Sabtu, 26 Maret 2011

49 Days Episode 4



Ji Hyun buru-buru mencari cap resminya sebelum Min Ho sampai di kamarnya, tapi ia tidak bisa menemukannya. Saat Min Ho masuk ke dalam kamar, ia melompat ke pintu teras dan menggantung di pinggir balkon. Tapi ia tidak kuat menggantung lagi dan jatuh ke tanah, melukai pergelangan kakinya.
Eun Jung pergi ke rumah sakit untuk bertemu seseorang yang dipanggilnya ibu. Mungkin bukan ibu kandungnya. Wanita itu menderita dementia dan tidak mengenalinya. Ia berteriak marah, membuat Eun Jung kecewa. Mungkin wanita itu adalah ibu Min Ho.
Di rumah Ji Hyun, Ibu masuk ke kamar Ji Hyun, menghentikan pencarian singkat Min Ho dan akhirnya ia pergi hanya membawa foto dan boneka. Ji Hyun melihatnya pergi, bertanya-tanya apakah ia menemukannya. Tapi melihat wajahnya yang frustasi, Ji Hyun menjadi tenang, Min Ho pasti tidak menemukannya juga.
 

Saat ia melihatnya pergi, Ia marah pada dirinya sendiri: “Shin Ji Hyun, kau percaya pada orang seperti itu. Kau pikir orang seperti dia mencintaimu?”
Ia melihat rumahnya lagi, menangis saat memikirkan ayah dan ibunya. Ia berjalan-jalan sebentar, merasa sendirian.
 

Ia berdiri di pojokan untuk beberapa lama, melihat orang-orang lewat, karena terlalu frustasi, ia mulai memukuli kepalanya berpikir bahwa ia sangat bodoh. Tiba-tiba ada suara dari langit, Scheduler berteriak, “ kenapa kau memukuli Song Yi Kyung?” Oops, ia sadar bahwa itu bukan kepalanya. Ia mencari Scheduler dan melihatnya di balkon sedang minum kopi.
 

Dengan riang ia menyusul Scheduler  yang hanya ber tsk tsk padanya. Ia berteriak marah bahwa tidak seorang pun yang memberinya ijin untuk menyakiti Yi Kyung. Ji Hyun meminta maaf, tapi kemudian tersenyum dengan tidak sabar, senang karena ada orang yang bisa diajak bicara.

Ia memegang tangan Scheduler saat ia duduk didekatnya, yang membuat Scheduler bereaksi lucu, sesuatu seperti, OMG dia menyentuhku!
Ji Hyun menganggapnya teman, sedangkan wajah Scheduler seperti berkata lepaskan tanganku, lepaskan....
Ia menjelaskan bahwa mereka tidak berteman dan Ji Hyun hanya berkata bahwa ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan, tidak ada orang yang bisa diajaknya bicara.
 

Ia mulai menceritakan masalahnya, bertanya-tanya apa yang akan dilakukan oleh Min Ho dan Eun Jung, berapa lama waktu yang dibutuhkannya untuk menemukan capnya, apa yang terjadi jika ia tidak menemukannya, bagaimana dengan air mata murni....dan Scheduler kemudian meletakkan tangannya, protes , menyuruh Ji Hyun menghentikan ceritanya.
 

Scheduler mengingatkannya bahwa ia bukan manusia dan ia disini bukan untuk memperhatikannya. Ia disini karena Ji Hyun melukai tubuh yang dipinjamnya. Ji Hyun mendesah, “Oh...jadi itu alasan kamu datang?” dan air matanya jatuh.
Scheduler memberitahunya bahwa ia punya jadwal yang sibuk. Tapi Ji Hyun mengingatkan bahwa ia telah memberi petunjuk padanya semalam, tentang membuka pintu. Ji Hyun duduk dan mencoba mmbuktikan persahabatan mereka....kepadanya. Scheduler terengah-engah dan memandang sekelilingnya, “Aku?! Kapan?”
Scheduler melompat dari meja dan berkata bahwa Ji Hyun hanya mengarang saja dan pergi. Ji Hyun masih duduk dan cemberut, berkata pada dirinya sendiri bahwa Scheduler telah memberinya petunjuk semalam. Ia yakin itu.
 

Saat Scheduler pergi, ia melihat Ji Hyun lagi dan menghela napas, berkata pada dirinya sendiri bahwa Ji Hyun orang yang lambat dalam menyerap sesuatu, oleh karena itu ia sering terluka. Ternyata ia telah melanggar aturan untuk membantunya.
Min Ho pergi kerumah sakit untuk mengantarkan barang-barang Ji Hyun, membuatnya mendapat nilai plus dari ayah. Ayah mengumumkan bahwa ia akan kembali bekerja, yang akan membuat rencana yang dibuat Min Ho menjdi semakin susah dilakukan.
 

Ji Hyun berjalan-jalan lagi sebentar dan berakhir di depan toko roti Seo Woo. Ia melihat temannya. Sekarang ia sadar betapa sepinya ia tanpanya. Seo Woo mengenalinya dari restoran Kang dan melihat bahwa ia lapar. Seo Woo menawarinya pastry.
Di restoran Kang, pegawai yang lain protes karena Yi Kyung telat lagi dan bertanya-tanya apa yang terjadi pada bosnya, yang mereka tahu sangat dingin. Manager restoran memberitahu bahwa seseorang pasti mempunyai beberapa sisi dalam hidupnya.
 

Tapi ketika Kang muncul dibelakang mereka dan tahu bahwa Yi Kyung belum kembali, ia pergi dengan marah siap untuk memecatnya lagi. Kang melihat Ji Hyun berjalan masuk, sedang memakan pastrynya, ia mengira Ji Hyun menyalahgunakan kebaikannya.
Ia mengajaknya bicara secara personal, bertanya apakah ia menganggapnya orang yang tolol dan memanfaatkan dirinya. Ji Hyun kaget, potongan terakhir rotinya menyangkut ditenggorokan, ia pun tersedak.
Kang merasa khawatir sehingga marahnya hilang, ia berteriak minta tolong. Semua orang segera datang dan membawakan air dan memastikan bahwa ia baik-baik saja. Ia melihat wajah semua orang yang khawatir akan keadaannya.
 

Di kamar mandi, ia muntah dan membutuhkan beberapa waktu untuk menenangkan diri yang berakhir dengan air mata. Ji Hyun menangis karena kewalahan dan kelelahan. Diluar, Kang menunggunya dan memberitahunyauntuk mengikutinya. Ji Hyun bertanya dengan hati-hati mengapa ia harus mengikutinya. Kang hanya bergumam bahwa ia selalu membuatnya khawatir.
 

Ji Hyun duduk dibawah, khawatir ia akan dipecat lagi. Tapi Kang mencul sambil membawa seember es batu dan handuk. Ia meletakkannya didepan Ji Hyun dan melangkah pergi, berpura-pura tidak memperhatikannya....tapi ia tahu bahwa kaki Ji Hyun terkilir.
Ji Hyun tersenyum, tahu bahwa itu untuk mengompres kakinya dan bertanya-tanya apakah ini benar Kang? Kang memberitahunya bahwa seharusnya ia mengompres kakinya dengan air es. Ji Hyun hanya tersenyum sendirian, ia berpikir, “Yeah, aku yang mengajarimu itu.”
Kang: “Kenapa kau terus memandangku seperti itu?”
Ji Hyun: “Karena kau sangat manis.”
Kang memberikan dompetnya yang ketinggalan kemarin. Awalnya, Ji Hyun tidak mengenalinya. Kang bertanya tentang peluit yang ada didalamnya dan Ji Hyun berkata bahwa seseorang telah memberikannya padanya untuk melindunginya dan meniupnya.
 

Itu membuat Kang teringat pertemuan pertamanya dengan Ji Hyun. Ketika mereka berguling menuruni bukit untuk mengambil sepedanya. Kaki Kang terkilir, Ji Hyun meniup peluitnya, berkata bahwa ayahnya memberitahunya untuk meniupnya saat keadaan darurat. Heh. Jadi ia memang selalu bertindak bodoh.
Ji Hyun segera bangun, ia berkata bahwa ia baik-baik saja sekarang, tapi Kang menghentikannya, menyuruhnya duduk untuk memberitahunya sesuatu. Kang mengeluarkan sebuah amplop yang berisi uang dan memberikannya kepadanya, berkata bahwa ia tidak bisa mengurus sesuatu yang rumit dan  berantakan dan sejak kedatangannya, ia tidak pernah punya waktu yang tenang.
Ia menawarkan pembayaran selama 49 hari dan memecatnya lagi. Ji Hyun marah karena penawaran tersebut dan berkeras bahwa ia bukan pengemis. Kang menolak memberinya kesempatan lain dan Ji Hyun bertanya dengan marah apakah ia bersikap manis padanya untuk melakukan ini.
 

Kang menjadi marah dengan sikapnya dan berkeras bahwa ia hanya ingin membantunya, karena kelihatannya ia mempunyai seseorang yang harus dirawatnya, ia punya masalah dengan tunangannya dan ia bahkan tidak punya uang untuk makan. Ji Hyun tetap menolak pesangonnya dan melangkah pergi....kalah.
Tentu saja Kang tidak tahan melihatnya. Penasaran, ia ingin tahu apa yang ia inginkan darinya dan Ji Hyun menjawab dengan penuh air mata bahwa yang diinginkan hanya ingin tetap bekerja disini. Dalam kepalanya ia berpikir, “Kang-ah, jika kau menendangku keluar, aku benar-benar sendirian.”
 

Kang berusaha memaksa Ji Hyun untuk menerima uangnya, tapi ia berkata bahwa ia akan baik-baik saja dan Kang selalu ada disampingnya. Kang kemudian mendengar perut Ji Hyun yang berbunyi dan menyuruhnya untuk pergi ke atas, makan sesuatu. Ji Hyun menangis, ia merasa tidak mampu menahan perasaannya atas semua perhatian Kang. Kang memandangnya dengan tidak nyaman, kelihatannya ia tidak biasa menghadapi seorang gadis.
Kang: “Kenapa....kau menangis?”
Ji Hyun: “Aku menangis karena punya air mata.”
Kang: “Kenapa kau punya air mata? Aku bahkan tidak jadi memecatmu!”
Ji Hyun: “Karena aku merasa berterimakasih!” lol
Eun Jung pergi ke toko gaun pengantin untuk mengusut kembali langkah terakhir Ji Hyun. Wanita yang berada ditoko itu memberitahunya bahwa hari itu, Ji Hyun memilihkan gaun yang spesial untuknya, berkeras bahwa gaun itu akan cantik bila Eun Jung memakainya dan karena ia telah memilihkan pendamping pria yang keren untuknya.
Eun Jung terguncang, bahwa teman yang di khianatinya sangat memikirkannya dan Ji Hyun mengenakan gaun yang dibelinya untuk ditunjukkan padanya. Pada saat yang sama, Min Ho menerima telpon dari seseorang yang berhubungan dengan tanah Ji Hyun, bahwa ia akan segera pergi ke selatan, Min Ho meminta sedikit waktu lagi.
 

Min Ho muncul di Heaven dan Ji Hyun yang polos memandangnya dengan tajam dari kejauhan dan gemetar ketika ia mendekat. Min Ho tahu semua sikapnya padanya dan memintanya untuk tidak berbuat onar didekatnya.
Min Ho mendapat telpon dari “sekretaris Shin” dan melangkah keluar untuk menerimanya. Ji Hyun menduga bahwa itu mungkin telpon dari Eun Jung jadi ia mengikuti Min Ho untuk menguping. Ia mendengar Min Ho menyebut namanya saat ia menyuruh Eun Jung berhenti menangis. Ia juga kelepasan bicara tentang rencana yang sudah dua tahun dibuatnya.
 

Ji Hyun bertanya-tanya apa maksudnya, karena ia bertemu Min Ho kurang dari 2 tahun.
Sekarang jelas baginya bahwa pertemuannya dengan Min Ho tidak kebetulan seperti yang dikiranya selama ini
Sebelum ia punya kesempatan untuk tahu lebih banyak, Min Ho menutup telponnya dan melihatnya berada didekatnya. Min Ho menyuruhnya berhenti, karena ia tahu apa yang tujuannya, tapi Ji Hyun bukan tipenya. Ji Hyun mencemooh bahwa ia pikir ia suka padanya, dan tidak dapat menahan dirinya.
Ji Hyun: “Aku pikir kamu hanya bisa mengingat nama, tapi kamu juga suka berdelusi.Walaupun aku aktor yang bagus, apakah aktingku lebih bagus darimu? Kamu punya sikap yang bagus tapi tidak punya ketulusan. Dan wajahmu bukan wajah aslimu. Karena kau tahu psikologi dengan baik, kamu bisa memanfaatkan orang dan memperdaya dengan baik.
 

Saat Ji Hyun mengatakan kalimat terakhirnya, kalung berbentuk airmatanya mulai bercahaya merah dan Ji Hyun merasa kesakitan. Tiba-tiba Scheduler datang dan berdiri diantara mereka dan memberinya peringatan keras bahwa ia hampir saja membuka identitasnya, jika ia melakukannya, kalung itu pecah, dan waktu 49 harinya hilang. Semua selesai.
 

Ji Hyun mengangguk, ia mengerti. Min Ho menatapnya dan berpikir bahwa Ji Hyun seperti orang gila. Kang berjalan dan melihat mereka bersama. Min Ho bertanya apa yang sedang Ji Hyun lakukan, Ji Hyun tersadar, berbohong bahwa Min Ho adalah tunangan teman Kang tapi menuduhnya mencoba menggodanya, jadi ia marah. Ia segera masuk ke dalam restoran.
 

Malamnya, Yi Kyung melihat tubuhnya. Ia melihat kakinya yang terkilir dan rambutnya yang bersih. Ia mengeceknya dengan melihat ke kaca, ketika pria baik yang selalu mengikutinya datang. Ia berkata bahwa ini pertama kalinya ia melihat Yi Kyung melihat ke cermin.
Ia mendesak Yi Kyung untuk lebih tertarik padanya, tapi Yi Kyung menolak. Jadi ia memberitahu Yi Kyung bahwa ia tahu banyak tentang dirinya.....kenapa ia pergi ketempat itu, apa penyebab bekas luka ditangannya. Yi Kyung berpikir lagi, akhirnya ia ingat bahwa pria itu adalah seorang Neurologist yang ia lihat, mungkin saat kecelakaan itu. Namanya Non Kyung Bin, MD
Pria itu tersenyum, akhirnya Yi Kyung mengenalinya, tapi Yi Kyung tidak bersikap sama dan memberitahunya agar tidak membuat masalah dengannya, ia tidak ingin mengingat apapun. Sebenarnya Yi Kyung itu lupa ingatan atau hidup dalam penolakan?
 

Eun Jung memberitahu Min Ho bahwa ia pergi menjenguk ibunya dan berkeras bahwa mereka mempunyai cukup uang untuk pergi keluar negeri dan hidup nyaman. Min Ho menuduh Eun Jung membawa masalah ibunya sebagai  kelemahanannya. Eun Jung membenarkan, berkata bahwa ini bukan yang ia setujui.
Eun Jung khawatir dengan ayah Ji Hyun dan akibat apa yang terjadi jika ia kehilangan perusahaannya. Min Ho memberitahunya bahwa ini adalah yang mereka rencanakan dari awal.
Scene kembali ke hari ketika Ji Hyun diselamatkan oleh Min Ho, saat itu Eun Jung meninggalkannya dan membiarkan Min Ho menyelamatkannya. Dan hal yang sama terjadi saat mereka bertemu di teater seminggu kemudian.
 

Mereka tidak sadar bahwa Ji Hyun juga berada disana dalam bentuk hantunya, melihat semuanya tanpa ada yang ketinggalan.
Min Ho menambahkan, jika semuanya sesuai rencana, maka ia mungkin telah menikahi Ji Hyun sekarang. Ia berkeras bahwa ayah Ji Hyun sudah menyerah dengan keadaan putrinya dan kembali bekerja, makanya mereka harus segera menyelesaikan rencana mereka.
 

Ji Hyun pergi keluar untuk menangis, kemudian ia berdiri dan terlihat penuh dendam.
Ketika ia kembali ke rumah sakit, Eun Jung berada disana sendirian. Ji Hyun berteriak pada sahabat baiknya, berkata bahwa ia berpikir bahwa ia telah diselamatkan oleh Min Ho dan pertemuan mereka adalah takdir. Pada saat yang sama Eun Jung menatap tubuh Ji Hyun dan berpikir pada dirinya sendiri, “Maafkan aku, jangan maafkan aku....Aku tidak akan memintamu ini. Kamu juga penyebab semua ini....kenapa aku jadi begini.”
 

Ji Hyun masih berteriak, menyalahkannya karena menyebabkan kecelakaan dan bertanya apakah ia melakukan ini untuk uang. Eun Jung merenung bahwa Ji Hyun selalu menemukan cara untuk tidak terluka dan mungkin ini lebih baik, jadi ia tak pernah tahu.
Ji Hyun bereaksi seperti, aku berdiri disini, seperti hantu dan mencoba memukulnya melewati penghalang ajaib yang membuatnya tersandung. Ia melihat boneka kangguru yang dibawa Min Ho dari kamarnya.
Ini memicu ingatannya saat terakhir kali menggunakan capnya dan ingat bahwa ia meletakkannya di kantong kangguru. Ia tidak dapat menyentuhnya dan hampir memanggil Scheduler, tapi ia ingat tentang pidato kemarahannnya bahwa Scheduler tidak terlibat dalam urusan manusia. Ia memutuskan untuk menunggu dan melihat Eun Jung tidur, kemarahan memenuhi perasaannya, ia mengepalkan tangannya.
 

Paginya ia menghitung waktu sampai jam 10 pagi dan terbangun dalam tubuh Yi Kyung. Ia memanggil Scheduler tapi ia sedang sibuk di kolam renang. Sebenarnya ia sibuk menggoda gadis-gadis yang ada disana.
Akhirnya ia mengangkat telponnya dan memberi tahu Ji Hyun dimana ia berada, jadi ia datang ketempat itu dan bertanya-tanya apa yang dilakukan Scheduler di kolam renang.
Ji Hyun: “Apakah semua gadis itu juga penjemput maut?”
Scheduler:”Tidak Mereka manusia biasa.”
Dengan genit ia berkata, siapa yang tidak tertarik pada Scheduler yang keren.
 

Ji Hyun datang untuk memberitahunya bahwa ia akan pergi ke rumah sakit untuk mengambil capnya, kemudian memberitahu ayah tentang Min Ho dan Eun Jung. Scheduler: “Jadi kamu akan melanggar semua aturan?” Ji Hyun mengangguk dengan takut dan bertanya apa yang akan terjadi jika ia melakukannya. Apakah tangga ke surga akan datang?
 

Scheduler memastikan bahwa yang akan datang adalah yang tercepat,. Jihyun memintanya untuk menahan tangga itu selama 1 jam untuknya. Pembicaraan mereka diganggu adanya telpon, mengingatkan Scheduler bahwa ia punya jiwa yang harus dijemput. Scheduler berjalan menjauhinya dan dalam waktu sekejap pakaiannya berganti dengan setelan jas.
 

Ia berjalan beberapa langkah, kemudian sebuah kecelakaan terjadi di pojok kolam renang, dimana seorang wanita terjatuh dan mematahkan lehernya. Ternyata ia benar-benar bekerja disini. Jiwa wanita itu keluar dan Scheduler memberitahunya dengan kasar bahwa ia ada disini untuk mengumumkan kematiannya.
Wanita itu menolak untuk masuk ke tangga menuju surga, ia melarikan diri. Scheduler hanya mendesah saat melihatnya lari. Ji Hyun melihat jiwa wanita itu berlari ke arahnya, ia menjadi panik, tapi saat wanita itu akan menabraknya, 2 penjemput maut yang memakai kerudung datang diantara mereka dan menyeretnya, menendang dan berteriak ke dalam tangga.
Ji Hyun bertanya kenapa jiwa ini berbeda dari pria yang meninggal di rumah sakit dulu dan Scheduler hanya berkata bahwa kamu akan diperlakukan sama seperti caramu menjalani hidup.
 

Di luar, ia bertanya apakah ia akan menahan tangganya (karena ia akan melanggar aturan) selama satu jam. Scheduler berjanji, ia menambahkan bahwa berbohong hanya untuk manusia, jadi ia bisa mempercayainya.
Ji Hyun bertanya apakah ia akan bertemu dengannya lagi setelah naik tangga itu. Scheduler kaget, ia bertanya-tanya kenapa mereka harus bertemu satu sama lain. Ji Hyun: “Karena aku mulai terikat padamu.”
Hal itu hanya membuat Scheduler mengejeknya tentang pikirannya yang absurd, “Kenapa kau jadi begini?”. Ia bertanya-tanya kenapa Ji Hyun jadi santai, padahal biasanya ia selalu menangis dan Ji Hyun membantahnya, “Siapa yang menangis ketika ditipu? Kamu tidak akan menangis. Kamu akan marah.” Ia mengatakannya dengan bibir gemetar. 
 
 
Ji Hyun bertanya-tanya apakah tangganya akan menakutkan seperti punya wanita tadi. Ia bertanya pada Scheduler apakah ia akan berada disampingnya, sepanjang jalan. Ia kemudian sadar bahwa ia kehabisan waktu dan segera pergi. Scheduler heran karena Ji Hyun tidak meminta tumpangan padanya.
Awalnya, Ji Hyun pergi ke restoran Kang, tapi pintunya terkunci. Disaat yang sama Min Ho muncul di rumah Ji Hyun untuk menjemput kedua orangtuanya karena hari ini seharusnya hari pernikahan mereka. Mereka pergi ke rumah sakit dan Eun Jung memanfaatkannya untuk menyuruh penjaga rumah untuk melakukan sesuatu. Ia mempergunakan waktunya untuk mencari cap Ji Hyun.
Semua orang termasuk Kang dan Seo Woo berkumpul di rumah sakit. Ibu dengan air mata berlinang memberitahu Ji Hyun bahwa hari ini seharusnya menjadi hari yang paling bahagia dalam hidupnya. Seorang perawat datang dan memberitahu Min Ho bahwa semua boneka harus disingkirkan, karena membahayakan bagi kesehatan Ji Hyun.
 

Kang keluar dan terkejut melihat Ji Hyun ada di pintu masuk rumah sakit. Ji Hyun berteriak padanya, “Ya Han Kang! Jika kamu akan menutup restoran, kamu seharusnya memberitahuku!”
Kang bertanya apa yang sedang ia lakukan disini. Ia mengira Ji Hyun sebenarnya punya penyakit dan sedang dirawat disini. Ji Hyun tidak punya waktu untuk menjelaskan, ia segera berlari masuk.
Tapi ketika ia sampai disana, ia harus bersembunyi karena semua orang meninggalkan ruangan. Ia melihat Min Ho keluar sambil membawa boneka kanggurunya.
 

Diluar, Min Ho menelpon Eun Jung untuk mengecek perkembangannya, tapi Eun Jung berkata bahwa ia tidak menemukan cap itu dimanapun. Min Ho menutup telponnya dan memukul kap mobilnya dengan marah. Kang melihatnya dari jauh. Min Ho pun pergi.
 

Dalam perjalanannya pergi dari rumah Ji Hyun, Eun Jung melihat boneka mainan yang dipasang di kaca spion taksi, ini memicu ingatannya. Hari dimana Min Ho memberi Ji Hyun boneka kanggurunya dengan perhiasan boneka dalam kantongnya, Ji Hyun menyebutnya kotak harta karunnya yang baru.
Eun Jung segera pergi kerumah sakit dan menemukan semua boneka Ji Hyun tidak ada dan Min Ho tidak menjawab telponnya. Eun Jung dan Ji Hyun sama-sama memanggil taksi dan berlomba menuju suatu tempat.  Perburuan kangguru.....
Ji Hyun tiba di depan pintu rumah orangtuanya. Ia memencet bel. Ibu bertanya, “ Siapa itu?”  Ji Hyun: “Aku......”


Cre : dramabeans

0 komentar:

Poskan Komentar

 

coretan yanni Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template