesai berbicara padamu." Mi Ho kesal dan berusaha melepaskan tangannya namun Dae Woong terus menarik tangannya. Dae Woong berkata, "Kekuatanmu untuk melepaskan diri... Apakah kamu sudah tidak memiliki kekuatanmu lagi? Kamu tidak perlu menyembunyikan dirimu lagi sebagai Gumiho kecuali jika kekutanmu memang benar-benar menghilang!"

Mi Ho kembali menyangkal dan bilang bahwa dia sengaja tidak memakan kekuatannya karna ini ditempat umum dan semua orang pasti akan kaget jika melihat dia menjatuhkan seorang laki-laki. Mi Ho juga tidak ingin orang-orang menyebutnya monster seperti yang dulu pernah Dae Woong katakan padanya. Dae Woong pun mulai melepaskan Mi Ho.

Dae Woong bertanya, "Berapa banyak ekor yang kamu punya? Masih ada 4 seperti bulan lalu kan?" Mi Ho menjawab, "Lihat saja ekorku sendiri." Dae Woong bilang, "Aku tidak bisa melihatnya. bulan belum keluar." Mi Ho bilang bahwa Dae Woong ini sangat keterlaluan karna pernah mengejeknya sehingga Mi Ho tidak akan pernah mau menunjukan ekornya. Mi Ho pergi dan Dae Woong bilang bahwa dia harus mengetahui jumlah ekor Mi Ho sekarang dan mengikuti Mi Ho.


Dong Hong menunjukan jadwalnya yang sangat padat pada Bibi. Dong Hong menggambar love pada hari yang kosong dan bilang bahwa mereka bisa menikah pada hari itu. Bibi kesal dan bilang bahwa Dong Hong seharusnya mendahulukan hari pernikahannya baru memikirkan jadwal premire filmnya itu. Dong Hong bernar-benar bingung karna pernikahan dan jadwal premire filmnya ini sangat penting.

Dong Hong bilang bahwa yang harus mereka pikirkan adalah 'telur' mereka alias bayi yang dikandung bibi, Dong Hong berfikir bahwa Sun Nyeon pasti akan memakannya hidup-hidup jika mengetahui tentang 'telur' itu. Bibi bilang bahwa mereka bisa segera menikah dan melahirkan bayi itu tapi masalahnya Dong Hong belum melamarnya untuk menikah. Dong Hong mengambil sebuah botol minum kopi dan berkata, "Ini adalah hatiku... Aku sangat suka kopi. saat aku merasa lelah maka aku meminum kopi dan aku merasa senang tapi setelah bertemu denganmu aku sudah tidak minum kopi karena kamu selalu ada setiap saat. Kamu adalah kopi di hatiku." Bibi terharu dan langsung memeluk Dong Hong.

Dong Hong berkata, "Jadilah mesin kopi dihatiku yang akan selalu ada di hatiku setiap saat." Bibi menjawab, "Tentu saja. Aku akan menjadi cafe yang bergembira."


Sun Nyeon mengobrol dengan Byung Soo membahas Dong Hong dan Bibi yang akan segera menikah. Sun Nyeon bertanya," Apakah ada sebuah aksiden yang terjadi sehingga mereka menikah?" Byung Soo menjawab, "Sepertinya tidak. dulu juga kita pernah berfkir akan hal itu pada Dae Woong dan Mi Ho." Sun Nyeon bilang bahwa Mi Ho dan Dae Woong itu sering putus namun selalu saja berhasil balikan dan pasti kali ini juga mereka akan baikan lagi.

Hye In datang menghampiri mereka dan memberikan surat undangan pernikahan Mi Ho. Sun Nyeon membacanya dan sangat kaget, "Park Sun Jo? Hah Mi Ho??" Byung Soo melihat undangan itu dan sama kagetnya, "Dengan Park Dong Jo? Dokter hewan? mereka akan menikah?" Hye In menjawab, "Benar. Berikan itu pada Dae Woong. Aku lelah." Byung Soo bertanya, "Bagaimana bisa seperti ini?" Hye In menjawab, "Kau tidak akan menduganya dan Sebaiknya kau tidak tau hal ini atau nanti kau akan terluka..." Hye In langsung pergi.


Sun Nyeon dan Byung Soo sama-sama bingung bagaimana harus mengatakan semua ini pada Dae Woong. Sun Nyeon bertanya, "Apakah Dae Woong tidak akan melakukan adegan seperti di film-film?" Byung Soo berfikir lama dan mereka pun mulai membayangkan...

Mi Ho dan Dong Jo ada di altar dan saling tersenyum. Dae Woong tiba-tiba datang dan menarik Mi Ho pergi. Sun Nyeon bilang bahwa ceritanya bukan seperti itu. Adegan pun di ulang kembali saat Dae Woong datang dan ternyata menarik Dong Joo pergi (Gay version huh? HAHAHAHAHAH :) Past adegan ini diputer lagu OST Life is Beautiful yang menceritakan tentang Gay. ) Byung Soo bilang bahwa ada cerita versi lain. yaitu Dae Woong datang dan berkata, "Dong Joo, Mi Ho... kita bertiga ini adalah saudara. Demi orang tua kita mari balas dendam..." (Diputer lagu OST Giant dan ceritanya mirip Giant.)


Sun Nyeon langsung memukul kepada Byung Soo dan khayalan itu pun hilang. Byung Soo bertanya-tanya, "Jadi sebenarnya apa hal yang tidak duga yang dikatakan oleh Hye In?"



Dae Woong terus mengikuti Mi Ho dari belakang dan Mi Ho mengetahui itu, "Kenapa kau mengikutiku ?" Dae Woong menjawab, "Belikan aku makanan. Aku ingin daging. Selama di China aku tidak makan daging. Aku sangat sangat sangat ingin makan daging. Terutama daging sapi! AKu ingin makan daging sapi." Mi Ho bertanya, "Kenapa aku harus membelikannya untukmu? Sekarang kamu dan aku tidak apa-apa lagi." Dae Woong bilang bahwa mereka sekarang tidak saling mengenal nama, dulu Mi Ho adalah Oh Mi Ho yang artinya Gumiho memiliki ekor lima sekarang siapa Mi Ho? Mi Ho menjawab, "Aku... Aku Park Sun Jo." Dae Woong berkata, "Baiklah Park Sun Jo. Belikan aku daging dan jika kau tidak membelikanku daging maka aku tidak akan pergi."

Mi Ho tidak ada pilihan lagi dan dia pun mengajak Dae Woong makan daging di restaurant. Dae Woong sengaja memasak daging satu demi satu agar lama dan itu membuat Mi Ho kesal. Mi Ho memutuskan untuk pergi duluan namun Dae Woong mencegahnya dan bilang bahwa dia pati akan nambah makanan jadi Mi Ho harus tetap disini untuk membayar daging.

Mi Ho akhirnya setuju untuk tetap diam dan terus melihat Dae Woong yang terus makan. Dae Woong sebenarnya sudah tidak kuat untuk makan namun dia terus memaksakan diri. Mi Ho menyuapi Dae Woong daging dan itu membuat Dae Woong mual dan langsung pergi ke kamar mandi. Mi Ho menghabiskan sisa daging dan meminta bon pembayarannya.


Selesai makan, Dae Woong masih terus mengikuti Mi Ho. Mi Ho kesal dan bilang bahwa mereka sudah selesai makan dan seharusnya Dae Woong tidak mengikuti mereka lagi. Dae Woong bilang bahwa dia tadi masih ingin makan sup tapi Mi Ho sudah duluan pergi meninggalkannya. Mi Ho meminta Dae Woong pergi karna dia juga akan pergi. Dae Woong mencegah Mi Ho pergi dan melihat mesin minuman sehingga dia meminta Mi Ho membelikan minuman soda untuknya.

Mi Ho memasukan koin ke dalam mesin minuman tapi si minuman tidak keluar juga. Dae Woong mendapatkan ide dan bilang bahwa mesin minuman macet sehingga mereka harus menunggu. Kebetulan ada kursi di samping mesin minuman sehingga Dae Woong duduk di situ dan mengajak Mi Ho untuk bersantai. Mi Ho tidak mau dan memaksa mesin minuman untuk mengeluarkan minuman sehingga dia menendang mesin itu. Dae Woong ingat kejadian dulu saat Mi Ho menendang mesin dan mesin itu jatuh, "Kamu... Kamu kehilangan kekuatanmu kan? Ini aneh kamu menendang mesin itu tapi mesin itu tidak jatuh." Mi Ho menjawab, "Aku menendangnya dengan pelan. Ambil koin ini kau bisa membelinya sendiri." Mi Ho langsung pergi dan Dae Woong hanya bisa diam.


Sun Nyeon dan Byung Soo memutuskan untuk meminta bantuan Dong Hong memberikan undangan pernikahan Mi Ho kepada Dae Woong. Dong Hong menerima undangan itu dan meminta Sun Nyeon dan Byung Soo pergi. Dong Hong berkata, "Antara 'My Dream Real Action' dan Tuan Cha Dae Woong itu sangat cocok tapi kenapa ini terjadi? Hmm saya bisa membayangkannya melodrama..."

Dong Hong selama ini masih mengira Mi Ho itu hamil sehingga dia membayangkan... Mi Ho berkata pada Dae Woong, "Aku hamil... tapi bayinya sudah pergi sehingga aku akan menikah dengan laki-laki lain." Dae Woong terkejut, "APA?" Dong Hong bilang bahwa seharusnya dia menambahkan sedikit aksi dalam khayalannya.


Dae Woong terus mengikuti Mi Ho diam-diam. Dae Woong mendapatkan ide lalu dia menghampiri Mi Ho yang sedang duduk di halte bus. Dae Woong bilang, "Apakah kau ada obat? Ah aku baru ingat kalau kau ini Gumiho..." Mi Ho jadi panik dan bertanya, "Kenapa? Apakah kita harus ke rumah sakit?" Dae Woong mencegahnya dan memilih duduk di samping Mi Ho lalu menyenderkan kepalanya di bahu Mi Ho dan bilang, "Tidak perlu. aku hanya ingin seperti ini sebentar."

Dae Woong terus bersandar dan bilang, "Ah mutiaramu ini sangat hebat aku merasa lebih baik sekarang." Mi Ho tau kalau Dae Woong berbohong karna mutiaranya itu tidak ada di dalam tubuhnya. Mi Ho langsung menjauh dari Dae Woong, "Kau tidak sakit, kau hanya berpura-pura." Dae Woong kaget dan bilang, "Aku sakit. Tanganku dingin, keningku berkeringat dan mukaku pucat." Mi Ho memegang tangan Dae Woong dan berkata, "Tanganmu panas, keningmu tidak berkeringat dan wajahmu tidak pucat sama sekali. Jangan ikuti aku lagi. Jika kamu masih mengikutiku maka aku akan berteriak dan bilang bahwa kau ini penguntit."

Dae Woong kaget mendengar hal itu dan dia bilang bahwa dia tidak akan mengikuti Mi Ho lagi setelah melihat ekor Mi Ho pada saat bulan datang. Mi Ho menyebut Dae Woong sebagai orang tidak sopan karna meminta seorang wanita menunjukan sesuatu padanya. Mi Ho menyebut Dae Woong juga sebagai parasit. Mi Ho meminta Dae Woong untuk pergi namun Dae Woong tidak peduli akan disebut apapun juga karna dia hanya ingin memastikan ekor Mi Ho.


Mi Ho masuk kedalam Bis dan Dae Woong mengikutinya. Diam-diam Mi Ho keluar dari pintu belakang bis dan Dae Woong pun kaget melihatnya. Dae Woong meminta supir bis menghentikan bis dan dia kembali ke halte untuk mengejar Mi Ho namun Mi Ho sudah tidak ada. Ternyata Mi Ho bersembunyi dan dia berkata, "Bagaimana aku sekarang... Kamu tidak perlu tau. Berbagialah... aku akan lebih baik hidup tanpanya dan pergi jauh. Ya dia akan berfikir seperti itu."


Dong Joo menghampiri Mi Ho dan bilang bahwa undangan pernikahan mereka besok akan sampai ke Dae Woong, mungkin Dae Woong tidak akan datang tapi Dae Woong pasti akan menerima kenyataan bahwa Mi Ho sudah tidak suka Dae Woong lagi. Mi Ho bertanya," Lalu apakah dia akan mengkhawatirkan aku lagi?" Dong Joo memberikan Mi Ho tiket ke Jepang lalu bilang, "Ini tiket ke Jepang. Jika kau memperlihatkan ini pada Dae Woong, seperti yang kau inginkan maka Dae Woong akan ingat bahwa kau pergi ke Jepang dengan bahagia."

Mi Ho lalu meminta maaf kepada Dong Joo karena dia telah membuat kehidupan Dong Joo lebih rumit. Dong Joo tersenyum dan bilang bahwa dia akan baik-baik saja asalkan Mi Ho berhenti memikirkan Dae Woong dan berhenti mencintai Dae Woong. Mi Ho menatap Dong Joo dan sekali lagi meminta maaf.


Dae Woong melihat kalender dan bilang bahwa hari ini adalah hari ke 88 dan itu artinya ekor Mi Ho akan menghilang kembali.


Benar saja, Mi Ho mulai merasakan kesakitan namun dia menahannya karna dia sedang duduk di ruangan bersama Dong Joo. Mi Ho menyalakan TV dn bilang bahwa Dong Joo belajar dengan cara membaca maka dia akan belajar dengan cara menonton. Dong Joo menutup bukunya dan bilang bahwa dia juga akan menonton TV. Dong Joo bertanya, "Acara apa yang ingin kamu tonton?" Mi Ho kebingungan dan menjawab, "Hmm acara yang berisik. Ah ya acara menyanyi dan menari saja. Tolong pindahkan salurannya." Dong Joo memindahkan channel dan membesarkan suara tv.

Mi Ho benar-benar merasa kesakitan dan bilang bahwa dia akan pergi keluar untuk membeli minuman soda. Dong Joo bilang bahwa dia saja yang akan membelinya namun Mi Ho mencegah dan bilang bahwa Dong Joo diam saja di rumah dan tetap menonton TV. Mi Ho berjalan menjauhi Dong Joo dan berkata dalam hati, "Jika dia tau kalau manik itu tidak ada di dalam tubuhku, dia pasti akan sedih."


Mi Ho pergi ke ruang bawah tanah dan mengambil mutiaranya yang ada di dalam botol. Mi Ho terus menahan kesakitan agar Dong Joo tidak mendengar suaranya. Sementara itu Dae Woong juga sangat khawatir di rumahnya memikirkan Mi Ho.


Akhirnya ekor Mi Ho menghilang 1 dan tersisa 1. Dong Joo mendengar suara aneh dari ruang bawah tanah makanya dia sengaja pergi kesana. DongJoo melihat Mi Ho dan bertanya, "Sedang apa kamu disini?" Mi Ho sudah kembali seperti semula dan menjawab, "Aku hanya mencari cermin. Aku merasa ada yang aneh dengan ekorku sehingga aku kemari untuk melihatnya di cermin." Dong Joo mendekati Mi Ho dan bertanya, "Apa ekormu menghilang lagi?" Mi Ho menjawab, "Ya, ekorku tersisa satu. Kamu harus membiarkan aku pergi." Dong Joo tidak mau membiarkan Mi Ho pergi dan meminta Mi Ho jangan menyerah begitu saja.


Paginya, Dae Woong pamit kepada Kakek namun Kakek langsung menghentikannya dan meminta Dae Woong membantu Bibi untuk menyiapkan pernikahan Bibi. Dae Woong bilang bahwa dia harus cepat-cepat pergi dan bilang bahwa Dong Hong yang harusnya membantu Bibi. Kakek bilang bahwa Dong Hong sangat sibuk sehingga tidak bisa mengurus masalah pernikahannya itu.

Kakek lalu bilang bahwa Bibi ini hari ini sedang bad mood karna umur Bibi sudah cukup tua tapi baru menikah sekarang. Dae Woong tidak memiliki pilihan lain dan akhirnya setuju untuk menemani Bibi pergi.


Tempat pertama yang dituju adalah memesan gedung pernikahan. Bibi kesal melihat Dae Woong yang tidak niat menemaninya sehingga Bibi bilang bahwa Dae Woong boleh pergi saat urusan gedung pernikahan selesai. Dae Woong terdiam dan masuk kedalam gedung untuk memesan gedung pernikahan.

Ternyata di gedung itu juga ada Mi Ho dan Dong Joo yang sedang mengecheck gedung pernikahan mereka. Pada saat Mi Ho dan Dong Joo pergi ke gedung untuk mengecheck, Bibi dan Dae Woong datang dan masuk ke ruang pemesanan.


Si pelayan bilang bahwa Bibi bisa memesan gedung karna pada hari itu gedung tidak ada yang menyewa. Bibi jelas senang. Pelayan itu bertanya, "Siapa nama anak anda yang akan menikah?" Bibi sangat kesal mendengar pertanyaan itu dan langsung bilang, "Bukan dia yang akan menikah tapi aku!"

Dong Joo melihat gedung itu dan bilang bahwa dia hanya menyewa tempat yang kecil karna tamu yang diundang itu sedikit. Dong Joo bertanya, "Apakah kamu suka?" Mi Ho yang sejak tadi hanya diam saja pun menjawab, "Yeah."

Bibi masih melihat-lihat contoh riasan pernikahan sementara Dae Woong duduk di sampingnya. Dae Woog melihat agenda pemesanan dan kaget saat melihat ada Pernikahan atas nama Park Sun Joo dan Park Dong Joo. Dae Woong berfikir, "Park Sun Joo dan Park Dong Joo? Ini mungkin Park Sun Joo yang lain. Tapi... Nama pengantin laki-lakinya adalah Park DongJoo? Huh kenapa Park Dong Joo akan menikah dengan Park Sun Joo?" (Tapi disini Dae Woong ga sadar bahwa yang menikah itu adalah Dong Joo dan Mi Ho, dia berfikir ahwa itu Dong Joo yang lain.)


Pelayan mengajak Bibi dan Dae Woong untuk melihat gedung pernikahan dan mereka pun berjalan bersama. HP Dae Woong berbunyi sehingga Dae Woong berhenti di depan gedung yang lainnya. Yang menelfon ternyata Byung Soo dan Dae Woong bertanya, "Hah apa yang tidak aku ketahui?" Tiba-tiba Dong Joo dan Mi Ho keluar dari pintu gedung pernikahan dan Dae Woong kaget mendnegarnya. ada pelayan yang menghampiri Mi Ho dan Dong Joo dan memanggil mereka berdua dengan sbeutan 'mempelai'. Dae Woong pun semakin kaget mendengarnya.


Dong Joo memberikan waktu agar Dae Woong bisa mengobrol dengan Mi Ho. Dae Woong masih tidak menyangka dan bilang bahwa hidup Mi Ho terlihat sangat sempurna bahkan Dae Woong tidak mengetahui masalah pernikahan Mi Ho. Mi Ho bilang bahwa kemarin itu dia ingin memberikan undangan perikahannya pada Dae Woong namun dia salah memberikan sehingga sekarang saja dia memberikan undangan itu. Mi Ho bilang bahwa dia akan segera pergi setelah cara pernikahan itu dan hari ini sangat sibuk jadi mereka akan bertemu saat pernikahan nanti.

Dae Woong menatap Mi Ho dan bertanya, "Apakah kau pikir aku akan datang?" Mi Ho menjawab, "Baiklah kalau kau tidak akan datang maka ini perpisahan kita. Kita tidak akan bertemu kembali di masa depan." Dae Woong menatap Mi Ho sedih dan bilang, "Ya kita tidak akan bertemu lagi di masa depan." Mi Ho pun pamit pergi bersama Dong Joo meninggalkan Dae Woong yang masih sedih. Dae Woong berkata, "Ini melegakan."


Mi Ho pulang ke rumah Dong Joo dan dia melihat cincin pernikahannya dengan Dong Joo. di rumah kakek, Dae Woong juga sedang menatap cincinnya yang dulu dipakai oleh Mi Ho.


Bibi bilang pada Kakek bahwa mata Dae Woong terlihat sangat sedih dan ini pasti di karenakan Mi Ho yang mencampakan Dae Woong. Kakek bilang bahwa dulu juga Bibi paling sering di campakan oleh laki-laki. Bibi pun mengingat bahwa Dae Woong lah yang selama ini selalu menghiburnya jika dia patah hati.


Tahun 1991, Bibi patah hati dan Dae Woong menghiburnya dengan mencium pipi Bibi sementara Kakek hanya bersikap, "Ahh kenapa lagi?". Tahun 1999 Bibi patah hati lagi dan dae Woong berkata, "Bibi jika tidak ada yang menikahimu maka aku yang kan menikahimu." Bibi tersentuh dan langsung memeluk Dae Woong. Tahun 2005 Bibi patah hati lagi!!! Dan Dae Woong menghibur Bibi dengan ingin menghajar orang yang mencampakan Bibi namun Bibi mencegahnya dan langsung memeluk Dae Woong.

Kemabali ke masa sekarang.... Bibi ingin menghibur Dae Woong yang sedang patah hati. Kakek bertanya, "Bagaimana cara kau menghiburnya hah?" Dae Woong keluar dari kamarnya dan bilang bahwa dia sedang lapar. Kakek dan Bibi pun bersama-sama berkata, "Ah Makanan!"


Bibi sengaja memasak banyak makanan. Dae Woong bilang bahwa nanti setelah Bibi menikah pasti tidak akan ada yang memasak enak seperti ini. Bibi berjanji akan sering datang. Dae Woong lalu bertanya, "Ah, Bibi kado apa yang kau inginkan untuk pernikahanmu? Aku akan membelikan apapun yang kau mau." Bibi menolak dan bilang bahwa dia tidak ingin apapun. Lalu Bibi bertanya, "Kau mau aku buatkan daging?" Kakek langsung menyikut Bibi dan Bibi pun menyesal telah membahas masalah daging karna itu membat Dae Woong mengingat Mi Ho.


Sementara itu Dong Joo memperlihatkan foto rumah baru mereka di Jepang dan bilang bahwa di belakang rumah itu ada gunung yang akan sangat indah jika sedang musim gugur. Mi Ho terlihat tidak bersemangat dan biasa saja melihat foto itu.


Dong Hong dan Sun Nyeon datang ke rumah Kakek mengirimkan makanan. Kakek memuji Sun Nyeon yang cantik dan seperti peri, Sun Nyeon yang mendengar itu langsung tersipu malu. Bibi datang membawa kopi untuk Dong Hong dan mereka berdua saling megedipkan mata. Sun Nyeon kesal melihat itu dan berkomentar, "Huh menggelikan sekali." Sementara itu Dae Woong yang melihatnya hanya tersenyum.


Byung Soo bilang bahwa Dong Hong meminta rumah di sekolah aksi itu di bersihkan dan Byung Soo akan membantu membuang semua barang-barang kenangan Dae Woong dan Mi Ho.


Sun Nyeon sedang ada di ruang rias bersama Hye In. Sun Nyeon melihat foto dan bertanya, "Apakah perempuan di foto ini melakukan adegan aksi untukmu?" Hye In menjawab, "Ya dia menjadi stunt womanku ya muskipun hasilnya tidak sebaik Mi Ho." Sun Nyeon berkomentar, "Muskipun kau terlihat membenci Mi Ho tapi sebenarnya kau juga merasa bersalah padanya kan." Hye In menyangkalnya, "Tidak. Dia itu ya seharusnya menyelesaikan adegan-adeganku. tapi dia malah berhenti."

Sun Nyeon melihat foto itu dan bertanya, "Loh bukankah ini Mi Ho?" Hye In kaget dan bilang, "Tidak mungkin. Dia akan segera menikah dengan Dong Joo jadi untuk apa dia ada di China?"


Ternyata benar. Orang yang ada di dalam foto itu memang Mi Ho. Ya Mi Ho pergi ke China dan memotret banyak foto Dae Woong. Mi Ho bilang bahwa selama ini dia mengetahui banyak kata baru itu dari orang yang ada di lokasi shooting di China.

Dong Joo melihat Mi Ho yang sedang melihat album foto dan dia pun bilang bahwa Mi Ho itu selalu mengikuti Dae Woong dan untung saja Dae Woong tidak sadar diikuti oleh Mi Ho. Mi Ho menutup album foto dan bilang bahwa melihat foto masa lalu itu meninggalkan kenangan indah. Dong Joo mengingatkan kepada Mi Ho bahwa besok mereka akan menikah. Mi Ho bilang bahwa dia tau hal itu karena dia lah yang mengusulkan mengenai pernikahan ini pada Dong Joo. Dong Jo berkata, "Aku tau kalau pernikahan ini diadakan karna Dae Woong tapi... aku juga mengharapkan hatimu akan semakin tenang."

Mi Ho mencoba menghindar dengan bilang bahwa dia mau megambil sesuatu di rumah sekolah aksi. Dong Joo menahan tangan Mi Ho dan bilang bahwa Mi Ho harus mulai melupakan semuanya karna mereka ini akan segera pergi jauh. Dong Joo juga meminta Mi Ho membuang semua perasaannya karna Mi Ho masih punya kehidupan yang belum berakhir. Dong Joo bilang bahwa Mi Ho harus membuang semua yang Mi Ho punya dan Dong Joo akan memberikan apapun yang Mi Ho butuhkan.

Mi Ho menatap Dong Joo dan bilang bahwa dia hanya akan mengambil sesuatu dan kembali lagi. Mi Ho melepaskan genggaman Dong Joo dan berlari pergi. Dong Joo hanya terdiam melihat Mi Ho pergi.


Sun Nyeon menunjukan foto Hye In waktu di China dan di belakang foto itu terlihat ada Mi Ho. Byung Soo bilang, "Walaupun itu ternyata Mi Ho, kita tidak boleh memberi tahu Dae Woong karna itu akan membuat Dae Woong sakit hati. Sebaiknya kita hancurkan foto ini."

Tiba-tiba ada yang mengambil foto itu dan orang itu adalah Dae Woong. Dae Woong bertanya, "Hmm apa yang akan membuatku sakit hati? Hah ini bukankan Mi Ho?" Sun Nyeon langsung bilang, "Lihat, Dae Woong saja langsung menyadari bahwa itu Mi Ho. Berarti itu benar-benar Mi Ho." Byung Soo berkomentar, "Ah menurutku itu bukan Mi Ho. Bukankah semua gadis di studio saat shooting itu berambut panjang? Ya itu pasti gadis lain." Dae Woong bilang, "Ya itu pasti gadis lain. Tidak ada alasan bagi Mi Ho pergi ke China."

Byung Soo setuju pendapat Dae Woong dan bilang, "Ya benar sekali. Dia akan menikah besok, lalu untuk apa pergi ke China ya kan?" Sun Nyeon cepat-cepat menutup mulut Byung Soo. Byung Soo pun langsung menahan omongannya.


Mi Ho pergi ke rumah sekolah aksi dan mengambil album foto yang ditinggal disana. Mi Ho melihat boneka ayam dan dia jadi ingat saat Dae Woong memberikan boneka itu padanya. Mi Ho mengambil boneka itu dan bilang bahwa dia tidak boleh meninggalkannya begitu saja di sana. Mi Ho melihat poster yang dulu di berikan kepada Dae Woong dan dia pun bilang bahwa poster itu tidak boleh ditinggalkan. Tapi Mi Ho langsung berfikir, "Jika aku membawa semua ini kapan aku bisa melupakannya?" Mi Ho pun menyimpan boneka ayam dan poster itu da hanya mengambil album foto.

Mi Ho menatap papan tanggal dan mencoret tanggal yang sudah dia lewati. Mi Ho sadar ada seseorang yang datang sehingga dia pun langsung berlari untuk bersembunyi.


Dan yang datang ternyata Dae Woong. Dae Woong merasa aneh karna tempat itu lampunya dinyalakan. Mi Ho yang bersembunyi di kamar mandi dan dia mndengar suara Dae Woong. Dae Woong mencoba mencari album foto Mi Ho namun dia tidak menemukannya. Dae Woong melihat papan tangga dan dia merasa aneh karna papan tanggal itu ada yang mencoretnya.


Mi Ho mendengar suara pintu ditutup dan dia pun berfikir bahwa Dae Woong sudah pergi sehingga dia diam-diam keluar dari kamar mandi. Mi Ho cepat-cepat keluar dan kaget saat melihat ada Dae Woong di luar rumah.

Dae Woong bertanya, "Kenapa kamu ada disini?" Mi Ho menyembunyikan album fotonya dan menjawab, "Aku hanya mengambil sesuatu." Dae Woong mengambil album foto yang di sembunyikan dan berkata, "Apakah kamu datang untuk mengambil ini?" Mi Ho mencoba mengambil album itu dan bilang, "Ini tidak ada urusannya denganmu." Dae Woong terus memegang album itu dan tidak membiarkan Mi Ho mengambilnya. Mi Ho kehabisan akal dan memilih untuk pergi saja namun Dae Woong langsung menahannya.

Dae Woong kembali bertanya, "Kamu... Apakah kamu mengikutiku ke China?" Mi Ho kaget dan menjawab, "Tidak. Tentu saja tidak." Dae Woong langsung menahan Mi Ho dan bertanya, "Sebenarnya kau ini ada dalam situasi seperti apa? Bulan sudah muncul, tunjukan aku ekormu! Kamu sudah tidak memiliki kekuatan dan ekormu menghilang, kan?" Mi Ho kebingungan dan meminta Dae Woong segera melepaskannya. Mi Ho terus memberontan dan itu membuat album foto jatuh dan terlihat foto mereka berdua yang tersenyum. Dae Woong mengambil album itu dan Mi Ho memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur.


Dae Woong terus mengejar Mi Ho dan berhasil menghentikan Mi Ho di dalam Gor sekolah seni. Dae Woong bertanya, "Apakah ini sudah berhenti atau ekormu terus menghilang?" Mi Ho kebingungan dan balik bertanya, "Apa yang terjadi padaku... Apakah kamu perlu mengetahuinya?" Dae Woong menjawab, "Ya! Aku harus mengetahuinya. Tunjukan padaku!"

Mi Ho tidak memiliki pilihan lain dan berjalan ke sinar bulan. Mi Ho meminta Dae Woong untuk melihatnya dengan jelas. Mi Ho mengeluarkan ekornya yang tinggal satu dan bilang, "Aku tidak bisa menghentikannya. " Dae Woong kaget melihatnya dan bertanya, "Kalau begitu... kamu akan mati?" Mi Ho menjawab, "Ya. Aku akan menghilang."



Pst : Omo.... Gimana ya akhirnya? TT_TT

credit : http://zoladiaries.blogspot.com
 

coretan yanni Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template