Kamis, 13 Januari 2011

Bread love and Dream episode 18

Presdir dan Tak Gu saling berpelukan erat, melepas rindu yang selama ini terpendam tak bisa terungkapkan. (wkwkwk... lebay.co.kr) "Bagaimana kau hidup selama ini? Kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal saat aku tidak mengenalimu?",tanya Presdir seraya mengusap pipi Tak Gu. Tak Gu yang masih bercucuran air mata hanya bisa minta maaf. 
(Mian ya pak Presdir, harusnya anda yg introspeksi diri terlebih dahulu, anda kan orang kaya, harusnya bisa nemuin Tak Gu lebih cepat dengan uang yang anda miliki. Bahkan saat anda bertemu lagi dengan Tak Gu setelah 12 tahun, anda belum juga mengenalinya, meskipun saat itu anda merasa ada sesuatu yang anda rasakan terhadap Tak Gu, tapi ternyata ikatan batin anda tidak terlalu kuat. Tapi saya akui  memang ini adalah pertemuan terbaik yg sudah diatur oleh sang penulis, karena moment yg pas. Saat Tak Gu sakit hati karena Ma Jun dan Yu Kyung, anda datang untuk mengobati luka hati uri Tak Gu. Terima kasih atas kedatangan anda ke PBB pak Presdir, hiks hiks... bow 90drajat)
Presdir :"Apa kau pikir aku tidak mencemaskanmu atau tidak ingin lagi melihatmu? Bagaimana kau bisa berpaling dariku dengan begitu kejam?"
Tak Gu yang merasa bersalah terus meminta maaf, Presdir lalu membelai Tak Gu lembut, menenangkannya,"Sekarang semuanya baik-baik saja. Sekarang aku sudah mengenalimu, itu bagus. Sekarang...aku bisa bernafas lagi Tak Gu ya....". Presdir tersenyum bahagia dalam tangis, begitu pula Tak Gu.  Presdir kemudian menarik Tak Gu ke dalam pelukannya lagi, membuat tangisan Tak Gu semakin kencang.
Ma Jun masuk ke kamarnya, entah apa yang dirasakannya sekarang.
Nyonya Seo menyambut Presdir yang pulang larut malam [dengan membawa bungkusan roti nasi jelai Tak Gu pastinya  ^__^] Nyonya Seo menanyakan kenapa suaminya itu pulang terlambat. Presdir menatap istrinya dan berkata dengan tegas,"Permintaan yang kau buat waktu lalu, ultimatummu. Aku akan menolaknya. Tidak peduli seberapa banyak kau protes, aku tidak akan menghapus anak itu [Tak Gu] dari hidupku. Jadi...kau bisa menyerah atau menerimanya saja". Setelah itu, Presdir langsung pergi ke ruang kerjanya, meninggalkan istrinya yang terpaku kesal.
Presdir duduk dan mengambil roti nasi jelai Tak Gu, lalu mengingat.
Flashback
"Kembalilah ke rumah", bujuk Presdir pada Tak Gu.
Tak Gu :"Maafkan aku Presdir. Aku sekarang baru saja mempelajari apa itu roti dan...seperti apa hati yang dibutuhkan untuk membuat roti. Ada banyak lagi hal yang masih harus kupelajari dari yang sudah ku ketahui saat ini. Dan lebih dari semua itu, ada alasan kenapa aku harus terus melanjutkan hidup sebagai Kim Tak Gu. Aku harus menjadi Kim Tak Gu, sehingga ibu bisa kembali lagi padaku".
Flashback end
Presdir menciumi roti nasi jelai dan menggumam dalam hati,"Tapi Tak Gu, aku membutuhkanmu. Apapun yang terjadi, aku ingin memberikan Geosung untukmu". (Yaa... Presdir sudah menentukan pewarisnya kelak)
Ma Jun masih duduk merenung di kamarnya [sepertinya dia menunggu Tak Gu pulang], sementara itu Tak Gu masih berdiri diam di dapur Pal Bong Bakery.
Tak Gu akhirnya masuk juga ke kamar, Ma Jun langsung "menyambutnya" dengan kata-kata sirik,"Jadi... apakah pertemuan penuh air matamu dengan ayah sudah selesai? Ketika kau bilang bahwa kau mempelajari roti dari Guru Pal Bong, apa yang ayah katakan? Apa dia bilang kalau kau sungguh mengagumkan? Apa dia bilang kalau dia bangga?". 
Tak Gu yang tidak ingin merusak moodnya hari itu menyuruh Ma Jun untuk segera berhenti. Ma Jun tidak menghiraukan Tak Gu dan melanjutkan omongannya,"Kenapa kau tidak bilang kalau kau lulus tahap pertama juga? Jika kau mengatakan padanya, pendapatnya tentangmu pasti berubah". "Hentikan, Ma Jun", pinta Tak Gu. Ma Jun tersentak mendengar Tak Gu menyebut nama aslinya, dia melihat Tak Gu dengan geram. Tak Gu  mengatakan bahwa dia tidak ingin ribut-ribut dengan Ma Jun malam itu. 
Ma Jun lalu bangkit dari duduknya dan berhadapan dengan Tak Gu,"Apa yang terjadi padamu? Hanya karena bertemu dengan ayah sekali apa kau bilang kau ingin bertindak seperti kakak padaku? Kau pikir seseorang akan memperlakukamu -yang seorang anak pengemis- sebagai hyung [kakak]?". Tak Gu mencoba bersabar menghadapi Ma Jun,"Aku tidak ingin mencampur adukkan kau dalam semua ini. Daripada Gu Ma Jun, Aku berharap kau tetap jadi Seo Tae Jo, tapi...ada sesuatu yang tidak bisa kau hindari. Tak peduli sebanyak apa kau merengek  membenciku, tak peduli seberapa banyak aku memanggilmu Seo Tae Jo... di depan Presdir aku tetap menjadi hyungmu!". Ma Jun berteriak kesal,"Tutup mulutmu!! Jangan katakan hyung!". Tak Gu berseru menyebut nama Ma Jun lagi. Ma Jun benar-benar marah,"Aku bilang jangan memanggilku dengan nama itu tanpa ijin!!".
Tak Gu akhirnya mengalah :"Apa yang harus kulakukan agar kau mengakuiku sebagai Hyung mu? Bukan sebagai sampah, bukan juga sebagai anak pengemis. Bagaimana aku bisa mendapatkan pengakuanmu sebagai hyung mu? Jika aku lolos sampai akhir kompetisi, akankah kau mengakuiku sebagai hyung mu? Jika aku mengalahkanmu dalam kompetisi, akankah kau menerimaku sebagai hyung mu?". (Lihatlah ketulusan dari dalam mata Tak Gu, Gu Ma Jun... tidakkah kau bisa melihatnya? atau kau memang tidak mau melihatnya? berbaikanlah dengan hatimu sendiri Gu Ma Jun. Sungguh ironis, di saat Gu Ma Jun mati-matian mendapatkan pengakuan dari Presdir karena iri dengan Tak Gu, justru di saat itu pula Tak Gu berusaha keras mendapatkan pengakuan Ma Jun sebagai kakaknya, tak peduli sudah sebanyak apa Ma Jun pernah menyakiti hatinya. Like this Kim Tak Gu ^_____^)
Ma Jun mengambil kesempatan itu untuk melakukan tawar menawar dengan Tak Gu :"Dan jika kau tereliminasi atau kalah, bisakah kau menghilang dari pandanganku selama-lamanya? Bisakah kau menghilang dariku dan ayah selamanya?".
"Itukah yang kau inginkan?", tanya Tak Gu meyakinkan. "Ya, itulah yang benar-benar kuinginkan. Apa yang akan kau lakukan? bisakau kau melakukannya?", jawab Ma Jun.
Tak Gu sepakat juga akhirnya [karena dia tidak mau lagi memperpanjang kekeruhannya dengan Ma Jun] dan berkata,"Jadi, tepatilah janjimu. Jika aku lolos dalam kompetisi dan mengalahkanmu, jadi akuilah aku sebagai hyung mu!".  Ma Jun tersenyum meremehkan,"Berjanjilah padaku, antara pria dengan pria. Kau lebih baik bersiap untuk mengepak tas mu, Karena kau akan kalah dengan cepat setelah kau tereliminasi". Tak Gu memotong kata-kata Ma Jun,"Tidak, aku tidak akan kalah. Aku suka tempat ini. Aku ingin tinggal lebih lama di Pal Bong Bakery dan aku ingin mendapatkan pengakuanmu sebagai hyung mu. Jadi, aku tidak akan kalah... Ma Jun", tekad Tak Gu. 
Di ruang penyimpanan dapur, Mi Sun ngomel-ngomel karena Tak Gu membuat perjanjian tidak masuk akal lagi dengan Ma Jun, yang pertama tentang Yu Kyung dan kali ini perjanjian kalau Tak Gu akan menghilang selamanya [dari Pal Bong Bakery]. Tak Gu menjelaskan kalau ada hal yang tidak diketahui oleh Mi Sun, tapi Tak Gu tidak bisa mengatakan hal apa itu, meskipun begitu Tak Gu tetap berharap Mi Sun akan membantunya. Mi Sun yang jengkel, tidak mau lagi membantu Tak Gu dan berbalik [pura-pura] meninggalkan Tak Gu. (wkwkwk.... Mi Sun ga rela tuh kalau harus jauh dari Tak Gu, kekekeke... Aku paling suka scene antara Tak Gu-Mi Sun, ahh... neomu neomu choeahe
Tak Gu yang melihat Mi Sun mau pergi langsung refleks menarik tangan Mi Sun dan merayunya,"Aku akan membersihkan kamarmu selama seminggu, bagaimana? Aku juga akan membersihkan seluruh lorong di lantai dua, bagaimana?". Mi Sun menambahkan,"Peralatan yang kugunakan kerja juga".  Tak Gu terkejut kesal mendengar persyaratan tambahan dari Mi Sun, tapi akhirnya dia bersedia juga,"Baiklah baiklah... Aku akan membersihkan kamarmu, lorong dan peralatan dapurmu yang kotor juga. Oke?!" (wuakakakak... Mi Sun ini ibarat diberi hati, minta jantung. Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan Tak Gu)

"Fermentasi", Mi Sun memberikan klu pada Tak Gu. Tak Gu mengulang,"Fermentasi?". Mi Sun membenarkan, lalu dia pergi dari situ. Tak Gu mengejar Mi Sun untuk minta penjelasan lebih lanjut, tapi saat di pintu dia berpapasan dengan Ma Jun. Mereka bertatapan sesaat, Ma Jun lalu melanjutkan langkahnya sementara Tak Gu masih terdiam, sebelum pergi dia menggumam dengan keras [agar Ma Jun bisa mendengar] menyebut-nyebut fermentasi. Ma Jun mendapatkan ide.
Tak Gu pergi ke pasar dan membeli bahan fermentasi berbagai macam makanan, sedangkan Ma Jun yang lebih ilmiah memilih untuk pergi ke perpustakaan dan mempelajari tentang fermentasi melalui buku. [Di Korea Selatan, terdapat berbagai macam makanan hasil fermentasi, misalnya : kimchi, pasta kedelai, asinan gurita, asinan usus, dll. Tapi masalah yang dihadapi oleh Tak Gu dan Ma Jun adalah bukan sekedar fermentasi biasa,  karena mereka harus bisa menemukan fermentor yang cocok untuk roti agar adonan yang mereka buat nantinya tetap bisa berkembang meskipun tanpa ragi]
Saat Ma Jun membaca buku tentang fermentasi, dia menemukan sesuatu yang baru baginya "Fermentasi Tanaman Beracun, Seol Bing Cho. Efek dari tanaman Seol Bing, sebagai contoh ketika enzim dari tanaman Seol Bing ditelan, akan berefek melumpuhkan indra perasa manusia". (waa.... bahaya nih!! Warning Warning!!)
Rival couple kita, sangat bersemangat dan antusias dalam mencari fermentor yang paling tepat. Tak Gu berlatih di dapur PBB secara langsung [sendirian], dia bereksperimen dengan berbagai fermentor, mencampurkannya ke dalam adonan dan menunggu hasilnya. Ma Jun yang berfasilitas, menemui Manager Han dan meminta bantuannya agar bisa menggunakan lab Geosung Foods untuk menemukan fermentor paling tepat. 
Tak Gu memeriksa hasil eksperimennya dan ternyata gagal semua! begitu pula Ma Jun, staf lab Geosung yang membantunya memberitahu bahwa semua fermentor gagal. Tak Gu kesal karena terus gagal, tapi dia tidak menyerah dan tetap berlatih, Ma Jun juga jengkel.
Mi Sun ternyata menjadi agen rahasia Kakek Bong untuk mengawasi perkembangan Tak Gu dan Ma Jun selama ini, Mi Sun pulalah yang ditugaskan oleh kakek untuk memberikan klu pada Tak Gu dan Ma Jun tentang fermentasi. (tuuhh kan, dia memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan Tak Gu biar Tak Gu membantunya membersihkan kamar padahal dia emang niat mau ngasih klu sama Tak Gu, Mi Sun jail juga, wkwkwkw) Mi Sun melaporkan hasil pengawasannya hari itu pada kakek, Mi Sun bilang kalau Tak Gu selalu gagal dan dia tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh Tae Jo karena Tae Jo selalu menghilang di siang hari setelah menyelesaikan pekerjaannya di bakery.
Mi Sun lalu protes pada kakek karena dia merasa kompetisi itu berlangsung secara tidak adil. Tak Gu dan Ma Jun mendapat klu dari kakek, sedangkan dirinya sendiri tidak dapat klu padahal dia adalah saingan mereka juga.
Kakek yang bijaksana menjawab protes Mi Sun : "Bukankah kau sudah tahu jawabannya tanpa diberikan klu? Aku tahu bahwa indra perasamu tidak akan pernah melupakan apa yang dia rasakan meskipun hanya sekali saja. Saat itu umurmu 12 tahun ketika terakhir kalinya kau makan Roti Bong.  Jadi tak ada keraguan kalau kau pasti mengingat rasa itu kan?". Karena kakek sudah berkata begitu, Mi Sun tidak bisa membantah lagi. (Tuhh kan... Mi Sun-Tak Gu itu memang pasangan paling cocok, mian ya buat  Tak-Kyung Shipper)
Presdir melihat saat Ma Jun memarahi staf lab Geosung Foods karena belum juga berhasil menemukan fermentor yang tepat padahal waktunya sudah mepet. Ma Jun dengan gaya bossy-nya secara tidak sopan menyuruh staf lab [yang lebih tua darinya] untuk segera menemukan cara memfermentasi roti tanpa ragi dalam dua hari, bagaimanapun caranya.
Ketika Ma Jun berbalik, dia sangat terkejut melihat ayahnya yang menatap dengan tajam,"Abeojiii...". (hadeuuhh muka Ma Jun kok cute cute banget ya) Presdir meminta kertas yang dipegang oleh staf labnya, staf lab itu tidak berani [dia juga takut sama Ma Jun], Presdir mengulang perintahnya lagi. akhirnya staf lab itu memberikan kertasnya juga. Presdir langsung memeriksa kertas-kertas itu dan raut mukanya menampakkan kekecewaan. (Ma Jun juga sudah dag dig duerrr pasti tuh) Presdir mendekati Ma Jun dan berkata,"Kau mempersiapkan kompetisi dengan para pegawaiku yang bekerja membantumu? Kau ingin lolos kompetisi dengan menipu seperti ini? Ini adalah kemenangan untukmu, kau ingin mengalahkan Tak Gu dengan ini?  Aku benar-benar kecewa. Jangan pernah lagi melangkahkan kaki  di Ruang Pengembangan Makanan-ku! Jika kau  menang, menanglah dengan kekuatanmu sendiri dan jika kau gagal, maka gagallah karena kemampuanmu sendiri". Setelah itu Presdir melangkah pergi, sementara Ma Jun terdiam menahan malu dan yang bisa dia lakukan hanya meremas kertasnya dengan geram.
Nyonya Seo datang ke kantor Geosung dan sudah disambut oleh sekretaris Presdir. Sekretaris Presdir memberitahunya kalau Presdir baru saja meeting dengan tim marketing 30 menit yang lalu. Sekretaris itu menawarkan untuk meninggalkan memo pada Presdir, tapi Nyonya Seo menolak karena hari itu dia hanya ingin bertemu dengan Manager Han.
Saat menunggu di lift, Nyonya Seo melihat Yu Kyung yang [ternyata masih bekerja di Geosung] membawa ember dan pel.

Yu Kyung masuk ke ruangan "barunya" dan menemukan Ma Jun yang sudah duduk manis menunggu dia. Yu Kyung tidak menghiraukan kehadiran Ma Jun dan langsung membersihkan lemari yang kotor. Ma Jun tidak mengerti kenapa Yu Kyung keras kepala dan masih juga bekerja di Geosung meskipun orang-orang sudah membuangnya. Yu Kyung malah menanyakan apakah Ma Jun tidak sibuk padahal dia sedang ada kompetisi di PBB.
Ma Jun tidak mau Yu Kyung menyebut-nyebut tentang kompetisi lagi. Yu Kyung :"Jika kau datang untuk mengeluh, kau datang ke tempat yang salah. Aku bukan tipe orang yang bisa mendengarkan keluhan orang dengan baik. Jadi lakukan itu di tempat lain".  Mendengar kata-kata kejam Yu Kyung itu, Ma Jun justru tersenyum [karena itulah yang dia sukai dari Yu Kyung].
Saat membersihkan lemari, Yu Kyung tidak tahu kalau di atas lemari itu ada tumpukan map yang goyang-goyang dan mungkin jatuh menimpa kepalanya. Sebelum hal itu terjadi, Ma Jun dengan sigap menahan tumpukan map tersebut. Yu Kyung kaget karena Ma Jun tiba-tiba berdiri dan ada di belakangnya.  Yu Kyung berbalik dan mereka saling bertatapan, tidak tahan, Yu Kyung mencoba menghindar tapi Ma Jun memegang tangannya dan bertanya serius,"Apa kau akan memukulku lagi? Sekarang, aku ingin menciummu, apa kau akan memukulku lagi?"
Melihat Yu Kyung yang tidak bereaksi, Ma Jun melanjutkan kata-katanya,"Jadi... aku akan melakukannya". Ma Jun bersiap, mukanya mendekat ke muka Yu Kyung. Setelah tinggal beberapa centi, Yu Kyung menghindar, Ma Jun tersenyum pahit dengan penolakan Yu Kyung,"Jangan menahannya terlalu lama. Aku tidak cukup bagus dalam menunggu. Jadi, saat aku masih menempel padamu, pura-puralah kalau kau sudah terjerumus. Sungguh tidak menarik kalau memainkan ini terlalu lama". Yu Kyung lalu bertanya ingin tahu,"Kenapa aku? Kau punya banyak wanita, jika kau mau kau bisa bermain dengan wanita manapun yang kau inginkan. Kenapa itu harus aku?". "Aku tidak bisa memilikimu bahkan ketika aku menginginkamu. Karena  itulah...", jawab Ma Jun.
Dan ternyata... Nyonya Seo mendengarkan pembicaraan mereka berdua sejak tadi!
Tak Gu tak juga lelah berlatih, dia gagal lagi dan lagi.
Mi Sun datang dan  menasehatinya untuk istirahat sejenak karena Tak Gu sudah berlatih keras seharian itu. Tak Gu tidak mau karena tidak ada waktu lagi baginya untuk istirahat, kompetisi sudah semakin dekat. Mi Sun lalu menanyakan tentang Yu Kyung, karena sejak beberapa hari lalu Tak Gu tidak lagi membicarakan Yu Kyung dengannya. Tak Gu sedang menghindari topik tentang Yu Kyung, jadi dia meninggalkan Mi Sun dan pergi ke ruang penyimpanan. Saat mengambil tepung, dia merasa pedih teringat kata-kata Ma Jun mengenai Yu Kyung yang menyembunyikan rahasia darinya. (Tetaplah semangat Tak Gu ya... aja aja fightiiinggggg !!!!)
Tak Gu  pergi ke kantor Geosung dan dia terkejut melihat Yu Kyung keluar dari kantor itu [berarti perkataan Ma Jun benar, kalau Yu Kyung sudah menyembunyikan sesuatu darinya] Yu Kyung juga tak kalah terkejut melihat Tak Gu,"Tak Gu ya..." panggil Yu Kyung, merasa bersalah. Meskipun hatinya sakit, Tak Gu mencoba untuk tetap bersikap biasa,"Apa kau sudah makan?" tanya Tak Gu sambil melemparkan senyum mautnya ke Yu Kyung. (Look!... mana ada cowok sebaik dan sesabar Tak Gu di dunia ini coba???)
Ma Jun pulang ke rumah PBB, dia memberi salam tapi tidak ada yang menjawab karena ternyata rumah sedang sepi. Dia melihat sekeliling rumah dan mendapati pintu kamar kakek yang terbuka! Ma Jun bertanya,"Guru, apa anda di sana? Guru, apa anda di dalam?". Senyap... tak ada jawaban, Ma Jun tergoda untuk mendekat dan masuk ke kamar kakek pelan-pelan, selangkah demi selangkah. Di meja kakek, tergeletak sebuah buku tua, Ma Jun memberanikan diri mendekati buku itu, semakin tergoda saat membaca judulnya "Jurnal Fermentasi". Dengan kesempatan yang ada, dia pelan tapi pasti membuka lembar buku itu dan melihat kata "alkohol". Ma Jun mengerti sekarang, dia tersenyum puas.
Kakek pulang dan dia menangkap basah Ma Jun sedang membaca jurnal tuanya. Ma Jun tidak juga menyadari kehadiran kakek, sampai kakek berdehem keras"EEHHMM...". Ma Jun terkejut melihat kakek ada di depan pintu dan mendapatinya memegang buku pribadi kakek. Ma Jun langsung berdiri gugup dan salah tingkah [tapi Ma Jun lupa untuk menutup lagi buku kakek!!!]. Kakek memandang jurnalnya yang terbuka di bagian alkohol, menatap Ma Jun dengan tajam dan bertanya seram,"Ada urusan apa kau di kamarku?" Ma Jun bingung mau menjawab apa, dia terpatah-patah berkata,"Ii..itu.... aku datang untuk menemui anda".
Kemudian kakek masuk kamarnya dan menyuruh Ma Jun untuk duduk, menanyakan kenapa Ma Jun ingin bertemu dengannya. Ma Jun masih gugup, bingung menjawab bagaimana, tapi dia langsung mendapat ide dan berkata mantap,"Aku belum menerima jawaban anda". "Jawaban?", tanya kakek. Ma Jun :"Jawaban apakah anda akan memberikan resep Roti Bong atau tidak pada pemenang kompetisi. Aku belum mendengarkan jawaban anda, jadii...". Kakek memotong kata-kata Ma Jun dan menanyakan apakah Ma Jun sudah merasa lega, lega karena dia sudah membaca jurnal fermentasinya. Ma Jun gugup lagi, mencoba menjelaskan. Kakek membenarkan tentang apa yang dibaca oleh Ma Jun bahwa Roti Bong memang dibuat dengan fermentor alkohol. Alkohol bisa dijadikan sebagai pengganti ragi dalam pembuatan roti dan bila dicampurkan dalam adonan, maka akan membuat adonan tersebut berkembang. Kakek bertanya menyindir apakah yang akan dilakukan oleh Ma Jun karena Ma Jun sudah mengetahui rahasia tentang alkohol, maka kemungkinan dia bisa lolos dalam kompetisi tahap ke dua.
Ma Jun bersujud minta maaf pada kakek, dia membuka jurnal kakek karena merasa penasaran saja, tidak ada maksud lain. Kakek malah tertawa mendengar permintaan maaf Ma Jun. Kakek menjelaskan, meskipun Ma Jun sudah mengetahui bahwa alkohol bisa dijadikan sebagai pengganti ragi dalam roti, itu saja masih belum cukup, karena kakek membutuhkan waktu 7 tahun hanya untuk mendapatkan komposisi bahan yang benar agar bisa membuat roti yang tepat, sehingga terciptalah Roti Bong. (Busyettt bener dah, 7 tahun!! ga kebayang, bener-bener ga kebayang *geleng-geleng pala mode on*) Dan sekarang Ma Jun hanya punya sisa waktu 12 hari, dengan kemampuannya sendiri, itu sangat tidak mungkin untuk menemukan komposisi bahan yang tepat, KECUALI dia memiliki indra penciuman yang menakjubkkan seperti milik Tak Gu. Mata Ma Jun menunjukkan kecemburuan yang dalam saat Kakek menyebut indra penciuman Tak Gu yang luar biasa. [Ps : Roti Bong itu sangat terkenal karena dibuat tanpa bahan ragi, bukankah 4 elemen dasar untuk membuat roti adalah tepung, air, ragi dan garam sehingga roti yang dibuat tanpa salah satu bahan tersebut bisa dibilang Roti Yang Paling Menarik. Dan Roti Bong adalah salah satu roti paling menarik yang pernah tercipta, Roti Bong tidak menggunakan ragi melainkan alkohol sebagai sarana fermentasinya]
Tak Gu dan Yu Kyung makan bibimbap di restoran, Tak Gu makan dengan lahap sedangkan Yu Kyung yang masih merasa bersalah dan tidak enak tidak juga menyentuh makanannya. Yu Kyung berkata,"Kau bisa bertanya padaku, Kau bisa tanya padaku kenapa aku bekerja di Geosung". Tak Gu menjawab dengan bijaksana,"Tidak. Aku tidak akan tanya apapun. Jika ada suatu alasan yang perlu kuketahui, kau pasti sudah mengatakannya padaku sebelum aku bertanya. Kau tidak mengatakannya padaku karena kau tidak ada alasan untuk itu". Tak Gu lalu meminta Yu Kyung untuk segera makan karena mereka akan bersenang-senang hari itu.
Yu Kyung lalu curhat dengan air mata yang sudah mengambang di matanya :"Aku benar-benar idiot... Aku tidak tahu kenapa aku hidup seperti ini Tak Gu... Aku hanya terus menerus marah. Aku sangat marah hingga membuatku gila. Bagaimanapun aku mencoba, selalu tidak berhasil, aku tetap saja marah. Aku merasa tercekik hingga mau mati. Aku terus memendam amarah. Tak peduli apa yang kulakukan, aku tidak bisa tersenyum sepertimu. Aku tidak bisa mengatasi semuanya sepertimu. Tak Gu... apa yang harus kulakukan? Aku ingin berhenti, tapi itu tak akan terhenti". Yu Kyung tak bisa lagi menahan air matanya, dia menangis terisak.
Tak Gu mengusap air mata Yu Kyung dengan lembut dan mengajaknya pergi jalan-jalan [kencan].
Mereka berdua akhirnya benar-benar kencan, seperti layaknya pasangan yang lain. Awalnya Tak Gu malu-malu tapi dia membuang jaimnya dan menarik tangan Yu Kyung.
Mereka membeli gulali, melihat-lihat tas, bermain boneka, makan di warung pinggir jalan dan foto bersama di PhotoBox. (hadeuuuhhh lagi-lagi lagu Geu Saram, so touching... Yoon imuuutt) Yu Kyung tersenyum juga sepanjang kencan hari itu.
Tak Gu mengantarkan Yu Kyung pulang, sepanjang jalan Tak Gu terus tersenyum saat melihat hasil photobox  mereka berdua. Yu Kyung juga tersenyum melihat Tak Gu, dia lalu menggamit tangan Tak Gu dan bersender pada Tak Gu.
Tak terasa, mereka berdua sudah sampai di apato Yu Kyung.
Tak Gu berkata tulus :"Yu Kyung... aku minta maaf karena aku adalah orang yang buruk untukmu. Aku punya banyak hal yang ingin kulakukan untukmu tapi aku masih belum sanggup. Tetapi hatiku... penuh olehmu, melebihi siapapun di dunia ini. Jadi... hidup mungkin sulit dan keras dan kadang-kadang terlalu susah untuk dihadapi, tapi aku di sini. Jadi percayalah padaku dan bertahanlah sedikit lagi, aku akan secepatnya menjadi seorang lelaki sejati yang akan membuatmu bahagia. Bisakah kau bertahan hingga saat itu tiba?".
Yu Kyung melihat Tak Gu dengan penuh sayang,"Kau juga harus yakin untuk lolos kompetisi tahap kedua. Kau akan datang lagi kan?". Tak Gu mengangguk tersenyum. Yu Kyung lalu memeluk Tak Gu dengan erat, Tak Gu membalas pelukan Yu Kyung, mengusap rambutnya. (Aku jelous jelousss....)
Tak Gu tak mengetahui kalau ada orang yang mengawasi mereka berdua sejak tadi, dan saat Tak Gu sudah jalan pergi, orang-orang itu turun dari mobil dan masuk ke apato Yu Kyung.
Di dalam apatonya, Yu Kyung merenung, dia lalu mengambil surat pengunduran diri dari dalam laci meja, "Ya... Mari berhenti, Kita akan berhenti sampai di sini Yu Kyung". Yu Kyung kemudian memasukkan surat pengunduran dirinya itu ke dalam tas.
Tak lama, ada beberapa orang yang menggedor pintu apato Yu Kyung, mereka masuk dengan kasar, membekap mulut Yu Kyung dan memaksanya untuk memberikan cap jempolnya pada surat pengunduran diri yang sudah mereka bawa. Dalam paksaan itu, Yu Kyung yang menangis dan menahan teriak, akhirnya memberikan cap jempolnya. Yu Kyung menggigit tangan orang yang membekap mulutnya hingga bisa melepaskan diri dan langsung merobek surat pengunduran diri tersebut. Laki-laki itu kesal dan menonjok muka Yu Kyung hingga Yu Kyung tersungkur, berteriak kesakitan. Mereka mencari kertas kosong di meja Yu Kyung, begitu menemukannya mereka memaksa Yu Kyung untuk menulis surat pengunduran diri yang baru. Dalam keadaan mendesak dan kesakitan [jiwa raga] itu Yu Kyung menulis surat pengunduran dirinya dengan linangan air mata. Setelah memperoleh surat pengunduran diri Yu Kyung, laki-laki itu akhirnya keluar dari apato Yu Kyung. Bibir Yu Kyung berdarah, dia menangis terisak kesakitan... (MANAGER HAN-NYONYA SEO BABOOOOOO!!!!!  aku ikutan kesel nih, udah ke arah kriminil sih mereka, penganiayaan terhadap kaum wanita mestinya ditindak tuh! huft)
Tak Gu yang belum jalan terlalu jauh melihat lagi ke arah apato Yu Kyung,"Tidurlah dengan nyenyak, Yu Kyung...". [Tak Gu tidak tahu bahwa saat dia berkata itu, sudah terjadi titik balik dari dalam diri Yu Kyung yang akan membuatnya berubah drastis] Sementara itu, Yu Kyung sudah menghentikan tangisnya dan dia terngiang-ngiang kata-kata Ma Jun [Jangan maafkan mereka! Jangan pernah memaafkan mereka!] Lihatlah tatapan mata Yu Kyung yang penuh dendam dan amarah.
Nyonya Seo menerima surat pengunduran diri Yu Kyung dari suruhan Manager Han dan dia merasa puas. (ga tau dia... kalau sudah membangunkan macan yang tidur, ati-ati aja Nyonya Seo, keadaan bakal berbalik sebentar lagi)
Anak buah Manager Han melapor pada Manager Han kalau Dr. Yoon ternyata sudah menghilang dari rumah sakit dan tidak ada jejak yang menunjukkan kepergian dia, di mana dia tinggal. Manager Han mengerti, sekarang dia benar-benar yakin kalau Dr. Yoon bekerja sama dengan Kim Mi Sun untuk merencanakan semuanya.
Di kediamannya, Kim Mi Sun mengungkapkan rencananya pada Dr. Yoon dan asistennya, nona Jang kalau dia akan memunculkan dirinya pelan-pelan karena dia ingin melihat wajah orang-orang yang sudah mencelakakan dia dan Tak Gu. Dr. Yoon melapor bahwa Presdir sudah bergerak dengan cepat karena dalam waktu dekat akan diadakan rapat direksi untuk menentukan penggantinya.
Di kantor Geosung, Presdir juga mengungkapkan rencananya dalam rapat direksi Geosung Foods mendatang pada Manager Han. Manager Han mengira kalau Presdir berniat memanggil Ma Jun untuk bekerja di Geosung. Presdir membenarkan,"Ya, dan aku juga berpikir untuk memanggil satu orang lagi".
Manager Han menanyakan siapa orang yang dimaksud oleh Presdir.  Presdir berkata tajam,"Menurutmu siapa? Aku kira kau mengerti. Anak itu, aku bicara tentang Tak Gu". Manager Han tersentak mendengar nama Tak Gu disebut, dia ingin protes tapi Presdir langsung memotong,"Jangan katakan kalau kau tidak tahu anak itu. Jika kau terus berbohong seperti itu, Aku benar-benar tidak tahu... apa yang akan kulakukan padamu. Ketika aku memikirkan tentang bagaimana kau mengkhianatiku, mengusirmu cepat-cepat tidak akan meredakan kemarahanku. Alasanku tidak menendangmu keluar dan bertahan adalah... karena dalam waktu 30 tahun kau telah tinggal di sisiku. Ini adalah tugas terakhirku untukmu. Jangan mengujiku lagi!!! Ketahuilah bahwa kesabaranku terbatas. Mengerti?". 
Ja Kyung dan Ja Rim menemani ibu mereka berbelanja, ketiganya terkejut saat melihat Yu Kyung datang. Yu Kyung datang untuk mendengar permintaan maaf Nyonya Seo atas perbuatannya di waktu lalu. Nyonya Seo yang angkuh tentu saja tidak mau melakukannya.
Setelah "perbincangan" yang cukup panjang dan Nyonya Seo tetap tidak mau minta maaf pada dirinya, akhirnya Yu Kyung pergi setelah berkata "Kita akan segera bertemu lagi, Nyonya". [Rupanya, Yu Kyung masih memberi kesempatan pada Nyonya Seo, tapi Nyonya Seo yang terlalu silau dengan dunia tidak bisa melihat niat Yu Kyung itu, Just wait and see... Madam Seo! You'll regret it!]
Bos Yang menghadap kakek dan menceritakan kekhawatirannya tentang Tak Gu yang belum juga berhasil membuat roti tanpa ragi, padahal Ma Jun dan Mi Sun sudah menemukan kunci mereka. Kakek dengan tenang menanggapi,"In Mok, Tidakkah kau merasakan sesuatu setelah kau memakan roti Tak Gu yang pertama?". "Baunya lebih enak dan... rasanya lebih lembut dari yang kukira, hingga aku sedikit terkejut", jawab Bos Yang. 
Kakek :Karena anak itu... menggunakan sedikit ragi dan membuat adonannya terfermentasi secara lamban dalam waktu yang cukup lama.
Bos Yang : Aku juga tahu itu, tapi...
Kakek : Anak itu tidak melakukannya, karena dia belajar dengan kepalanya sendiri. Dia menggunakan indra penciumannya untuk menemukan fermentasi yang terbaik, dengan instingnya. Dan selama 2 tahun pelatihan, dia melakukannya setiap hari, tanpa gagal. Tak ada seorangpun yang mengatakan padanya untuk melakukan itu. Dia melakukannya karena dia suka. Orang yang paling sulit untuk dikalahkan di dunia ini... adalah anak yang seperti dia.
Bos Yang tercenung mendengar penuturan kakek dan bertanya lagi,"Dalam kompetisi ini, apa anda percaya kalau Tak Gu bisa mengalahkan Tae Jo?". Kakek tertawa mendengar pertanyaan menantunya,"Roti anak itu... kasar dan tidak terampil. Tapi bukankah itu mencerminkan ketulusannya?". Kakek masih tertawa pelan lalu dia memandang ke luar pintu kamarnya yang terbuka dan ternyata Ma Jun menguping semua pembicaraan kakek dengan Bos Yang.
Ma Jun terpengaruh, dia teringat kata-kata Kakek padanya [Pikiran Tak Gu hanya dipenuhi oleh roti tetapi pikiranmu dipenuhi oleh pikiran tentang Tak Gu. Siapa yang kau kira akan menang?]
Ma Jun lalu mulai berlatih dengan cara Tak Gu, menciumi setiap eksperimennya. Ma Jun juga mengintip Tak Gu yang berlatih dengan mengandalkan indra penciumannya, tapi saat dia mencoba dia selalu gagal. Ma Jun yang jengkel menumpahkan gucinya hingga tumpah berantakan di lantai. Dia lalu melihat  buku fermentasinya yang menyebut tentang Tanaman Beracun Seol Bing. Dia teringat kata-kata Tak Gu [Jika aku mengalahkanmu dalam kompetisi ini, apa kau akan menerimaku sebagai Hyung mu?], kata-kata Presdir [Ini kemenangan untukmu. Aku sungguh kecewa], dan terakhir kata-kata Kakek Bong [Orang yang paling sulit untuk dikalahkan di dunia ini adalah anak yang seperti dia]
Ma Jun akhirnya meraih buku fermentasi racun itu dengan yakin, Kakek ternyata mengawasi kelakuan Ma Jun, sepertinya kakek benar-benar kecewa, tapi kakek masih berharap,"Apa yang akan kau lakukan sekarang, Tae Jo?"
Dan yang dilakukan Ma Jun adalah datang ke toko ramuan obat dan meminta tanaman Seol Bing!
Ma Jun mendatangi Tak Gu yang masih berlatih di dapur PBB dengan membawa 2 jerigen besar makguli. Tak Gu agak kaget melihat Ma Jun. Ma Jun tanpa tedeng aling-aling langsung bilang,"Lakukan dengan ini! Aku akan membuat makguli, jadi kau temukan fermentasi yang cocok dengan ini!". Tak Gu masih belum ngeh dengan yang dibicarakan Ma Jun. Ma Jun menjelaskan,"Itu artinya, aku memerlukanmu untuk membuat adonan roti tanpa ragi. Aku punya kemampuan yang bagus dalam membuat adonan dan... kau punya indra penciuman yang tajam untuk menemukan fermentasi yang tepat. Hanya tersisa waktu 8 hari sebelum kompetisi tahap dua dimulai. Jadi, jangan membuang energi kita sia-sia dan temukan jawabannya bersama", ajak Ma Jun. Tak Gu masih belum mengerti juga dengan ajakan Ma Jun itu,"Apa yang terjadi denganmu? Kau bahkan mengajakku bekerja sama?".
 
Ma Jun mendengus,"Karena sepertinya kita akan tereliminasi dalam tahap kedua jika kita terus bersaing seperti ini. Jadi, kombinasikan kemampuan kita untuk melewati tahap kedua dan kemudian kita akan menempuh jalan terpisah saat tahap ketiga. Bagaimana menurutmu?", tanya Ma Jun. "Sepertinya bagus juga untukku", kata Tak Gu sepatu.
Akhirnya... rival couple kita bekerja sama juga. (Senenggg liatnya ^__^)
Ma Jun yang bagian membuat adonan, sedangkan Tak Gu yang bertugas cium-mencium sepanjang siang dan malam (wkwkwk...)
Malam hari, Mi Sun pergi ke ruang penyimpanan dapur Pal Bong Bakery dan melihat Tak Gu yang duduk tertidur kelelahan bersandar pada tumpukan sak tepung. Mi Sun mendekati Tak Gu dan duduk di sampingnya, lalu dengan hati-hati menyandarkan kepala Tak Gu ke bahunya. Mi Sun merasa senang euy :)
Ma Jun mengambil pesanan cairan Seol Bingnya, pedagang itu memperingati,"Setelah dikonsumsi, lidah akan mengalami kelumpuhan dan lama kelamaan akan kehilangan indra perasanya. Indra penciumannya juga akan tumpul". Ma Jun lalu menanyakan berapa lama efek racun Seol Bing itu akan bekerja. "Tergantung jumlahnya, tetapi jika kau menggunakan semuanya, maka indra perasa dan penciuman tidak akan pernah kembali", urai pedagang itu.

Nyonya Seo dan Manager Han merencanakan rencana jahat lagi untuk Tak Gu dan Pal Bong Bakery.
Sekretaris Presdir menyerahkan memo berisi nomer telepon untuk dihubungi oleh Presdir. Presdir bertanya-tanya saat mendengar sekretarisnya bilang kalau yang memberi memo itu punya informasi tentang orang yang tinggal di Cheongsan.

Yu Kyung datang ke PBB
Tak Gu masih terus memeriksa hasil eksperimennya dengan Ma Jun.
Jae Bok memberitahu Ma Jun kalau dia mendapat telepon, Ma Jun kaget saat mendengar suara Yu Kyung. Dia langsung lari ke taman menemui Yu Kyung yang sudah menunggunya. Mi Sun terkejut melihat Ma Jun yang berduaan dengan Yu Kyung di taman.
"Apa yang kau katakan masih berlaku? Ketika kau bilang untuk tidak memaafkan mereka. Ketika kau bilang aku bisa menggunakanmu. Apakah itu masih berlaku?", tanya Yu Kyung. Ma Jun bertanya cemas,"Ada apa denganmu?". Yu Kyung tak menanggapi,"Darimana kita mulai? Darimana aku harus mulai... apakah menjadi wanitamu?". Ma Jun semakin cemas kalau-kalau ibunya sudah melakukan sesuatu dengan Yu Kyung. Yu Kyung berkaca-kaca,"Aku tidak bisa memaafkannya. Aku tidak bisa... tak akan pernah memaafkannya". Ma Jun lalu memeluk Yu Kyung. Mi Sun terbengong-bengong melihat Ma Jun dan Yu Kyung yang pelukan.
Presdir masih memandangi memo nomor telepon yang diterimanya, dia akhirnya menelepon nomer itu. Telepon di kediaman Kim Mi Sun berdering.
Manager Han merenung di kantornya, sementara Nyonya Seo mondar-mandir di kamarnya, dan dia menoleh ke arah "Laporan Pal Bong Bakery".

 
Presdir sudah akan menutup teleponnya yang tidak diangkat-angkat, sampai akhirnya Kim Mi Sun mengangkat teleponnya dan menyapa,"Halo?". "Aku Gu Il Jong. Apa kau orang yang memberiku nomor ini? Siapa kau?",tanya Presdir pada Kim Mi Sun.
Kim Mi Sun diam saja...

Tubi Kontinyuuuuttt ^____________^

cre : upnie galery

0 komentar:

Poskan Komentar

 

coretan yanni Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template