Sabtu, 22 Januari 2011

Bread love and Dream episode 29

Ny. Seo dan Manager Han shock mendapati predir sudah ada di depan pintu dan mendengar semua pembicaraan mereka. “kemana kalian ketika malam itu, apa yang kalian lakuakan pada ibu? bentak presdir. Tapi serta merta Manager Han menyangkal semua dan mengatakan bahwa ibu Pesdir meninggal karena kecelakaan. Presdir tidak percaya bahwa Manager Han mampu berbuat kejam seperti itu. Manager Han tak kalah sengit berargumen bahwa dia hanya dijadikan pelayan keluarga Geosung. Selama ini Presdir ternyata telah mengetahui perselingkuhan antara Manager Han dan Ny. Seo. “Aku hanya dapat melihat sepanjang waktu, istriku dan temanku, aku tidak punya pilihan dan hanya berpura tidak tahu karena dosa-dosaku”. Ny Seo tercengang mendengarnya. Akan tetapi Presdir tidak dapat memaafkan mereka karena telah menyebabkan ibu Presdir meninggal.
Manager Han mendorong Presdir sehingga terjatuh. Manager Han keluar ruangan, tidak dengan Ny. Seo. Sementara itu Ma Jun mendengarkannya dari luar.
Ny. Seo bersimpuh dihadapan. Predir masih tidak mempercayai apa yang telah terjadi dan menitikan air mata. Ny. Seo memohon kepada Presdir bahwa tidak ada orang lain selain Presdir. Presdir menyingkirkan tangan Ny. Seo yang berusaha membantu Presdir untuk bangun. Tiba-tiba Ma Jun memegang tangan Presdir dan menyuruhnya untuk menyangga di bahunya. Presdir terharu walaupun dia tahu bahwa Ma Jun buka anak kandungnya. Tiba-tiba Yu Kyung muncul dihadapan Ny. Seo dan tersenyum sinis.
Ma Jun mengantar Presdir kekamarnya dan meminta maaf seandainya saja dia punya sedikit keberanian mungkin nenek tidak akan meninggal. Yang hanya bisa Ma Jun lakukan hanya menggedor pintu ruang kerja Presdir. Preasdir kemudian mengingat saat malam itu ada orang yang mengetok pintu kamarnya. Ma Jun menangis di hadapan presdir dan berkata “Saya sangat menyesal ayah, karena telah dilahirkan”. Presdir tertegun dengan pengakuan Ma Jun.(Sumpah, kalo Ma Jun nanggis jadi ikutan nanggis).
Ma Jun keluar kamar Presdir masih dengan bercucuran air mata dan bertemu dengan Yu Kyung. Dan Yu Kyung hanya berkata sinis kepada Ma Jun. “Apa kau puas?ini yang kau inginkan kan? Kata Yu Kyung.
Disaat itu, Tak Gu bertemu dengan Ja Kyung. Kakaknya memberikan rencana proyek Ja Kyung yang sudah dibuat selama setahun. Proyek pengembangan roti dengan bahan dasar beras. Ja Kyung menyatakan bahwa dia pintar membuat rencana tetapi tidak bisa membuat roti. Tak Gu sangat senang bahwa kakaknya telah mempercayainya. “Aku akan melindungi pabrik Cheongsan bagaimanapun caranya dan aku tidak akan mengecewakanmu”
Tak Gu berada di PBB dan mendiskusikan mengenai rencana pembuatan Roti beras kepada Tuan Yang, paman Gap So dan Mi Sun. Walaupun Tuan Yang dan paman Gap Soo tidak yakin bisa membuat roti beras karena berbagai alasan, Tak Gu tetap pada pendirian karena kakaknya sudah mempercayakan pada Tak Gu. “Aku memiliki kalian semua, bos, paman Gap So dan Mi Sun. Jika aku memiliki kalian bertiga, aku yakin bisa membuatnya”. Akhirnya mereka mendiskusikan bahan-bahan yang diperlukan.
Mereka memulai untuk membuat roti beras. Dan Tak Gu mencoba menyakinkan para konsumen akan produk barunya. Jika meraka tidak menyukainya maka Tak Gu akan mengganti kompensasi kerugian tiga kali lipat.
Tak Gu dan kawan-kawan masih berusaha menemukan resep roti beras yang pas dan enak. Akan tetapi mereka belum menemukannya. “rasanya sedikit aneh” kata paman Gap So. “Dan kamu tidak bisa merasakan rasa berasnya” pendapat Mi Sun dengan muka penuh terigu. “bentuknya tidak jauh beda dengan roti sebelumnya” kata Tuan Yang.
Saat rapat, Tak Gu yang tidak mendengarkan isi rapat dan sibuk mencatat perpaduan bahan-bahan tiba-tiba terbesit ide. “Ah..fermentasi!” teriak Tak Gu ditenga-tengah anggota rapat. “Iyah.. fermentasi..fermentasi”. Dan mengejutkan semua orang. Tak Gu cepat-cepat meninggalkan rapat. Ja Kyung hanya tersenyum melihatnya dan berfikir bahwa Tak Gu sama persis dengan ayahnya. Pikirannya penuh dengan roti, saat dia menemukan ide tidak peduli saat rapat atau tidak, yang dibutuhkan hanya berlari dan membuat roti.
Tak Gu akhirnya mampu membuat roti beras. Dia menyuruh Tuan Yang, paman Gap So dan Mi Sun untuk mencicipinya. Mereka terkejut dan senang karena Tak Gu berhasil membuatnya.
Saat pertemuan dengan para konsumen yang dulu complain, Tak Gu menunjukan Roti berasnya yang berwarna putih. Tak Gu memohon kepada mereka untuk mencicipinya. Jika mereka menyukainya maka Tak Gu akan segera mengirim produk pertama kepada mereka.
Tanpa diduga mereka menolaknya saat baru mencicipi roti sedikit. Tak Gu terkejut. Mereka menyatakan bahwa produk baru Tak Gu tidak jauh beda dengan roti sebelumnya. Mereka tetap bersikeras meminta kompesasi kerugian dalam waktu seminggu.
Tiba-tiba salah satu konsumen yang keluar dari pabrik, berhenti dan berfikir sesuatu.
Tak Gu kembali kekantor dengan keadaan lemas karena merasa gagal.
Di PBB, seluruh keluarga terkejut bahwa roti baru Tak Gu ditolak. Mereka sangat binggung karena roti beras Tak Gu jauh lebih enak dan merek yakin bahwa ada konspirasi untuk menjatuhkan Tak Gu dan pabrik Cheongsan. Ibu Tak Gu mendengarnya secara diam-diam.
Ternyata Manager cheongsam, Tuan Lee bekerja sama dengan Manager Han. Namun pada akhirnya dia berubah pikiran saat mencicipi roti beras Tak Gu.
Ibu Tak Gu menemui Nona Jang dan dokter Yoon. Ibu Tak merencanakan untuk memberikan saham 3,8% kepada Tak Gu yang sudah memiliki saham dari Presdir sebesar 38%. Ibu Mi Sun menginginkan agar Tak Gu memiliki kekuatan dalam rapat direksi selanjutnya. Dokter Yoon meminta gar Kim Mi Sun juga memperhatikan kesehatan matanya.
Di kediaman Geosung, Ny. Seo menyalahkan Yu Kyung atas kejadiaan semalam karena telah membawa gelang. Yu Kyung berkata bahwa Ma Jun mengingat segalanya seperti kejadian kemarin saja. Ny. Seo naik pitam. Akhirnya mereka adu argument dengan sengitnya. Yu Kyung berkata bahwa ini hanya permulaan dan dia masih banyak kartu untuk dimainkan. Dia membeberkan masalah Manager Han yang menyuruh ayah Yu Kyung untuk menculik Ibu Tak Gu. Yu Kyung berniat untuk menjadi Nyonya Geosung dan menyingkirkan Ny. Seo. [jujur suka banget ekspresi Yu Kyung disini, wkwk rasakan kau Ny Seo.
Manager Han mengecek ke laboratorium pengembangan, dan terkejut bahwa Ma Jun tidak pernah datang ke laboratrium sebagai pimpinan.
Manager Han pergi menemui Ma Jun di ruangannya dan bertanya kenapa dia tidak pernah ke laboratorium pengembangan. Bagaiman Ma Jun mau mengalahkan Ta Gu jika dia tidak berniat mengembangkan produk baru. Ma Jun jengkel dan bertanya kenapa Manager Han terobsesi untuk menjadikan dirinya menjadi pemimpin grup Geosung selanjutnya lebih dari “ayahnya” sendiri. Ma Jun marah karena merasa dijadikan boneka dan menyinggung apa artinya Ma Jun bagi Manager Han. Manager Han syok dengan pertanyaan Ma Jun. Dan Ma Jun menekankan pada Manager Han bahwa dirinya Gu Ma Jun dan anak dari Presdir Geosung. (sepertinya Ma Jun tetap tidak sudi mengakui kalo dia anaknya Manager Han).
Di Lobby Ma Jun bertemu dengan Tak Gu dan asistennya. Tak Gu menanyakan bagaimana pernikahannya. Ma Jun yang memang masih dalam keadaan tidak karuan hanya memasang muka tidak bersahabat dan berlalu. Tak Gu mendapat informasi dari asistennya kalau Ma Jun suka clubbing dan minum-minum tiap malam. Tak Gu jelas menjadi khawatir.
Tak Gu lalu menemui Ja Rim dan bertanya ada apa dengan pernikahan Ma Jun dan Yu Kyung, Jarim mengatakan setelah mereka menikah, Ma Jun sering keluar malam. Tak Gu tampak cemas.
Yu Kyung di kamarnya berguman “ aku tidak menyesalinya..tidak akan pernah”.
Sementara itu Ny Seo masih memikirkan apa yang dilakukan Yu Kyung padanya. “Bagaimana bisa kau berani menantangku” gumam Ny Seo.
Presdir yang berada dikamarnya sedang menelepon seseorang dan menanyakan tentang misinya. Presdir menyuruhnya untuk melakukan itu dengan hati2.
Sedangkan Tak Gu memandang kediaman Geosung dari luar kemudian pergi kesuatu tempat.
Ma Jun sedang mabuk di diskotik dan menggoda para gadis. Tiba-tiba dia berkelahi dengan seorang lelaki yang tidak terima ditubruk oleh Ma Jun. Tiba-tiba Tak Gu menahan pukulan lelaki itu. Ma Jun terkejut. “Maafkan kesalahan adiku”. Dan Tak Gu menyeret paksa Ma Jun.
Dia membawa Ma Jun ke PBB, dengan marahnya Ma Jun teriak ke Tak Gu kenapa dia melakukan seperti ritu ke Ma Jun. Tak Gu berbalik marah ke Ma Jun dan dengan emosinya menyuru Ma Jun memakai akal sehatnya. Ma Jun yang masih marah mencoba memukul Tak Gu tapi meleset karena dia dalam keadaan mabuk. Tak Gu berkata kepada Ma Jun untuk hidup lebih baik dari Tak Gu, hidup yang selalu meremehkan Tak Gu, lantas kenapa dia berubah menjadi menyedihkan. Ma Jun memiliki segalanya, ibu, ayah dan keluarga Geosung bahkan dia memilki Yu Kyung. Ma Jun yang mendengar perkataan Tak Gu balik menjawab sambil menahan emosi bahwa dia tidak benar-benar memilikinya. Ma Jun tidak dapat membendung air matanya.
“Sudah aku bilang, pakai akal sehatmu Tae Jo! Jangan berlaku seperti ini, dan ingatlah ada keluarga yang harus kamu lindungi. Kompetisi ronde ketiga kita belum selesai!”. Tak Gu menunjukan tulisan terakhir Guru Pal Bong, Roti yang paling membahagiakan sedunia. Tak Gu mengatakan bahwa ucapan Guru Pal Bong terakhir yaitu bertemanlah dengan Ma Jun seumur hidup Tak Gu. Ma Jun menanggis tersedu-sedu.
Di kediaman keluarga Geosung, Yu Kyung mulai mengambil kendali dan melakukan perubahan. Ja Kyung dan adiknya terheran-heran karena ibunya tanpa daya mengikuti apa maunya Yu Kyung.
Paginya, Ma Jun terbangun di kamar yang dulu ditempati Takk Gu dan dia. Dia memandang Tak Gu yang masih tertidur pulas.
[Flashback] Malam saat mereka berdua berada di dapur PBB, Ma Jun bertanya kepada Tak Gu kenapa dia masih bisa tersenyum padahal semuanya direbutnya, dari ayah, ibu bahkan Yu Kyung. Apakah kamu tidak punya hati atau bodohkan? Apakah kamu baik-baik saja?. Tak Gu menjawab bagaimana dia baik-baik saja, aku perlu hidup. Selama aku hidup, segalanya tidak akan berakhir begitu saja. Hanya karena hari ini bagus, hidupku tidak akan berakhir. Begitupun saat hariku buruk. Hal baik dan hal buruk datang silih berganti [End]
Jin gu datang ke kantor Manager Han, dan memperhatikan saat dia manaruh dokumen di brankas mejanya. Manager Han menyuruh Jin Gun untuk mencari Kim Mi Sun secepatnya. Saat Jin Gu keluar dia bertemu dengan Ma Jun. Ma Jun menyadari ada sesuatu yang direncanakan Manager Han.
Ma Jun menemui Manager Han hanya untuk mengatakan bahwa dia akan mengembangkan produk (roti) baru dan tidak akan kalah dengan Tak Gu. Dan Ma Jun meminta dana untuk proyeknya itu. Manager Han menyanggupinya.
Di Lift kantor, seorang konsumen yang dulu menolak roti beras Tak Gu ragu-ragu untuk menemui Tak Gu. Tanpa disangka, Tak Gu muncul bersama asistennya. Dia akhirnya memutuskan menyetujui untuk memesan roti beras dan menjualnya. Jika respon tidak bagus maka Tak Gu harus membayar kompensasi kerugiannya. Tak Gu tentu saja gembira mendengarnya.
Tak Gu masuk keruangannya dengan hati riang gembira, dan para asistennya mengabarkan bahwa pemesanan roti putih alias roti beras datang silih berganti.
Di pabrik Cheongsan, Tak Gu mengabarkan kepada manager pabrik dan memberikan resepnya untuk pembuatan massal. Tak Gu memohon manager pabrik untuk membantu pembangunan kembali pabrik Cheongsan karena Tak Gu akan melindungi cheongsam sampai akhir sebagai tugas anak lelaki Presdir. Manager pabrik merasa tersentuh dengan permohonan Tak Gu secara pribadi.
Tak Gu berdiri di depan para karyawan pabrik Cheongsan dan mengumumkan akan produk baru mereka, Roti beras. Tak Gu merencanakan pembagian keuntungan dan gaji yang sama rata. Tak Gu dengan semangatnya berkata bahwa dia akan percaya kepada mereka dan tiba-tiba Tak Gu meneriakan “semangat persatuan” yang biasa dia teriakan pada masa di PBB..”ya..!”. Refleks hanya Tuan Yang dan Paman Gap Song yang menjawab..”Ya..ya!!”. Karyawan tertawa heran, lalu sontak mengikutinya. Semua tersenyum bahagia.
Keadaan semakin berjalan kondusif. Semua melakukan tugasnya masing-masing dengan baik. Akhirnya Roti Beras dapat diproduksi dan dikirim kemasing-masih distributor.
Di kantor, Asisten Tak Gu membuat chart penjualannya. Tak Gu sangat gembira melihat kemajuan dan perkembangan penjualan roti beras.
Sedang di ruangan lain, Manager Han kesal mendengar kabar bahwa Tak Gu berhasil menjual produk barunya. Dia kelabakan.
Manager Han menanyakan kepada Ma Jun bagaimana perembangannya produknya. Ma Jun menjawab belum menemukannya. Sebenarnya Ma Jun sudah menemukan rotinya karena dia membuat roti barunya bukan untuk Manager Han. (coba tebak untuk siapa?)
Saat manager Han sedang berjalan dilobi perusahaan, ia melihat Tak Gu sedang mendapat selamat dari para direksi atas keberhasilan produk baru Tak Gu.
Manager Han bertemu dengan Ny. Seo disebuah restoran. Manager Han khawatir kalau Ma Jun dapat dikalahkan Ma Jun, sedang Ny. Seo yang diajak bicara malah berkata tentang Presdir. Ny. Seo berkata bahwa suaminya tidak pernah memandang langsung wajahnya dan marah kepadanya. Ny. Seo meminta manager Han untuk berhenti karena Ny. Seo merasa lelah dengan semunya. Manager Han kesal dan menagih janji bahwa Ny. Seo akan kembali kepelukannya jika Ma Jun berhasil menjadi Presdir Geosung. Ny. Seo terperanjat dan meminta maaf bahwa Ny. Seo tidak dapat hidup tanpa Presdir. Manager Han emosi dan pergi meninggalkan Ny. Seo. Ny Seo menangis.
Jin Gu diam-diam datang keruangan kerja Manager Han. Dia berusaha membobol lemari brankas Manager Han untuk mencari dokumen. Jun Gu dikagetkan dengan kedatangan orang-orang manager Han. Karena kalah jumlah, Jin Gu pun dapat diringkus.
Manager Han mendekat, “Aku tahu kau terlalu baik untuk mengikuti permintaanku, bagaimana bisa kau melakukan ini pada orang yang telah membantumu membayarkan pengobatan adikmu, kau benar2 orang yang tak dapat berterima kasih” kata manager Han. “Semua uang yang kau berikan padaku tak ku gunakan 1 sen pun, karena yang membayarnya adalah orang lain” kata Jin Gu. “Siapa yang menyuruhmu? Kim Tak Goo atau Geo Il Jong? Tanya manager Han. Jin Gu tak mau menjawab.
Setelah Jin Gu dibawa keluar, manager Han memeriksa brankasnya. Betapa terkejutnya ia melihat brankas dalam keadaan kosong. Ia mengobrak abrik kantornya namun hasilnya nihil. Telepon bordering. “yeoboseo,” kata manager Han. “ini aku” kata presdir. “datanglah ke ruanganku”.
Manager Han keluar dan melihat anak buahnya sudah diringkus oleh Jin Gu dan anak buah presdir. (wkkwk gigit jari). Jin Gu mengatakan pada manager Han untuk mengikutinya untuk bertemu presdir. Jin Gu membuka pintu dan mendorong kursi roda presiden. Manager Han dan presdir saling menatap tajam.
Sementara itu Tak Gu dijemput oleh sekretaris Nam. “Sekretaris Nam apa yang kau lakukan? Tanya Tak Gu. “Aku datang untuk menyampaikan pesan dari rumah bahwa presiden telah siuman” kata sekretaris Nam. “benarkah presiden telah siuman?” kata Tak Gu tak percaya. Sekretaris Nam membenarkan. Tak Gu ingi mengambil mobil namun Sekretaris Nam mengatakan jangan sampai ada orang yang tahu. Akhirnya Tak Gu ikut bersama Sekretaris Nam.
Manager Han mendekati presdir. “Apa ini semua rencanamu?tanya manager Han. Presdir membenarkan. “Cepatlah sadar” kata presdir. “Mengapa? Tanya manager Han. “karena aku ingin tahu kebenaran, dan aku ingin tahu apa yang akan kau rencanakan untuk GeoSung” kata presdir. “Aku tahu segalanya” jawab manager Han. “Baiklah, aku akan memberikanmu 2 pilihan, pertama menelepon polisi, kedua tiket, jika kau memilih tiket kau akan selamat, namun kau tak akan bisa kembali kali”. “Apa, bagaimana kau bisa merencanakan ini untuk mengasingkanku” teriak manager Han marah. “Karena ini adalah jalan untuk melindungi kedua putraku” teriak presdir balik. “Baiklah, kalau begitu aku juga memberikanmu 2 pilihan” kata manager Han. Presdir dan Jin Gu mengernyitkan dahinya.
Sementara itu Tak Gu yang berada dimobil bersama Sekretaris Nam terlihat sangat senang. “Sekretaris Nam ini sepertinya bukan jalan menuju seoul” kata Tak Gu tanpa curiga. “Ya, aku rasa karena malam hari makanya aku salah jalan” kata Sekretaris Nam gugup. [saking senengnya Tak Gu gak sadar dia dibohongi, dasar Tak Gu tetep polos]
Kembali ke Geosung, “Apa maksudmu? Tanya presdir. “Aku memberimu pilihan Kim Tak Gu atau Geosung” teriak manager Han menantang.
Mi Sun merasakan ada hal buruk yang akan menimpa Tak Gu. Sementara itu Ny Seo, Yu Kyung dan Ma Jun juga merasakan akan ada hal buruk yang akan terjadi malam itu.

3 komentar:

Anonim mengatakan...

:13 :59

Anonim mengatakan...

cool :10 :14

yanni on 22 Januari 2011 07.21 mengatakan...

@all guests..gomawo :40

Poskan Komentar

 

coretan yanni Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template