Kamis, 10 Maret 2011

Mengenal Jang Ja Yeon, Si Cantik yang Naas



Mengenal Jang Ja Yeon, Si Cantik yang Naas

PENYELIDIKAN kasus kematian Jang Ja Yeon yang kembali memanas semakin memancing rasa penasaran mengenai apa yang dialami Jang di masa hidupnya.
Karir Jang memang tak secemerlang Song Hye Kyo atau Lee Young Ae, namun problema yang dihadapinya hingga akhir hidupnya telah menyita perhatian banyak khalayak.
Wanita kelahiran 8 Desember 1982 ini memulai karirnya dengan membintangi sebuah iklan televisi tahun 2006 silam. Sejak saat itu, pintu karirnya mulai terbuka hingga akhirnya Jang mulai menerima tawaran sejumlah film dan serial.
Walau hanya mendapat peran-peran kecil, Jang terus menjalaninya sebagai proses dalam berkarir.
Karirnya semakin terbuka lebar saat mendapat tawaran berakting di serial Boys Over Flowers.
Serial ini merupakan hasil adaptasi dari komik Hana Yori Dango karya Yoko Kamio. Sebelumnya, Hana Yori Dango sukses diadaptasi oleh sebuah rumah produksi Taiwan dan tayang dengan judul Meteor Garden. Anda tentu masih ingat bagaimana cerita cinta Hua Zhe Lei dan San Chai, serta geng F4 yang terdiri dari 4 siswa ganteng dan kaya-raya.
Boys Over Flowers mencoba merakit kembali kisah cinta ala remaja ini dengan sentuhan Korea. Serial ini tayang di Indonesia dengan judul Boys Before Flowers (BFF) dan sempat menjaring banyak pemirsa.
Dalam BFF, Jang berperan sebagai Sunny alias Park Seon-ja, anggota geng Jin Sun Mi. Dalam geng yang berisi 3 perempuan centil ini, Sunny bersahabat dengan Choi Jin Hee alias Ginger (diperankan Gook Ji Yun) dan Lee Mi Sook alias Miranda (Min Young Won). Geng Jin Sun Mi selalu mengganggu Geum Jan Di (Koo Hye Sun) saat berdekatan dengan F4.
Selepas berperan di BBF, Jang mencoba melangkah ke dunia layar lebar. Hingga akhir hidupnya, Jang masih menunggu peluncuran dua film pertamanya, They Are Coming dan Penthouse Elephant.
Penthouse Elephant sempat diundur penayangannya akibat pihak lembaga sensor film Korea kewalahan menangani adegan-adegan panas yang bertebaran di sepanjang film.
Jang-Ja-Yeon-di-BBF---rambut-pitaDalam film ini, Jang beberapa kali menjalani adegan ranjang bersama lawan mainnya, Jo Dong Hyuk.
Tak hanya di ranjang, keduanya juga beradu nafsu di dalam mobil sampai di bak mandi. Seolah menggambarkan kehidupan nyata Jang, karakter yang diperankan Jang akhirnya mati bunuh diri di akhir cerita.
7 Maret 2009, Jang kembali bunuh diri. Kali ini bukan di depan kamera, namun di kehidupan nyata. Pukul 19.34 waktu setempat, jasad Jang ditemukan tergantung di jeruji tangga rumahnya. Jenazahnya ditemukan saudara perempuannya yang segera menghubungi polisi.
Semula Jang diduga depresi akibat ditinggal kedua orang tuanya yang meninggal dalam sebuah kecelakaan maut tahun 1999 silam.
Namun fakta-fakta susulan semakin membuka kemungkinan bahwa Jang mengalami tekanan dari pihak lain.
Sejumlah surat yang ditemukan di penjara Gwangju menunjukkan adanya tindak kekerasan dan pelecehan seksual yang dialami Jang.
Jang bahkan menyebut adanya 31 pengusaha dan petinggi dunia hiburan yang menikmati keindahan tubuhnya.
Jang terpaksa melakukannya karena ancaman dan teror yang diterimanya terus-menerus.

Fakta Baru Kasus Bunuh Diri Bintang BBF Jang Ja Yeon


SETELAH dokumen-dokumen rahasia mendiang bintang Boys Before Flowers, Jang Ja Yeon dibongkar, Minggu (6/3) lalu, pihak kepolisian akhirnya membeberkan dari mana surat-surat itu diperoleh.
Dong-A Ilbo, Kamis (10/3) melansir, surat-surat yang diyakini berisi tulisan tangan Jang Ja Yeon itu ditemukan di penjara Gwangju, di sel tahanan seorang pria yang sampai sekarang masih dirahasiakan identitasnya.
Rabu (9/3), pihak kepolisian sektor Gyeonggi dan Departemen Kepolisian Bundang mendatangi sel tempat pria 31 tahun itu menjalani masa penahanannya.
Polisi menggeledah sel, loker, dan tempat penyimpanan barang-barang milik tahanan. Dari penggeledahan itu, polisi berhasil menyita dua boks berisi 23 surat, 20 amplop, dan lebih dari 70 lembar foto copy kliping koran, serta arsip-arsip.

Seluruh barang bukti hasil penggeledahan segera disegel dan dikirim ke pusat investigasi sains untuk diperiksa tulisan tangan serta sidik jari yang terdapat dalam dokumen.
“Kami mengirim 3 dokumen berisi tulisan tangan Jang dan 3 artikel yang ditulis si tahanan hari Rabu ini. Kami meminta pihak forensik untuk segera menyelidiki barang bukti,” tutur perwakilan dari pihak kepolisian.
“Biasanya hasil pemeriksaan akan keluar 2 minggu setelah diserahkan, tapi kami akan usahakan agar hasilnya bisa keluar 5-7 hari dari sekarang.”
Pihak kepolisian juga menyatakan, dari 20 amplop yang ditemukan, hanya 3-4 yang memiliki cap pos. Sejumlah artikel dan kliping yang berkaitan dengan kasus Jang nampak ditandai dengan stabilo.
Salah satu cara untuk mengetahui benar atau tidaknya surat itu dikirim Jang Ja Yeon ialah memeriksa nama dan alamat pengirim yang tertera di surat yang dibubuhi cap pos. Sayangnya, karena seluruh dokumen telah disegel, pihak kepolisian belum sempat memeriksanya.
Selama tahap pemeriksaan oleh pihak forensik, kepolisian akan melanjutkan penyelidikan dengan membawa foto copy surat untuk dibandingkan dengan data-data yang disimpan pengadilan distrik Suwon yang selama ini menangani kasus Jang.
Psikiater juga telah dikirim ke penjara Gwangju untuk memeriksa kondisi mental si tahanan. Lee Myung-kyun, kepala kepolisian area Samcheok yang menangani investigasi kasus ini tahun 2009 silam, turut dipanggil untuk mempercepat penyelidikan.
Sayangnya, hingga kini SBS sebagai pihak pertama yang membongkar kasus ini belum bersedia memberikan keterangan bagaimana mereka mengetahui keberadaan si tahanan dan surat-surat yang disimpannya. Jika tulsian tangan dalam dokumen yang disita itu terbukti tulisan tangan Jang, dapat disimpulkan bahwa keduanya memiliki hubungan yang akrab.
Kini pertanyaan yang tersisa adalah, siapa pria itu dan mengapa dia berada di tahanan?

Jang Ja Yeon: “Saya Akan Balas Dendam, Bahkan Setelah Saya Mati!”

 
DIBONGKARNYA dokumen-dokumen yang dipercaya milik bintang drama Korea, Jang Ja Yeon, membuat publik menuntut pemerintah Korea untuk membuka kembali pengusutan kasus kematiannya.
Sebagai respon dari desakan ini, Menteri Hukum Lee Kwi Nam menyatakan untuk segera mengambil tindakan.
Dalam rapat nasional, Senin (7/3) lalu, Lee menyatakan untuk mempertimbangkan kemungkinan dibukanya kembali kasus ini untuk investigasi lebih jauh.
Seberapa berat pelecehan yang dialami Jang Ja Yeon hingga melibatkan pihak kementerian dan perhatian dari masyarakat luas?
Jang Ja Yeon dikenal sebagai Park Seon-ja atau Sunny di serial Boys Over Flowers. Di Indonesia, serial ini tayang dengan judul Boys Before Flowers (BBF).
Maret 2009, dunia hiburan Korea sontak geger dengan penemuan jasad Jang Ja Yeon yang tergantung di rumahnya.
Tak ada luka lebam atau bekas kekerasan, pihak kepolisian menyatakan kematian Jang murni bunuh diri.
Dua tahun berlalu, kasus ini kembali hangat setelah stasiun televisi SBS menayangkan laporan khusus mengenai ditemukannya sejumlah dokumen yang dipercaya ditulis Jang kepada rekannya.
Dalam dokumen itu diketahui, Jang kerap mengalami tindak kekerasan dan pelecehan seksual dari sejumlah petinggi dunia hiburan.
Oleh manajemennya, Jang bahkan dipaksa melakukan hubungan seksual dengan para pengusaha dan petinggi media. Jang pun tak ragu menyebutkan nama-nama “pelanggan” yang menikmati tubuhnya semasa hidup.
Dalam salah satu surat yang diungkap SBS, Jang menuturkan apa yang dialaminya.
Saya melayani 31 pria. Setiap kali saya ganti pakaian, saya harus melayani mereka,” tuturnya seperti yang dikutip laman Go Kpop, Selasa (8/3).
Jang merasa tak punya pilihan karena ia berada di bawah ancaman. Hingga di masa-masa kelam itu Jang harus melayani nafsu bejat para “pelanggan”-nya sebanyak total 100 kali.

Jang pun dipaksa menemani para pengusaha ini di sejumlah bar dan karaoke kelas atas, bahkan hingga ke lapangan golf.
Lebih mengejutkan, Jang bahkan harus absen dari acara peringatan kematian kedua orang tuanya demi memuaskan nafsu para klien.
Di salah satu surat, Jang nampak tak sanggup membendung kemarahannya dan menyebut pria-pria hidung belang itu sebagai “iblis”.
Jang bahkan berjanji untuk balas dendam saat dia telah tiada.
“Setiap kali saya punya baju baru, saya harus bertemu dengan iblis lainnya. Saya akan balas dendam, bahkan setelah saya mati!”
Kini pihak kepolisian setempat tengah berusaha untuk menyelesaikan kasus ini secepatnya dan segera membeberkan ke-31 petinggi yang menikmati layanan plus-plus dari Jang.



cre : tabloid bintang

0 komentar:

Poskan Komentar

 

coretan yanni Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template