Sabtu, 19 Maret 2011

49 Days episode 1



Episode ini dimulai dengan scene dari kehidupan modern di Korea, tema dari scene ini adalah kelahiran dan kematian. Orang yang meninggal membuat ruang yang baru untuk bayi yang baru lahir.
Seseorang sedang bermain gitar di tempat yang tinggi. Orang itu adalah malaikat pencabut nyawa (Jung Il Woo), sedang melihat ke sekitarnya.

Jauh di bawah, tiga orang gadis di dalam taksi sedang terkena kemacetan, padahal salah satunya akan mengadakan pesta pertunangan malam itu. Gadis yang akan bertunangan sangat stress, ia takut terlambat. Gadis itu adalah Shin Ji Hyun (Nam Gyu Ri).
Untuk menghindari masalah itu, salah satu sahabatnya Shin Eun Jung (Seo Ji Hye) mengajak Ji Hyun dan temannya yang lain Park Seo Woo (Bae Geu Rin) untuk berjalan kaki saja. Ketika hak sepatu Ji Hyun patah, Eun Jung memberikan sepatunya dan ia berjalan hanya dengan stokingnya.

Di tempat lain seorang arsitek bekerja di mejanya, hanya mendongak ketika diingatkan bahwa pesta pertunangan segera dimulai. Orang itu adalah Han Kang (Jo Hyun Jae). Ia memakai jasnya dan berjalan menuju tempat pertunangan.

Kesalahpahaman yang klasik, karena bukan dia yang akan bertunangan, dan ia membetulkan dasinya dengan gugup. Ia berlari ke tempat upacara berlangsung dan langsung terdiam.
Pasangan yang berbahagia tidak merasa terganggu. Wajah Kang terlihat tidak tenang. Dia memang bukan tunangan Ji Hyun tapi orang yang berharap jadi tunangannya.
Ji Hyun menyapa Kang dengan ramah, tapi ia dengan dingin mengabaikannya dan fokus berbicara dengan hyungnya, tunangan Ji Hyun, Kang Min Ho (Bae Soo Bin).
Min Ho meminta Kang untuk memegang tangan Ji Hyun karena ia sering tersandung gaunnya. Dengan gagap ia mencari alasan berusaha untuk menghindar. Ji Hyun merasa tersinggung. Tapi Kang hanya berusaha agar perasaannya tidak ketahuan.
Satu-satunya orang yang curiga adalah ayah Ji Hyun, ia melihat Kang dengan pandangan bertanya-tanya. Min Ho menjelaskan bahwa mereka bertemu ketika ia sedang kuliah MBA di Amerika. Kang juga teman sekelas Ji Hyun ketika SMA dan sebagai arsitek ia sangat jenius.

Di tempat lain seorang wanita sedang duduk di apartemennya yang kecil sambil makan ramen instan. Wanita itu adalah Song Yi Kyung (Lee Yo Won). Ia melihat seperti tanpa kehidupan. Ia kemudian berjalan menuju tempat kerjanya di sebuah toko kecil. Ia bekerja dengan linglung dan membosankan. Bahkan ketika seorang pelanggan mencoba tersenyum kepadanya, ia hanya mengabaikannya.
Ayah Ji Hyun ditelpon ditengah-tengah acara pertunangan. Ia harus pergi ke suatu tempat. Ketika pulang, ia sangat mabuk. Berita yang didengarnya pasti berita buruk, karena ia memaksa putrinya untuk segera menikah dengan Min Ho. Mereka protes. Tapi ia berkeras lagipula cepat atau lambat mereka akan menikah juga bukan?
Jelas ada alasan yang membuatnya mempercepat pernikahan putrinya, mungkin berhubungan dengan finansial, investasi bisnis ayah?

Pernikahan yang terburu-buru sebenarnya bukan seperti yang Min Ho dan Ji Hyun rencanakan, tapi mereka tetap melaksanakannya. Min Ho melamar Ji Hyun secara resmi. Kemudian mereka membuat makan malam untuk pesta pernikahan mereka yang akan datang. Kang menjaga jarak dengan Ji Hyun, tapi ternyata dia hapal makanan kesukaan Ji Hyun.
Pasangan yang berbahagia mengingat pertemuan pertama mereka.

Flashback
Ji Hyun pergi hiking dengan Eun Jung. Awalnya cuaca cerah, tiba-tiba langit menjadi gelap dan hujan. Ji Hyun dan Eun Jung terpisah di hutan. Min Ho menemukannya meringkuk dan menggigil, ia segera membawanya pergi dan memanggil ambulan agar segera membawanya ke rumah sakit. 

Kang sudah merasa benci berada disana. Saat mendengar cerita romantis ini, ia melakukan berbagai cara agar kepalanya tidak meledak. Ia menyilangkan tangannya dan menggerutu dan bersabar terhadap pasangan itu.
Sedangkan Eun Jung contoh yang sempurna sebagai seorang sahabat, Ia perhatian dan pengertian. Apa yang Eun Jung katakan maupun lakukan selalu manis

Ji Hyun dan Eun Jung membuat rencana pernikahan, dengan rapi Eun Jung membuat to do list. Ia berkata bahwa pengiring wanita Ji Hyun sebaiknya menggunakan baju yang sama ketika menikah.....untuk berhemat. Teman-temannya menyadari kelucuan, pikirannya yang simpel dan tertawa bersamanya.
In Jung adalah teman sekamar Ji Hyun, setelah pernikahan, kamarnya yang lama diubah menjadi tempat belajar.

Di malam buta, toko kecil Yi Kyung didatangi perampok yang mengancam dengan pisau. Mereka meminta uang, tapi reaksi Yi Kyung membuat mereka tidak sabar. Melihat bahwa ia bahkan tidak berkedip, salah satu perampok itu mengancamnya, “ Apa mau mati?”. Yi Kyung menantang, “Tusuk aku!”
Polisi datang dan menangkap perampok yang gagal. Polisi berkata padanya seharusnya ia memberikan uang itu daripada keselamatannya terancam.

Kang dan Min Ho bertemu. Kang meminta Min Ho untuk tidak menjadikannya pendamping pria, karena ia banyak pekerjaan. Min Ho menyimpulkan bahwa Kang sedang kelelahan. Min Ho berkata ini adalah bentuk kasih sayang Ji Hyun, mereka ingin temannya bergabung di hari yang berbahagia.
Min Ho ingat kalau Kang berniat mencari seorang wanita ketika ia kembali ke Korea (jadi ia baru kembali). Min Ho menambahkan bahwa tidak akan begitu sulit mencari seseorang di negeri yang tidak begitu besar. Kang mengelak (mungkin yang dicarinya adalah Ji Hyun, tetapi ia terlambat).

Kang mencoba menghindari Ji Hyun ketika ia bertemu dengannya, tapi Ji Hyun mengikutinya dan mencoba membujuknya lagi. Ji Hyun menjelaskan bahwa ia ingin semua teman dekatnya dan teman dekat Min Ho menjadi bagian dari hari besar mereka dan Kang  adalah teman dekat Min Ho dan juga teman lamanya.
Kang berkata bahwa mereka bukan teman, membuat Ji Hyun bertanya-tanya apakah ia masih dendam dengan kejadian saat itu. Ji Hyun mengejek bahwa orang yang harusnya merasa kesal adalah dirinya bukan dia.
Tidak ingin membuka luka lama, Kang memberitahunya bahwa ia tidak mau menjadi bagian dari pesta pernikahannya, sebabnya adalah Ji Hyun. Ia menenangkannya bahwa ia akan memperlakukannya dengan baik sebagai hyungsoo nim (istri kakakku, kakak ipar), jadi ia bisa puas dengan hal itu.
Ji Hyun merasa terluka dengan penolakannya, dan memainkan jarinya untuk mengurangi rasa gugup. Ia memberitahu temannya, Kang orang yang brengsek dan mereka menyarankan untuk membiarkannya pergi. Ji Hyun mendesah, walaupun kadang-kadang Kang menyakitinya, tapi ia tidak membencinya.

Ji Hyun kaget mendengar Min Ho menyebut Kang sensitif, ia memberitahu Ji Hyun Kang telah banyak mengalami penderitaan.
Ternyata Eun Jung bekerja untuk ayah Ji Hyun, begitu pula dengan Min Ho, jadi Eun Jung adalah sekretaris Min Ho.

Ji Hyun pergi berbelanja baju untuk pendamping wanitanya. Ia mencari baju yang akan terlihat bagus kalau dipakai Eun Jung. Ia juga memilih baju pendamping pria yang sesuai dengan baju Eun Jung. Ia membawa baju itu pulang supaya Eun Jung bisa mencobanya.
Malaikat maut kita yang ganteng, sedang mengendarai sepeda motornya menuju ke tempat yang dijadwalkan (kematian?). Ia mengeluarkan gadgetnya (gadget?) atau alat untuk melihat jadwal kematiannya, ia masih mempunyai waktu 5 menit sebelum jadwal kematian untuk Kim Jin Soo terjadi. Ia duduk kembali dan menunggu.

Di saat yang sama, Yi Kyung sedang menatap kosong sebuah kalender. Kalender itu masih menunjukkan tanggal lama 15 Maret 2006. Ia memakai baju hitam. Mungkin pada tanggal itulah ia kehilangan cintanya maupun semangat hidupnya.
Yi Kyung naik bus menuju ke suatu tempat, ia membawa mawar yang sudah kering. Ia seperti zombie, ia tidak memperhatikan sekelilingnya. Ia bahkan tidak tahu kalau ia diikuti oleh seorang pria.
Yi Kyung membungkuk di tepi jalan, disebelah tanda peringatan bahwa tempat itu rawan kecelakaan.
Flashback:
Beberapa tahun yang lalu di tempat itu terdapat genangan darah yang masih segar, seorang pria telah tertabrak di tempat ini.

Yi Kyung tiba-tiba membuat keputusan, ia berlari menuju jalan yang ramai, tepat ke arah sebuah truk. Ia memejamkan matanya, menunggu tertabrak.
Tapi seorang pria segera berlari ke arahnya dan menariknya ke tempat yang aman.
Truk itupun menghindarinya. Hasilnya tabrakan beruntun yang mengerikan pun terjadi di jalan itu, yang membuat malaikat maut kita kaget dan mendesah dengan frustasi saat seorang pria di depannya, terjebak di mobilnya, ia mencengkeram dadanya.

Ji Hyun sebenarnya tidak terkena tabrakan beruntun itu. Tapi sebuah sepeda motor tiba-tiba menyerobot di depannya, ia membanting setir untuk menghindari dan malah mengarah ke sebuah truk. Tabrakan pun terjadi, Ia terlempar melewati kaca depan dan jatuh ke tanah. Ia berdiri, tidak terluka. Ia melihat ke sekelilingnya, melihat ke mobil di dekatnya, mobilnya, dimana orang berteriak pada seorang wanita di dalam mobil, wanita itu dia!

 Ji Hyun kaget. Tubuhnya tertelungkup penuh darah. Ji Hyun berusaha menyentuh sesuatu, tapi tangannya hanya menembus pria yang ada di depannya dan tidak ada seorangpun yang mendengarnya. Seorang pria memandang lurus ke arahnya.. Ji Hyun menjadi tenang, tapi sedetik kemudian, pria itu menghilang.
Tubuh Ji Hyun dimasukkan ke dalam ambulan, ia mengikutinya. Ia melihat tubuhnya tidak merespon ketika alat pengejut jantung diletakkan didadanya.

Di Rumah Sakit, orang yang menyelamatkan Yi Kyung menjaganya. Ia melihat dengan khawatir. Ia adalah pria baik yang mencoba tersenyum kepadanya di toko kecil malam sebelumnya. Kelihatannya ia mencoba mencari perhatian Yi Kyung.
Ketika Yi Kyung bangun, pria itu sudah pergi. Yi Kyung terlihat sangat depresi seperti sebelumnya, mungkin lebih besar karena rencana bunuh dirinya gagal dan ia masih hidup.

 Ji Hyun melihat saat orang tuanya dan Min Ho berlari ke ruang UGD, putus asa melihatnya terbaring dan terhubung dengan mesin. Mereka segera mengikutinya ketika ia didorong ke ruang operasi. Ji Hyun berteriak pada mereka, tapi ia tidak dapat pergi, ia dihalangi sesuatu yang tak terlihat, seperti dinding. Suaranya juga tidak terdengar, sentuhannya pun di halangi sesuatu seperti kabut kosmik.
Malaikat maut berjalan di lorong rumah sakit, Ji Hyun ingat, ia adalah orang yang memandangnya di tempat kecelakaan. Ji Hyun mengejarnya. Kondisinya menyebabkannya tidak dapat membuka pintu. Ia harus menunggu seseorang membukanya dan mengikutinya.

Ji Hyun bergabung dengan malaikat maut di sebuah ruang perawatan, dimana ia sedang menunggu waktu yang tepat. Melihat Ji Hyun disisinya, malaikat maut berkata: “Shin Ji Hyun, kenapa kau tidak memperhatikan jalan ketika mengemudi?!”
Sebelum ia sempat berkata-kata lagi, ia harus melakukan tugasnya. Pria yang terbaring di kamar itu mengejang dan jiwanya meninggalkan badannya tepat ketika dokter mengumumkan bahwa ia telah meninggal.
Malaikat maut menyapa jiwa pria itu dan membimbingnya menuju sebuah tangga yang bercahaya dan pergi ke alam sesudah mati. Malaikat maut memberi Ji Hyun tanda untuk mengikutinya.

 Ia membawanya ke atap untuk berbicara. Ji Hyun bertanya apakah ia seorang malaikat maut? Tapi ia menolak disebut dengan nama yang mengerikan itu,”Aku seorang scheduler.” Tugasnya berada disamping orang yang akan meninggal dan membimbingnya ke alam lain.
Ji Hyun bertanya apakah dirinya sudah mati, ia membenarkan. Walaupun hari ini ia tidak bertugas membimbingnya, “Ini adalah kasus kami (para sceduler) paling benci, ketika jadwal kami dikacaukan!”
Ji Hyun seharusnya tidak meninggal hari itu. Sang Scheduler menjelaskan bahwa hal ini sering terjadi. Seorang  pembuat masalah mengacaukan banyak hal. Seperti hari ini, ada seseorang yang berencana bunuh diri.
Jika ada yang lebih buruk dari kematian adalah fakta bahwa kamu seharusnya tidak mati pada hari ini. Ji  Hyun berharap sang scheduler melakukan suatu kesalahan, berkeras dengan sia-sia bahwa ia tidak mati.

Dan benar, Ji Hyun belum mati, tidak secara teknis. Tapi keadaannya sama seperti mati. Sang Sceduler memperlihatkan apa yang ia maksud, ia membawa ke kamarnya di rumah sakit.

Teman-temannya menerobos masuk, kaget dan sedih. Mendengarkan penjelasan dokter dengan takut, otaknya mati.

 Sang Sceduler berusaha membawa Ji Hyun pergi. Ia panik, mengira akan dibawa ke alam lain. Ia berusaha melarikan diri. Tapi tidak ada yang bisa menipu kematian dan tidak dapat melarikan diri darinya.
Sang Scheduler memberitahunya bahwa ia tidak akan memaksanya masuk ke tangga cahaya. Atau dengan kata lain, Ji Hyun sendirilah yang harus memutuskan apakah ia akan naik tangga itu atau tidak. Jadi Sang Scheduler menawarinya perjanjian.
Sebagai seorang scheduler, ia pernah mengalami 2 kasus yang sama, dimana seseorang meninggal akibat tindakan seseorang yang tidak diharapkan. Ji Hyun mempunyai dua pilihan: pertama, ia siap pergi ke alam lain; kedua,ia harus mencari 3 orang yang benar-benar mencintainya. Ini dibuktikan dengan cara orang itu harus menangis ketika memikirkannya.
Secara rasional, air mata itu mengindikasikan bahwa hidupnya cukup berharga sehingga pantas untuk diberi kesempatan kedua.
Sang Scheduler menambahkan peraturan, keluarga tidak termasuk.
Ji Hyun merasa senang, perjanjian ini terlihat mudah baginya, lagipula di kamarnya telah lebih dari 3 orang yang menangis untuknya.
Tapi Sang Scheduler menyeringai, tidak semua air mata sama. Ia harus mengumpulkan 3 air mata murni. 

Untuk menjelaskannya ia membawa Ji Hyun ke sebuah upacara pemakaman dan menyuruhnya memeriksa air mata para pelayat.
Sang Scheduler mendeskripsikan apa yang ia lihat. Wanita itu menangis karena kasihan, yang itu untuk menghibur dirinya sendiri, wanita yang lain menangis untuk menghormati yang meninggal. Ketika air mata terjatuh, ia menghilang menjadi gumpalan warna, mengindikasikan kalau air mata itu tidak murni karena cinta.
Air mata cinta akan berubah menjadi kabut putih seperti yang diperlihatkan oleh salah satu pelayat. Wanita itu benar-benar mencintai almarhumah, sayangnya, ia adiknya.
Ia melihat suami orang yang meninggal. Air matanya berwarna hijau, artinya mereka sedih tapi masih punya harapan untuk masa depannya.. Sang Scheduler heran melihat warna air mata di pemakaman itu. Ia mendesah, “Manusia memang makhluk yang kompleks.”
Ji Hyun masih percaya diri dapat memenuhi perjanjian itu dalam waktu 49 hari. Jadi ia menerimanya.

Kemudian, Sang Scheduler membawanya ke sebuah toko kecil dan menjelaskan profil seorang wanita yang tubuhnya boleh ia pinjam: Yi Kyung, 28 tahun, tumbuh di panti asuhan, lulus dari universitas di bidang hotel dan pariwisata, ia bekerja di hotel Seoul selama 2 tahun, menganggur selama setahun, kemudian bekerja part time di toko ini.
Ji Hyun tidak setuju, ia melihat model rambutnya yang mengerikan dan baju itu! Tapi Sang Scheduler memberitahunya bahwa wanita itu mempunyai hubungan dengannya. Ia tidak memberitahu bahwa Yi Kyung adalah penyebab kematiannya.

Ji Hyun diperintah untuk bertidak ketika Yi Kyung sedang tertidur. Jadi ia menunggu di apartemen Yi Kyung sampai ia pulang kerja.
Ketika Yi Kyung tertidur, Ji Hyun melayang-layang di atasnya, jiwanya tersedot ke dalam tubuh Yi Kyung. 

Sesaat kemudian, Yi Kyung terbangun, bukan.....jiwa Ji Hyun dalam tubuh Yi Kyung yang terbangun.
Jiwa Ji Hyun terbangun dalam tubuh yang tidak dikenalnya, dan membiasakan diri dalam tubuh barunya.
Gemetar karena senang, ia menangis dan berkata, “Aku....Shin Ji Hyun.”



Source: (thanks and credits)
www.dramabeans.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 

coretan yanni Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template