Sabtu, 08 Januari 2011

Bread love and Dream episode 14


Usai ledakan yang terjadi didapur. Jin Gu dan kakek berusaha menyelidiki apa penyebab terjadinya ledakan. Saat kakek menelusui selang gas yang ada disamping oven, kakek menemukan bahwa pipa itu sobek karena sobekan pisau, ini menandakan selang gas dipotong dengan sengaja.
Kakek menceritakan kejadian ini pada tuan Yang, Tuan Yang sangat terkejut dengan berita yang ia dapatkan. “Mengapa orang itu melakukan hal itu ayah? Tanya Tuan Yang. “Tidak masalah apa motivnya, yang lebih utama adalah mencari pelakunya” kata kakek. “Aku akan menyelidikannya ayah, pasti orang yang melakukan itu tangannya terluka, dan ia tak akan bisa membuat roti”. “Kau jangan terlalu terburu2 aku mempunyai rencana, jadi jangan tanya lagi tentang kejadian ini padaku” kata kakek.
Tuan Yang keluar sambil berpikir, siapa kira2 yang telah melakukan itu semua dengan sengaja. Ia pergi k ruang tengah dan melihat Jae Bok dan Gap So sedang bermain. Kemudian kekamar Ma Jun yang sedang belajar. “Siapa sebenarnya yang melakukan itu” kata tuan Yang dalam hati.
Jin Gu pergi ke rumah sakit melihat keadaan adiknya. Adiknya terbaring tak berdaya di tempat tidur. Usai melihta adiknya Jin Gu pergi ke administrasi rumah sakit. Namun penjaga administrasi mengatakan bahwa biaya perawatan adiknya telah dibayar oleh seseorang. Jin Gu melihat seseorang itu duduk di ruang tunggu.
Manager Han mendekati Ji Gu. “Kau tidak usah mengatakan terima kasih padaku” kata manager Han pada Jin Gu. “Bukankah sudah aku katakana aku tidak akan menerima penawarnmu” kata Jin Gu. “Aku dengar adikmu harus cuci darah tiap hari, jika kau menerimanya aku akan mengirim adikmu ke jepang untuk mendapatkan perawatan, dan aku akan menanggung semua biayanya” kata Manager Han. Jin Gu hanya terdiam. “Jika kau berubah pikiran kau bisa meneleponku” kata manager Han kemudian meninggalkan Jin Gu.
Jin Gu terlihat tidak senang dengan ucapan manager Han, ia mau mengejarnya namun adik Jin Gu tiba2 datang menghampirinya. “Oppa, kapan kau datang” Tanya adik Jin Gu. “oh,,baru saja, apa kau baik saja” Tanya Jin Gu. Adik2 Jin Gu mengangguk dan memeluk Jin Gu. “Maafkan aku” gumam Jin Gu.
Tuan Yang tak sengaja melihat lampu dapur menyala, ia pergi ke dapur dan ternyata Tak Goo sedang belajar membuat adoanan. “Apa itu? Tanya Tuan Yang. Tak Goo menunjuk ke topinya. Ia lalu membukanya lalu memperlihatkan tulisan yang ada di dalam topinya dengan tulisan “BAKER KING”. “ini adalah tujuanku” kata Tak Goo. “Jalan membuat roti lebih berbahaya dari pada yang kau kira, sangat mungkin kau awali dengan tawa namun diakhiri dengan tangisan.” Kata Tuan Yang. “Jika aku mencari jalan yang mudah, aku tidak akan sampai disini, jadi kita lihat, apakah ini berakhir dengan tawa” jawab Tak Goo. “Jika kau berharap menjadi nomer 1, jangan kau memilih jalan yang salah”. “Bagiku menjadi yang terbaik bukanlah menjadi yang nomer 1 namun melakukan semua ini dengan kemampuanku, jadi aku akan melakukan dengan apa yang aku punya” kata Tak Goo. “Adonan adalah dasar membuat semua jenis roti, karena adonan dan fermentasi akan menentukan segalanya yang berkaitan dengan roti. “Ikuti aku” pinta Tuan Yang.
Tuan Yang mengajari Tak Goo membuat adonan yang baik mulai dari mencampur bahan hingga menggolah bahan hingga menjadi sebuah adonan. Tuan Yang heran melihat ulah Tak Goo yang sangat antusias melihat mesin mengaduk adonan. [haha ekspresinya lucu]. “Tidak ada yang special memperlakukan sebuah adonan, kau hanya mempraktikkannya [nguleni] hingga kau bisa memegangnya hingga kondisinya baik. [jadi adonannya itu gak lengket ditangan]. Adonan adalah tempat dimana ragi hidup, seperti rumah itu tergantung bagaimana bangunannya” kata tuan Yang. Tak Goo mulai mengerti berbagai adonan.
“Meskipun ayahku bilang bahwa adonan adalah kunci dari membuat roti tetapi aku pikir itu tidak seperti tu, roti yang rasanya enak namun tampilannya tidak bagus maka pelanggan akan menolaknya” kata Mi Sun. mendengar hal itu Tak Goo merasa terkagum2 dengan Mi Sun, Mi Sun lebih pintar seperti yang ia kira. Mi Sun lalu mengambil telur dan menyuruh Tak Goo untuk memutarnya ditanggannya. Tak Goo mencoba namun gagal, telur jatuh dan pecah. Mi Sun menyuruhnya untuk mencoba lagi.
Tak Goo memperagakan apa yang dikatakan Mi Sun mulai dari makan malam hingga nonton bersama di ruang TV. Tuan Yang tersenyum melihat hal itu. Sementara Ma Jun heran apa yang dilakukan Tak Goo. [haha Tak Goo itu mutar2 telur ditangannya sampai telurnya itu mulus].
Akhirnya Tak Goo mempraktikkan ajaran Mi Sun. Tak Goo belajar memasukkan isi roti kedalam adonan dengan cepat dan hasil yang baik. Mi Sun yang melihat hal itu sangat senang.
“Ibu apa kau baik2 saja, aku disini baik2 saja. Sekarang aku belajar membuat roti di Pal Bong bakery, kau tahu ada 30rb macam jenis roti, meskipun aku hanya tahu hanya sedikit cara membuatnya tetapi aku sering mengatakan pada diriku sendiri, bahwa aku berung telah melakukan hal ini, aku sangat senang dapat membuat roti”. [itu kata2 Tak Goo]. [ilustrasinya kata2 ini itu lucu banget, si Tak Goo ma si Ma Jun lomba2 buat memasukkan isi roti ke dalam adonan, Tak Goo kalah melulu ama Ma Jun, gilian Tak Goo yang duluan ternyata buatan Tak Goo itu berantakan. Wkwkkw, masa2 Tak Goo blajar bikin roti adalah spoiler ke 2 tahun kemudian)
Ibu Tak Goo memeriksakan dirinya ke dokter, dokter mengatakan bahwa kornea matanya telah rusak, perlahan2 itu akan membuat mata Mi Sun buta, untuk mencegah hal itu dokter menyarankan untuk melakukan perawatan sementara menunggu ada donor mata. Mi Sun dan dokter Yoon terlihat cemas.
Dokter Yoon menceritakan bagiamana usaha manager Han mencari pelaku yang mengirim sutar kaleng itu keseluruh Cheonsang. Mi Sun terlihat tenang, karena ia merasa mencari seorang bukanlah pekerjaan yang mudah. Tiba2 Mi Sun sedih, ia mengingat Tak Goo. Mi Sun mengenang masa2 ketika ia bersama Tak Goo. Dokter Yoon menuruh Mi Sun agar tidak khwatir, ia akan menjaga rencana mereka.
Tuan Yang menceritakan proses perkembangan skill Tak Goo pada kakek, perkembangan Tak Goo sangat baik bahkan lebih cepat dibanding dengan perkiraan tuan Yang, Tak Goo terlihat sangat tertarik. Mendengar hal itu kakek sangat senang. “Seoarang yang jenius tidak akan bisa melawan orang yang bekerja keras. Orang yang bekerja keras tidak bisa melawan orang yang gigih” kata kakek. “Tapi ayah. ada masalah dengan Tak Goo” kata tuan Yang.

[flashback. Jin Gu membuka oven ketika Tak Goo berada di sampingnya, tiba2 Tak Goo menjerit ketakutan. Tuan Yang memaksa Tak Goo untuk membuka oven itu, Tak Goo berusaha keras untuk mengumpulkan segenap keberaniannya untuk membuka oven namun ia tak berani. [flashback selesai]
Tuan Yang melanjutkan penjelasannya. “Tak Goo masih trauma dengan ledakan yang terjadi, sehingga ia khwatir kejadian itu akan kembali melukai matanya, jika ini berlangsung lama, Tak Goo akan membutuhkan waktu lama untuk dapat membuat belajar membuat roti, dan tesnya akan berjalan susah untuknya”.
Malam harinya Tak Goo pergi kedapur dan mencoba lagi untuk membuka oven. Ia mengumpulkan keberaniannya untuk membukanya, namun bayangan ledakan itu menghantuinya. Tak Goo masih ketakukan untuk membuka oven.
Sementara itu Ma Jun membuka2 bukunya dan mendapatkan jenis roti Bong. Ma Jun mengingat ketika ayahnya pernah bercerita tentang jenis roti ini. [flashback: kakek menyuruh presdir merasakan roti baru buatan kakek dengan fermentasi yang baru, presdir mengatakan bahwa roti itu sangat enak]. Ma Jun sepertinya mengetahui jenis roti apa yang sangat disukai kakek Pal Bong.
Mi Sun sedang melakukan senam2 kecil di depan toko. Ma Jun datang mendekatinya. “Apa kau sedang latihan?” Tanya Ma Jun yang langsung mengangetkan Mi Sun. “Oh aku sedang bosan makanya aku melakukan ini untuk sedikit rileks” kata Mi Sun sedikit gugup. “Kalau kau bosan bagaimana kalau minum bersamaku” ajak Ma Jun. “Oh tidak, karena aku tidak terbiasa untuk minum, aku lebih sensitive dari yang orang kira karena hidungku sangat sensitive, jadi aku selalu menghindarinya dan juga rangsangan asap rokok” kata Mi Sun. “Jadi kau juga menolak rangsangan ciuman? Tanya Ma Jun menggoda. “Bukankah kau supervisor bagian cicip mencicipi rasa? Sekali kau mencicipinya kau tak akan lupa bagaimana rasanya” kata Ma Jun [masih inget kan ketka Tak Goo mendapati ada isi roti yang gak enak trus Mi Sun yang disuruh nyoba, nah itu tugasnya].
Ma Jun semakin mendekat ke muka Mi Sun. “kalau begitu pasti kau pernah merasakan roti Bong buatan kakek kan? Tanya Ma Jun. “coba terangkan padaku bagaimana rasanya”. “Aku merasakanya waktu kecil jadi aku sudah lupa” jawab Mi Sun. “Emm kalau seperti itu katakana padaku roti favorit kakek”. “Aku tak tahu, kau seharusnya bertanya langsung pada kakek” kata Mi Sun lalu bergegas meninggalkan Ma Jun. [haha aku tu liat Mi Sun pingin ketawa, dia pikir Ma Jun mau nyium dia, padahal Ma Jun sendiri pingin memanfaatkan Mi Sun untuk ngedapein informasi masalah roti fav kakek].
Sementara itu kakek sedang berpikir untuk membuat suatu rencana.
Manager Han dan Ny Seo sedang berbincang ditaman, setelah membicarakan saham, Ny Seo bertanya pada manager Han masalah pengirim surat kaleng namun manager Han belum menemukannya. Ny Seo sangat sangat cemas dengan semua kejadian ini, 2 tahun berturut2 hal ini terjadi ketika peringatan kematian mertuanya. Manager Han meminta maaf karena ia belum dapat menemukkannya. Ny Seo marah karena manager Han hanya bisa meminta maaf dan tidak bisa kerja dengan beres karena bila surat itu dibaca presdir, tamat sudahlah hidup mereka berdua. Manager Han tersinggung dengan perkataan Ny Seo, ia merasa Ny Seo meremehkannya. [wkwk bertenggkar aja kalian,,wkwk,,heran ni manage han mau aja di manfaatin ma Ny Seo]
Sementara itu bibi Gong mengantarkan surat ke ruang kator presdir, dan salah 1 dari surat itu untuk Ny Seo.
Kakek akhirnya mengambil keputusan untuk memulai tes, tes akan dimulai mulai minggu ini. Semua yang mendengar kaget dengan keputusan kakek tak terkecuali ibu Mi Sun, bahkan Gap Soo merasa hal ini terlalu mendadak, namun kakek mengatakan ini tidak mendadak karena ia pernah mengatakkannya. Lalu tuan Yang bertanya kualifikasi apa saja yang dapat mengikuti tes, kakek menjawab bahwa semua orang dapat mengikutinya. Kakek mengatakan bahwa tes akan dibagi menjadi 3 tahap, jadi setiap orang yang tidak dapat melewati tahap pertama maka ia akan gugur dengan sendirinya.
Tak Goo merasa cemas dengan apa yang dikatakan kakek sementara itu Mi Sun terlihat senang. “Ini sangat menyenangkan daripada yang aku kira” kata Mi Sun sambil melirik Tak Goo yang terlihat tak tenang. “Jika kalian ingin mengikuti tes ini, silahkan kalian datang minggu depan di bakery” kata kakek. Setelah menyampaikan semuanya kakek bersiap meninggalkan mereka, namun kata2 Ma Jun membuat kakek duduk kembali. “Jika kita semua lolos dalam 3 tahap akankah guru menambah ketetapan mengenai serifikat dari guru? Tanya Ma Jun. “Aku ingin mengetahui resep roti Bong” lanjut Ma Jun. semua orang yang mendengar permintaan Ma Jun terkejut. “Seseorang pernah merasakan roti itu, dan aku dengar rasa roti itu sangat enak bila dibandingkan dengan roti yang pernah ada, walaupun aku tidak memiliki alasan mengapa aku tidak membuat roti yang lain, namun aku sangat ingin mengetahui resep roti itu” kata Ma Jun. “Kau benar2 sangat percaya diri” kata kakek. “Aku telah percaya diri selama 2 tahun ini” kata Ma Jun. kakek menatap Ma Jun tajam.
Tak Goo yang tak mengerti apa2 bertanya pada Mi Sun mengenai roti Bong. Mi Sun menceritakan bahwa roti itu sangat terkenal bahkan presdien pernah pergi ke toko kakek gara2 roti itu. “Lalu mengapa tidak ada lagi yang membuatnya? Tanya Tak Goo. “Banyak penjelasan masalah itu, tapi aku tak tahu mana yang benar, ada yang bilang sang pembuat meninggal, namun ada juga yang bilang bahwa ada masalah dengan proses fermentasi” jelas Mi Sun, Tak Goo manggut2 dengan penjelasan Mi Sun.
“Aku dengar kau masih belum bisa membuka open? Tanya Mi Sun. “Bukannya aku tidak bisa, tapi aku hanya terlalu takut” kata Tak Goo. “Bagaimana kau bisa mengalahkan Tae Jo jika kau saja tak bisa membuka oven? Kau akan tersisih ditahap pertama” kata Mi Sun. “Hei Mi Sun,,[sambil menatap Mi Sun dengan pandangan menggoda] kau begitu mengkhawatirkanku, dulu ketika mataku sakit, lalu ketika aku membuat roti, dan sekarang ketika aku mau mengikuti tes..jangan jangan kau suka padaku ya? Tanya Tak Goo dengan nada sindir. [wkkwkk aku dengar ini pingin ngakak]. “Siapa? Aku? Hei kata2mu penuh dengan imajinasi” kata Mi Sun sambil menunjuk2 kepala Tak Goo. “Mengapa aku menyukaimu hah? Tentu saja tidak. “ya ya aku mengerti, namun sudah ada wanita yang mengisi hatiku” kata Tak Goo.
“Hei jangan membesar2kan masalah ini, aku juga punya seseorang yang aku suka, dan dia juga sangat suka padaku” kata Mi Sun tak mau kalah. “benarkah? Memangnya siapa? Tanya Tak Goo tak percaya. “Seo Tae Jo” jawab Mi Sun. mendengar hal itu Tak Goo tertawa. “Apa kau? Kenapa kau tertawa? ..”Kau pasti salah paham Mi Sun, ayo ayo bangun2,,” kata Tak Goo sambil tertawa. Mi Sun jengkel, bangun dan berteriak “sebaiknya kau belajar membuka oven” kemudian menendang kaki Tak Goo.
“Hei Mi Sun, ,,”Apa? Seru Mi Sun kesal. Tak Goo lalu memegang pundak Mi Sun,”Kau adalah salah satu wanita terbaik dari ketiga wanita yang pernah aku temui.[ibu Tak Goo, Yu Kyung, Mi Sun] jadi kau jangan mencari laki2 seperti Tae Jo, carilah seseorang yang lebih baik. Seseorang yang benar2 menyukaimu dan tidak bisa hidup tanpamu, Tae Jo tak pantas mendapatkanmu” kata Tak Goo menasehati Mi Sun. “Urusi urusanmu sendiri” kata Mi Sun sewot. Tak Goo tersenyum lalu meninggalkan Mi Sun.
Mi Sun masuk keruang makan dan minum dengan kesal, “Apa? Ketiga? Tdak kedua, tetapi ketiga? Gerutu Mi Sun, tanpa Mi Sun sadari ibunya memperhatikannya. “Apa yang kau katakana, ketiga, kedua? Seru ibu Mi Sun. “Ibu, apakah ibu, wanita pertama bagi ayah? Tanya Mi Sun. mendengar hal itu ibu Mi Sun kaget. “Apa?,,tentu saja,,ibu adalah cinta pertama ayahmu, dari pertama kita bertemu saat 13 tahun hingga saat ini, mengapa kau Tanya seperti itu”. “Tidak apa2” kata Mi Sun sambil melap mulutnya”.
Gap So sangat terkejut dengan rencana Jae Bok yang ingin mengikuti tes juga. “Apa kau demam sehingga mengatakan ini” kata Gap So. “Kim Tak Goo saja ikut padahal aku lebih dulu belajar darinya” jawab Jae Bok. “Lalu apa yang akan kau lakukan setelah mendapatkan sertifikat itu, apa kau akan membangun toko sendiri, apa kau punya uang?” Tanya Gap So. “Apapun alasannya aku akan mengikuti tes itu” tegas Jae Bok. Jin Gu dan Gap So hanya terdiam.
Tuan Yang datang ke kamar Tae Jo untuk meminta membatalkan keinginannya untuk mengetahui resep roti Bong. Namun Tae Jo meminta tuan Yang menyebutkan alasannya, namun tuan Yang tidak mengatakkannya. Akhirnya Tae Jo mengatakan bahwa ia tak akan menyerah. [Tae Jo=Ma Jun]
Kakek membuka lemarinya dan mengambil bungkusan dari lemari. Kemudian membuka bungkusan itu ternyata didalamnya terdapat buku tentang fermentasi [mungkin cara fermentasi roti Bong]. “lalu, apa yang harus kulakukan sekarang”, gumam kakek.
Sementara itu Tak Goo pergi ke dapur roti, dan memandangi oven yang berada dihadapannya. “Tak Goo, apa yang akan kau lakukan” kata2 kakek terngiang ditelinga kakek. Tanpa sepengetahuan Tak Goo , Jin Gu melihatnya dari belakang.
Presdir pulang dari kantor bibi Gong menyambutnya. “Dimana nyonya? Tanya presdir. “Nyony ada didalam tuang” jawab bibi Gong. “Besok saya akan melakukan kunjungan kerjaa” kata presdir. Presdir kemudian pergi keruang kantornya dan melihat beberapa surat dimejanya, ia menemukan surat yang diperuntukkan untuk istrinya.
Ny Seo masuk ke ruang kerja presdir ketika presdir sedang melihat2 surat. “Ada surat untukmu ditumpukan surat2ku, mungkin bibi Gong salah menempatkannya” kata presdir sambil memberikan surat itu ke Ny seo. Ny Seo panic, “Akhir2 ini aku sedikit tidak senang dengan kerja bibi Gong mungkin dia sudah tua” kata Ny Seo. “Disurat itu tertulis untuk nyonya muda, siapa lagi orang yang memanggilmu nyonya muda,aku sangat terkejut karena masih ada orang yang memanggilmu seperti itu padahal ibu telah meninggal 14 tahun yang lalu” kata presdir curiga. Ny Seo mengalihkan pembicaraan dan menyuruh presdir siap2 untuk makan malam.
Ny Seo memanggil bibi Gong. “Mengapa surat ini ada di ruangan tuan? Tanya Ny Seo marah. “Aigoo, maaf nyonya” kata bibi. “Apa yang kau kerjakan, ini seperti waktunya buatmu untuk meninggalkan rumah ini”Ny Seo Marah. “Nyonya mengapa kau katakan itu, saya bekerja disini sebelum nyonya menikah dengan tuan” kata bibi Gong. “Jika kau tak ingin mendengar ini, maka kerjakan tugasmu dengan baik, jika ini terulang lagi, kau lebih baik mengemasi barang2mu” bentak Ny Seo.
Ny Seo masuk kekamarnya dan membuka surat itu. Ny Seo sangat terkejut dengan isi surat itu. [isi surat “TAKDIR, TIDAK AKAN LAGI BERPIHAK PADAMU”
aku kok suka Jin Gu ya,,potongan rambutnya itu lucu banget, selain itu dia perannya kasian sih,,sayang banget ma adiknya, jadi pingin punya kakak cowok kayak dia. #ngayal tingkat tinggi
Tak Goo mencoba lagi untuk membuka oven. “Aku bisa membukanya, aku bisa membukanya, aku dapat melakukan ini” kata Tak Goo menyemangati diri sendiri. Namun ketika Tak Goo memegang pintu oven Tak Goo mengurungkan niatnya, tiba2 Jin Gu datang dan memegang tangan Jin Gu. “Buka” pinta Jin Gu. Jika kau tidak bisa membukanya kau tak akan bisa membuat roti, dan akan hanya menjadi sebuah adonan” kata Jin Gu. “Aku tahu itu, lepaskan tanganku” pinta Tak Goo. “mengapa kau peduli aku bisa membukanya atau tidak, aku akan melakukannya sendiri” teriak Tak Goo. “Bagaimana aku tidak peduli” teriak Jin Gu. “aku membuat hidupmu seperti ini, bagaimana bisa aku berpura2 tidak terjadi apa2” seru Jin Gu. “Jangan membuatku tertawa, aku tidak akan memaafkanmu, aku masih sangat membencimu hingga saat ini, bahkan aku ingin membunuhmu” kata Tak Goo penuh kebencian. “Mengapa kau tidak melakukan itu, jika kau tidak peduli aku hidup atau mati, mengapa kau menyelamatkanku? Tanya Jin Gu. Jadi kumohon Tak Goo, biarkan aku membantumu.
Tak Goo terdiam dengan perkataan Jin Gu. Jin Gu memegang tangan Tak Goo dan membantunya membuka oven. “Aku tidak akan menyakitimu lagi” kata Jin Gu sambil melepaskan tangan Tak Goo. Tak Goo membuka pintu oven dengan ragu2, namun akhirnya dia bisa membukanya. Jin Gu lalu memasukkan tangannya kedalam oven. Jin Gu mengajarkan Tak Goo untuk merasakan suhu yang seperti apa yang bagus untuk mengoven roti”. Tak Goo lalu memasukkan rotinya, Jin Gu memegang kepala Tak Goo dan mengatakan “Kau melakukannya dengan baik”. Sementara itu Tak Goo masih tidak percaya ia bisa melakukan itu. Tak Goo tersenyum senang.
Kepala karyawan memperkenalkan yu Kyung sebagai pegawai baru, yang memiliki nilai tertinggi saat training dilakukan. Manager Han terlihat senang, namun memandang Yu Kyung dengan tajam. 
senior Yu Kyung menunjukkan tempat Yu Kyung dan temannya, dan meminta bekerja dengan giat karena jadwal sangat padat.. presdir datang dan Yu kyung dikenalkan sebagai asisten sekretaris yang baru.
buatan pertama
buatan kedua
buatan ketiga, wkwk ga ada beres
Tak Goo akhirnya berani untuk mengoven roti sendiri, hasilnya ia perlihatkan pada Mi Sun. buatan Tak Goo pertama, terlalu empuk, sehingga rotinya jadi lemas [berubah bentuk]. Buatan kedua rotinya terlalu keras, buatan yang ketiga gosong, “Ini bukan roti tapi arang” kata Mi Sun mengejek.
Tak Goo stress, karena tidak bisa melakukannya dengan benar. “Apa ada masalah? Tanya Ma Jun. “Tidak” jawab Tak Goo. “kalau begitu bagus, tes pertama akan dilakukan besok, aku khawatir kau tidak siap, semoga kita tak menyesal dengan perjanjian itu” kata Ma Jun. “Hey, berapa kali aku harus katakana padamu agar kau mengerti, aku Kim Tak Goo adalah seorang pria, apapun yang keluar dari mulutku aku akan melakukannya dengan baik”. “Baikklah, sampai bertemu lagi besok” kata Ma Jun.
Tak Goo menemui Tuan Yang dan kakek, Ia memohon untuk mengundur pelaksanaan tes. Namun tuan Yang menolaknya. “Kemiskinan akan mendorong kita agar berubah, perubahan mengantar kita pada kesuksesan” kata kakek. Tak Goo tak mengerti dengan ucapan kakek. “Semenjak kau punya keinginan untuk mengikuti tes, aku yakin kau akan menemukan solusi dari masalah ini”. Tak Goo tetap memohon. “Kau seharusnya lebih percaya pada dirimu sendiri jika kau bisa melihtanya, dan aku sendiri dapat melihat kemampuanmu untuk dapat melakukan itu dengan baik” kata kakek.
Senior Yu Kyung membawa Yu Kyung kerumah Ny Seo. Ia meminta pada Yu Kyung untuk tidak gugup untuk bertemu Ny Seo dan ini kesempatan Yu Kyung untuk belajar.
Yu Kyung masuk rumah Ny Seo dengan begitu takjub. Sementara itu Ny Seo masih memikirkan siapa orang yang mengiriminya surat kaleng itu dan masih mengingat2 apa maksud dari surat itu. Tiba2 terdengar suara ketok pintu. Bibi Gong memberitahu Ny Seo bahwa sekretaris Yoon datang.
Emm bakalan ada perang antara mereka berdua
Ny Seo menemui sekretaris Yoon[senior Yu Kyung]. Sekretaris Yoon memerikan beberapa dokumen kepada Ny Seo kemudian memperkenalkan karyawan baru Ny Seo yang akan membantu kerja Ny Seo. Betapa terkejutnya Ny Seo siapa yang ia lihat. Yu Kyung mengenalkan dirinya, Ny Seo terlihat sangat tidak senang. “Kau apa yang kau lakukan disini, ada tujuan apa kau kesini? Dasar wanita jalang,,,Nona Yoon, bawa wanita ini meninggalkan tempat ini” katan Ny Seo. “Apa, tapi nyonya”..”sudah kubilang bawa perempuan ini keluar, kau dengar” bentak Ny Seo.
Setelah mengusir Yu Kyung, Ny Seo masuk ke ruang kerjanya, ia masih shock dengan siapa ia bertemu, ia lalu menelepon manager Han. “Apa kau menghandle pekerjaan ini? Tanya Ny Seo pada manager Han yang sedang berada dimobil bersama manager Han. “Ada masalah apa? Tanya manager Han. “Apa tidak ada karyawan yang lain?. “Apa yang kau maksud staff baru itu? Tanya manager Han tak menegerti. “ya, kau tau siapa dia, dialah yang bernama Yu Kyung, orang yang mengajari Ja Rim sesuatu yang tidak benar dan mendekati Ma Jun untuk mengambil keuntungan darinya” jelas Ny Seo. “Sekarang aku sedang bersama presdir, kita bicarakan nanti” kata Manager Han.
Yu Kyung dan nona Yoon akhirnya pulang, “sebenarnya ada apa dengan kau dan nyonya besar, apa kalian saling kenal sebelumnya” seru Nn Yoon. “Ah tidak, memang ada sedikit masalah” jawab Yu Kyung. Yu Kyung lalu melihat kearah dalam rumah dengan pandangan kebencian.
Dalam perjalanan pulang, Presdir mengatakan pada manager Han untuk mampir ke Incheon, “Ke incheon, apa predir akan mengunjungi Pal Bong bakery? Tanya manager Han cemas, “Ya, ada yang salah, apa kau mau mencampuri urusanku untuk pergi ke rumah guruku” seru presdir sinis. Manager Han terlihat sangat cemas.
Presdir sampai di Pal Bong Bakrey, ia mengatakan pada manager Han untuk tunggu diluar. Presdir masuk dan bertemu Nyonya Yang. “Oh, Ill Jong orabunie, mengapa tiba datang tiba2, seharusnya kau telepon dulu” kata Ny Ynag senang. “Ah, aku hanya mampir, kemana guru? Tanya presdir. “Oh ayah tidak ada, besok adalah hari pertama tes dimulai, kau pasti tahu, pasti ayah akan mempersiapkan itu” seru Ny Yang. Ny Yang kemudian pamit untuk memanggil tuan Yang.
Presdir yang ditinggal Ny Yang tiba2 mencium sesuatu, ia menuju ke dapur dan melihat sekeliling dapur, ternyata ada roti yang sedang dipanggang. Sementara itu Tak Goo yang sedang mengambil tepung sangat kesal karena permintaannya tidak dikabulkan kakek. Tanpa ia sadari, Tak Goo lupa untuk mematikan oven, ia segera berlari mematikan oven, saat menangkatnya Tak Goo kepanasan akhirnya roti jatuh berserakan dan tepung yang ada dimeja berserakan karena disenggol Tak Goo saat jatuh, “Apa kau taka apa2? Tanya presdir. “Ya aku baik2 saja” jawab Tak Goo tanpa melihat siapa yang bertanya. Tak Goo kemudian berbalik, betapa terkejutnya siapa yang dia lihat, presdir ada dihadapnnya. Tak Goo sangat terkejut.
Sementara itu manager Han sangat cemas bila presdir bertemu dengan Tak Goo. Ma Jun datang. “Ada apa lagi kau kesini, bukankah sudah ku katakan jangan pernah pergi kesini” kata Ma Jun kasar.”Presdir ada didalam” jawab Manager Han. Ma Jun terkejut.
Ny Yang datang bersama tuan Yang. “Mana Il Jong? Tanya tuan Yang. “Tadi dia disini” jawab Ny Yang. Secara bersamaan Ma Jun masuk. “Tae Jo apa kau melihat pria baik yang memakai jas, tampan dan mancung? Tanya Ny Yang. [wkwk pas Ny Yang bilang gitu, tuan Yang cemburu]. “Aku tak melihatnya, namun aku melihat mobil diluar” jawab Tae Jo. “Mungkin dia di dapur [ruang pembuat kue]” kata tuan Yang. Mendengar hal itu Ma Jun terlihat panic.
“Hei apa kau tak apa2? Kau baik2 saja kan? Tanya Presdir. Tak Goo tak bisa menjawab, ia diam seribu bahasa, matanya mulai mengeluarkan air mata. Tak Goo menjatuhkan baskom tepungnya. Hal ini membuar presdir semakin tak mengerti. “Kau…” seru presdir. Tak Goo kemudian membalikkan badannya membelakangi presdir. Tak Goo sangat shock,,.
Cre :  pelangidrama.blogspot.com 

0 komentar:

Poskan Komentar

 

coretan yanni Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template