Jumat, 21 Januari 2011

Bread love and Dream episode 28

Tak Goo berlari menyusul mobil yang membawa Mi Sun, ibu! Ibu! tapi mobil itu sudah melaju dengan cepat.

Tak Goo langsung kembali ke mobilnya dan masuk, ia menyetir sendirian mengejar mobil Jin Gu. Asisten Cha teriak memanggilnya, President!

Preman yang lain menyusul Tak Goo dengan mobil mereka. Sepanjang jalan Kak Jin Gu terus melihat spion dan sepertinya ia mempertahankan jarak, agar Tak Goo bisa menyusul mereka.
Tak Goo berjanji pada dirinya sendiri, kali ini, ia tidak akan melepaskan ibunya, kali ini ia pasti tidak akan kehilangan ibunya!

Jin Gu membawa mobil keluar jalan utama dan masuk ke hutan, Tak Goo mengikuti mereka.

Sampai di satu tikungan, mobil Tak Goo terperosok dan tidak bisa bergerak. Tak Goo melihat mobil Jin Gu semakin menjauh.

Tak goo memutuskan keluar dari mobil dan lari menyusul mobil Jin Gu.

Di tengah jalan, Jin Gu memperlambat mobilnya karena melihat petani dengan traktor di depan mereka. Jin Gu menghentikan mobilnya. Preman yang ada di sampingnya turun dan menyuruh petani itu minggir.

Jin Gu membiarkan kunci pintu mobil terbuka dan Mi Sun mengambil kesempatan untuk lari keluar. Jin Gu tidak menghalangi Mi Sun.
Preman yang diluar mobil melihat dan lari menyusul Mi sun.

Dibelakang mereka, dua mobil penuh preman berhenti di dekat mobil Tak goo yang mogok, lalu lari menyusul mereka.

Mi sun berusaha lari dan mencari Tak Goo. Tak Goo sampai di mobil Jin Gu, tidak ada siapapun, ia melihat sobekan kain dari ibunya dan lari ke arah itu.

Tak Goo jatuh terguling-guling ke jalan yang menurun. Mi Sun semakin tidak jelas penglihatan-nya.

Akhirnya Mi sun tertangkap oleh para preman itu dan mereka membawa Mi Sun pergi.

Mi Sun teriak-teriak, lepaskan aku!
Tak Goo muncul, apa kalian tidak dengar katanya? lepaskan dia!

Tak Goo berusaha menerjang mereka dan melawan para preman, tapi ia kalah jumlah dan terus menerus dipukuli mereka.
Mi sun menangis dan minta Tak Goo jangan mendekat lagi. Tapi Tak Goo tidak mau dengar, ia terus maju berusaha membebaskan ibunya.

Beberapa preman memalingkan muka karena sepertinya mereka tidak tahan. Tak Goo terus maju karena ia ingin melihat ibunya. Mi Sun menangis, sudah Tak Goo hentikan, jangan pukul dia! kalian jangan pukul dia.

Tak Goo menangis, berapa banyak? Berapa banyak lagi aku harus dipukuli sebelum kalian mau minggir? Sebelum aku melihat ibuku, aku tidak akan mundur. Jadi kau putuskan saja. Minggir atau pukul saja aku seperti ini sampai aku mati, heh?

Mi Sun menangis, Tak Goo...

Tak goo : Bagiku, ini sudah 14 th! Kami terpisah ketika aku 12 th! dan sudah 14 th! Aku mencari, mencari terus, dan ibu yang kucari selama ini ada disana! Jika ini kau, apa kau bisa mundur? Kalian pasti punya ibu juga!

Apa yang sudah kulalui, tidak tahu apa ibuku sudah mati atau masih hidup, kalian pasti tahu apa yang dirasakan seorang anak! Kalian pasti tahu jika kalian seorang anak! Kumohon, minggir. Kumohon biarkan aku melihat wajah ibuku, kumohon, minggir.

Dan para preman yang bengis, dengan badan besar-besar juga sangar itu ...minggir. Bahkan ada yang terharu.
Tak Goo mendekati ibunya sambil menangis, ibu.

Mi Sun tidak kalah emosinya, Tak goo, apa ini kau Tak Goo?
Tak Goo : Ini aku.

Mi sun mengelus kepala Tak Goo : apa ini benar anakku? ini Tak goo-ku? apa selama ini, kau hidup dengan baik? Apa kau tidak kelaparan? dan tidak membiarkan dirimu putus asa? Aku bangga padamu, anakku, putraku..aku bangga padamu..

Ibu dan anak itu terus menangis dan berpelukan. Tak goo mengajak ibunya pulang.

Dari jauh, Kak Jin Gu memperhatikan mereka.

Ja kyung dan Ja Rim pulang ke rumah. Ny. Seo masih duduk di tempat yang sama. Kedua putrinya memberi laporan kalau mereka datang ke pernikahan dan mengajak pengantin makan malam.
Mereka memuji pernikahan itu, tidak banyak tamu, tapi tenang dan indah. Ma Joon dan Yu Kyung menjalani upacara dengan khidmat dan tulus.

In Sook kesal, siapa yang ingin tahu. Ia pergi. Ja Rim yakin kalau ibunya memang sengaja duduk menunggu kabar, tapi tidak mau mengakuinya.
Ny. Seo marah pada Ma Joon. Ia merasa semua usaha yang ia lakukan demi Ma Joon sia-sia saja.

Ma Joon dan Yu Kyung pulang ke hotel sebagai suami istri. Ma Joon ingin tahu, apa perasaan Yu Kyung setelah menjadi menantu keluarga Geosung?

Yu Kyung berkata ia lelah dan ingin cuci muka. Ma joon tetap ingin tahu, apa sebenarnya yang disukai Yu Kyung dari Tak Goo, apa hanya karena ingatan teman masa kecil atau kau benar2 mencintainya sebagai pria?
Yu Kyung : Hari ini adalah pernikahan kita, apa kita harus membicarakan ini?

Ma Joon : Kau ragu-ragu. Saat kau mengucapkan janjimu, kau jelas ragu-ragu, iya kan?

Ma joon berkata kalau mereka berdua menikah karena punya tujuan msing-masing dan sekarang adalah giliran-nya. Dengar, ini adalah rahasia yang aku simpan sendiri sejak usia 12 th, dan ceritanya mulai dengan gelang ini.

Ma Joon menceritakan rahasianya pada Yu Kyung.

Yu Kyung kaget, kenapa? Ma Joon berkata mereka suami istri sekarang, suami istri tidak seharusnya punya rahasia.

Ma Joon minta Yu Kyung istirahat, ia akan pesta dengan teman-teman-nya. Lalu Ma Joon pergi. Yu Kyung merenung sendirian.

Ma Joon justru bersenang-senang dengan teman-teman wanitanya di hari pertama mereka menikah.

Yang Mi Sun sedang menyapu halaman depan ketika sebuah mobil mendekat, ternyata Tak Goo dan ibunya.

Tak goo pulang ke Pal Bong Bakery dan semua menyambutnya. Tak Goo mengenalkan ibunya.

In Mok langsung mengenalkan diri, aku Yang In Mok. Tak goo berkata dia adalah boss Pal bong bakery kami.

Ibu Tak Goo mengucapkan salam dan berkata Tak Goo-ku pasti sudah merepotkan-mu. In Mok langsung berkata, merepotkan apa?
Tak goo mengenalkan, dan ini istri Boss kami. Semuanya menyambut Mi Sun dengan hangat. Apalagi Paman Gap Soo, ia terpesona dengan ibu Tak Goo hahaha

Tak Goo menanyakan Jae Bok. Ternyata ibu Jae Bok sakit dan Jae Bok harus pergi. (Alasan sebenarnya, pemeran Jae Bok, Park Yong Jin harus berurusan dengan polisi, karena ia melanggar lampu merah dan mencoba kabur, lalu melawan polisi dan mengucapkan kata-kata kasar pada polisi. Jadi ia dikeluarkan dari drama ini.)

Mi Sun mengucapkan rasa terima kasihnya, kalian mengambil dan merangkul Tak Goo-ku yang tidak punya tujuan, sebagai ibu, aku tidak bisa mengatakan apa-apa selain terima kasih.
Semua berkata bukan apa-apa, dia sekarang adalah keluarga.

Tak goo membawa ibunya ke kamarnya, Ibu istirahatlah sedikit. Tak Goo berkata ia hanya akan berada di keluarga Geosung hanya sampai Presdir bangun, ia akan kembali untuk menemui ibunya.

Mi Sun berkata : Apa tidak apa ia tinggal disini? ia tidak bisa merepotkan mereka terus.

Tak Goo berkata tidak masalah, mereka adalah keluarga. Atau Ibu tetap tinggal disini sampai Presdir sadar, setelah itu kita cari tempat sendiri. Mi Sun merasa bangga dengan kedewasaan Tak Goo.
Tak goo berkata ibunya tidak berubah, masih seperti dulu.

Mi Sun : Kau tahu bercanda ya.
Tak Goo : Aku tidak bercanda. Ibu sama sekali tidak berubah.

Mi Sun : Terima kasih, terima kasih karena sudah tumbuh dengan baik. Dan untuk hidup menjadi orang yang begitu baik. Terima ksih.

Yang Mi Sun masuk ke kamar Tak Goo untuk mengajak ibu dan anak itu sarapan. Tapi ia justru melihat keduanya tidur sambil berpegangan tangan. Mi sun tidak jadi membangunkan mereka.

Han Sung Jae marah-marah karena anak buahnya melepaskan Kim Mi Sun. Siapa kau berani menghianati aku setelah aku mengambilmu dan sampai sejauh ini?
Preman itu berkata, mereka mungkin preman rendahan yang hanya tahu main pukul dan banyak melakukan kesalahan tapi kami juga manusia yang bisa merasakan ikatan antara orang tua dan anak.

Preman itu membungkuk minta maaf dan pergi meninggalkan Han.

Jin Gu berkata mulai sekarang kalau ada tugas biar dia saja yang melakukannya sendiri, ia tidak nyaman bekerja dengan banyak orang.

Asisten Han lapor kalau Jin Gu sudah menyerangnya. Kau yakin itu Jin Gu. Iya, tanpa keraguan.

Gu Il Jung sadar dan ia bicara dengan Jin Gu di telp. Presdir minta Jin Gu melakukan segalanya demi Tak Goo. Agar anak itu bisa memimpin Geosung, tidak ada pilihan bagiku selain menyiapkan segalanya. Apa kau mengerti kata-kataku?

Jin Gu : Ya, saya mengerti. President.

Il Jung akan kembali ke tempat tidurnya, tapi ia terjatuh. Ja Kyung mendengarnya dan mengira itu ibunya, lalu ia masuk ke kamar.

Ja Kyung kaget melihat ayahnya di lantai, Ayah! Ayah!
Presdir : Diam. Tutup pintunya.

Ja Kyung membantu Presdir berdiri dan Presdir minta putrinya merahasiakan ini. Jangan katakan pada ibumu.
Ja Kyung heran : Apa?

Presdir : Bukan hanya ibumu. Berjanjilah padaku kau tidak akan mengatakan pada siapapun.
Ja Kyung : Ayah.
Presdir : Berjanjilah, lakukan seperti perintahku.

Ja Kyung : Sebelum itu, tolong jelaskan padaku. Apa alasannya ayah.
Presdir : Untuk mencari kebenaran.

In Sook mengunjungi Yu Kyung. In Sook minta Yu Kyung dan Ma Joon pulang ke rumah. Ma Joon adalah putra tunggal jadi harus tinggal di rumah.

In Sook sudah merenovasi kamar Ma Joon, jadi pindahlah ke rumah malam ini. Lagipula ayahnya masih belum sadar, jadi melihat kalian berdua tinggal di hotel dengan gembira sangat tidak enak, mengerti?
Yu Kyung : Ya, aku mengerti Ibu.
In Sook : Aku belum menerimamu sebagai menantu Geosung. Kau mau diterima sebagai menantu? Mengandunglah anak lelaki dulu, baru aku akan berpikir untuk mengubah pikiranku.

Sebelum mereka selesai bicara, mereka melihat Ma Joon bersama seorang gadis. Gadis itu pergi setelah mencium pipi Ma Joon.

Ibunya marah siapa gadis itu? Bukan, siapa-siapa kata Ma Joon, hanya gadis yang pesta denganku semalam.
In Sook : Apa?
Ma Joon berkata ia akan pergi ke kantor. Yu Kyung dan In Sook marah melihat tingkah laku Ma Joon.

Yu Kyung akhirnya pindah ke dalam keluarga Gu. Ja Rim menunjukkan kamar Ma Joon dan Yu Kyung, jadi, akhirnya kau disini. Shin Yu Kyung, kau benar2 hebat. Apa kau sangat ingin menjadi menantu Geosung?

Apa yang sangat kau inginkan sebagai menantu? Apa? Terus terang, kau tidak menikahi Ma Joon karena kau mencintainya, pasti ada alasan lain. Apapun itu, kuharap kau menemukannya. Meskipun aku tidak tahu apa itu akan membuat kau bahagia atau tidak.

Tak goo masuk kantor dan Han bersama rombongan melewatinya begitu saja, Tak goo tidak terima dan berseru : Selamat Pagi, Manager Han sung Jae, berkat kau, aku jadi bisa reuni lagi dengan ibuku, manager.
Han pura-pura pilon : Apa yang kau bicarakan?

Tak goo : Ini sebuah permintaan. Hentikan semua kepura-puraan ini, kalau kau tidak tahu apa yang kubicarakan. Apa kau tidak punya malu?

Han : Aku benar2 tidak tahu apa yang kau bicarakan.

Tak Goo marah : Kau seorang pria dewasa! Aku tanya, apa kau tidak malu hidup seperti itu sebagai pria dewasa?

Han membalas : Satu hal yang memalukan, kau tahu adalah tanpa tahu apa-apa, tanpa hak, tapi hanya mengandalkan pada dukungan ayah. Duduk di posisi seperti itu dan bertingkah sebagai pemiliknya. Sebagai teman lama Presdir, aku memperingatkanmu. Angkat tanganmu dan mundurlah dari sini, Tak Goo. Dengan begitu, banyak orang tidak akan terluka.

Tak goo : Maaf, tapi ancaman seperti itu sama sekali tidak akan menggoyahkan aku, satu sentipun.
Han : Aku sudah memperingatkanmu, Tak Goo. Jangan menyesal nanti, hmm?

Tak goo menahan marah. Cha mencemaskannya, President, apa anda tidak apa-apa? Tak goo marah, tidak, aku tidak baik-baik saja. Aku sangat marah sampai aku bisa mati, tapi jika aku membiarkan kemarahanku tidak terkendali, aku takut, aku mungkin akan menjadi seperti pria itu. Jadi, aku menahan diriku.

Ada masalah lagi, ada beberapa perusahaan yang mengklaim Geosung. Karena pabrik di Cheongsan tidak mengirimkan pesanan mereka. Dalam kontrak jelas tertulis kalau jika pabrik gagal mengirim barang maka, mereka akan membayar kompensasi sebesar 3 kali nilai pengiriman barang.

Tak Goo baru tahu itu. Mereka marah-marah, kau ini apa? Apa kau benar2 kepala di sini? Tak goo minta maaf dan mengira ini adalah pertama kalinya. Tapi mereka marah dan berkata ini sudah terjadi beberapa kali. Kami tidak perlu membicarakan ini lagi, ikuti saja kontraknya dan berikan kompensasi pada kami 3 kali dari nilai barang dalam satu bulan!

Tak Goo langsung melihat ke arah manager pabrik di Cheongsan, sebenarnya apa yang terjadi?

Ja Kyung menemui Tak Goo, ia memberikan dokumen. Itu adalah berita yang disembunyikan bagian PR dengan mati-matian. Tepatnya seberapa parah kondisi di pabrik sehingga situasi jadi seperti ini?
Tak goo minta maaf pada kakaknya. Ini kesalahan-nya ia akan tanggung jawab.

Ja Kyung : Apa kau punya rencana?
Tak Goo : Tidak. Aku tidak punya rencana.
Ja Kyung : Jadi apa sebenarnya yang akan kau lakukan tanpa rencana dalam situasi ini?

Tak goo hanya ingin mencoba yang bisa ia lakukan sampai ia hancur. Kakaknya kesal, jika kau duduk di kursi Presiden, jawablah dengan tanggung jawab sebagai Presiden.

Apa kau tahu berapa banyak karyawan yang bergantung pada Geosung, jika kau memasukkan keluarga yang mereka hidupi, ada lebih dari 3000 orang. Semua sumber makanan dan tempat berteduh mereka tergantung pada rencanamu dan apa yang akan kau katakan? Kau hanya akan melakukan yang bisa kau lakukan tanpa rencana sama sekali?

Ja Kyung marah, apa yang kau pikirkan, tanpa tanggung jawab seperti itu? Apa itu yang akan dikatakan seorang pemimpin?

Tak goo : Jadi kau bisa mengajariku.
Ja Kyung : Apa?
Tak goo : Kau bisa memarahiku seperti tadi, dan ajarkan padaku mana yang salah.

Ja Kyung kesal, kenapa harus aku? Aku sudah kerja keras dari bawah selama lima tahun terakhir agar diakui Ayah, tapi hanya karena kalian anak laki, Ma Joon menjadi Pemimpin Tim Pengembangan dan kau duduk di kursi itu, menggantikan Ayah. Tanpa usaha sama sekali, hanya karena kalian anak laki. Jadi mengapa aku harus mengajari kalian?

Tak goo : Karena kau mencemaskan Geosung. Sama seperti Presdir. Lebih dari semua orang, kau mencemaskan Geosung dan karyawan-nya. Dan aku adalah adik lelakimu. Sudah seharusnya kau memarahiku kalau aku salah.

Kumohon bantulah aku, Kakak tertua. Kau mau kan? Tak goo membungkuk dengan sungguh-sungguh. Ja Kyung keluar dan ia seperti mempertimbangkan permintaan Tak Goo.

Yu Kyung dan Ma Joon bertemu. Yu Kyung memesan martini.

Yu Kyung mengatakan mengapa ia menyukai Tak Goo. Karena ketika ia bersama Tak goo, Yu Kyung merasa ia adalah orang yang baik. Aku tidak merasa kikuk kalau tertawa dan aku tidak merasa malu kalau aku bahagia seperti yang kuinginkan.

Ma Joon tanya lalu mengapa kau memilihku dan bukannya Tak Goo?

Yu Kyung berkata karena ia tidak ingin Tak Goo melihat kalau aku bukanlah orang yang baik. Tepatnya betapa ketakutan dan kacaunya aku sebenarnya. Aku tidak ingin Tak goo melihatnya.

Dan, karena setiap kali aku melihatmu. Aku melihat diriku sendiri. Yu Kyung merasa pernikahan mereka harus tetap berjalan, entah seperti apa tapi kita tidak bisa berhenti.

Yu Kyung : Ada satu saat, tapi dalam masa yang singkat itu aku memutuskan untuk menikahimu. Aku memimpikan kebahagiaan bersamamu. Karena aku sepertinya membayangkan mungkin saja kau punya perasaan tulus padaku. Sekarang aku tidak akan membayangkan lagi apapun tentang ketulusan. Karena Gu Ma Joon, kau..benar-benar brengsek.

Di kediaman Pal Bong. Kim Mi Sun tidak bisa tidur dan menunggu Tak Goo pulang. Mi Sun kecil juga keluar dan keduanya menunggu Tak goo sambil ngobrol. Keduanya terlihat akrab.

Tak goo pulang dalam keadaan capai badan dan pikiran, tapi ketika melihat dua wanita di depannya, wajahnya terlihat ceria lagi. Ibunya dan Mi Sun tersenyum pada Tak goo, kau sudah pulang ya.

Mi Sun membuatkan cheese cake untuk Tak goo. Tak Goo memuji kemajuan kue buatan Mi sun, dan mereka saling menyuapi kue di depan ibu Tak goo. Ibu Tak goo tersenyum melihat kedekatan mereka.

Wajah ibu Tak Goo berubah karena ia merasakan kalau penglihatan-nya mulai kabur lagi dan ia sepertinya takut tidak akan bisa melihat pemandangan seperti di depan-nya ini lagi.

Ma Joon hura-hura di club lagi bersama beberapa wanita, ia memandang cincin-nya.

Paginya, In sook bersama kedua putri dan menantunya sarapan bersama. Ia menanyakan Ma Joon, apa dia tidak pulang lagi?

Yu Kyung membenarkan. In Sook menyindir, waktu itu Ma Joon berkata kalau ia akan mati jika tidak menikah denganmu, sekarang lihat kalian.

Yu Kyung kesal dan ia mulai menyerang, Ibu, dari yang kudengar, gelang ini dulunya adalah milikmu? Ini yang dikatakan-nya tentang gelang ini, kalau ini milikmu. Apa ini 14 th lalu, katanya.

Yu Kyung menambahkan, lagipula ia berkata kalau ia memungutnya dari taman di bawah dan hari itu hujan. Apa kau ingat?

In Sook terperanjat dan ia meletakkan sendoknya.

Ja Kyung tanya apa maksud Yu Kyung. Tapi Yu Kyung berkata kalau Ibu tahu maksudnya.

In Sook mondar mandir di kamar Presdir, ia mengepalkan tangan, gelisah dan gusar.

Ja Kyung masuk ke kamarnya dan menggabungkan semua puzzle yang ia lihat, antara Ma Joon, ibunya dan gelang itu. Saat Ma Joon mengancam ibunya, saat Ma Joon kecil melihat gelang itu dan tampak syok, dll. Juga ayahnya yang minta ia menjaga rahasia dan menjaga Tak Goo, adiknya. Untuk menemukan kebenaran.

Akhirnya Ja Kyung menelepon, ini Gu Ja Kyung, dimana President sementara Kim Tak Goo?

Tak Goo menemui salah seorang customer yang menuntut kompensasi dan ia minta diberi kesempatan, karena ia tidak akan membiarkan pengiriman gagal lagi.

Tapi pria itu berkata, kalau masalah pengiriman hanya alasan saja, alasan sebenarnya adalah karena rasa roti pabrik Geosung di Cheongsan berubah, tidak seperti dulu ketika Presdir Gu masih memperhatikan Cheongsan.

Tak goo pulang ke pabrik dan ia duduk di pabrik yang kosong. Ia berkata sendiri, Presdir...apa aku bisa membuat pabrik ini berjalan seperti dulu? Guru, kau mengatakan padaku agar selalu percaya pada diri sendiri. Tapi apa kau pikir ini akan berhasil kali ini.

Tiba-tiba terdengar langkah kaki mendekatinya. Tak Goo mendongak dan ia melihat kakaknya, Gu Ja Kyung.

Malam itu, Ma Joon pulang ke rumah keluarga Gu. Han Sung jae juga datang dan menemui In Sook di kamarnya, ini aku. Kenapa kau ingin ketemu denganku?

In Sook minta Han mengikutinya ke perpustakaan. Han keluar setelah sebelumnya melirik ke arah Presdir yang terbaring tanpa gerak.

Setelah keduanya keluar, perlahan..mata Presdir terbuka.

Han mengikuti In Sook ke perpustakaan. Ada apa?
In Sook : Malam itu, malam ketika ibu meninggal dunia..bukankah kau berkata hanya ada kita berdua yang tahu apa yang terjadi malam itu?
Han : Mengapa kau tanya?
In Sook : Aku benar2 berpikir kalau Ma Joon melihat sesuatu. Anak itu menyimpan gelangku selama 14 th ini.

Han Sung Jae kaget, bagaimana bisa?

In Sook berkata ia awalnya juga mengira kalau anak itu memungutnya begitu saja di taman dan ia pikir Ma Joon hanya ingin cari perkara dengannya.

Tapi, menurut In sook, malam itu ketika ibu meninggal, aku pikir Ma Joon kita tahu mengenai itu.

Han : Tidak mungkin, aku sudah mencari ke setiap pelosok dan Ma Joon hanya anak usia 12 th saat itu. Tidak ada alasan ia turun malam-malam ke tempat itu. Dan kalaupun ia menyaksikan peristiwa itu, tidak mungkin ia tetap menyembunyikannya dari kita. Itu bukan hal yang bisa dilakukan anak usia 12 th.

In Sook : Lalu bagaimana kau menjelaskan kenapa Yu Kyung bisa mengetahuinya? Dia bahkan tahu kalau malam itu hujan. Ma Joon mengatakan semuanya padanya.

In Sook bingung, bagaimana kalau mereka tahu, lalu bagaimana. Han ingin menemui Shin Yu Kyung dan ingin dengar langsung dari Yu Kyung. Mereka tidak menyadari kalau Presdir Gu ada di pintu dan mendengar serta melihat mereka.

Han sung Jae yang melihat duluan, lalu In sook.

Gu Il Jung langsung masuk. In Sook pucat pasi, Sayang!
Han Sung Jae terperanjat.

Presdir Gu murka : Saat ibuku meninggal dunia, kalian berdua ada di mana?
In Sook : S-sayang.

Presdir Gu : Saat ibuku meninggal dunia kalian berdua ada di mana? Aku jelas...jelas..tidak bisa mengampuni kalian berdua! Jelas tidak!

Gu Ma Joon berdiri di luar kamar, mendengar percakapan mereka bertiga.


Note : Kasihan juga Gu Ma Joon ini. Semoga ini bisa jadi titik balik Ma joon untuk melakukan yang benar.
Credit : http://kadorama-recaps.blogspot.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 

coretan yanni Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template