Rabu, 11 Mei 2011

49 Days episode 15


written by nana rf & Asri Rf @pelangidrama
pictures by Ari rf @pelangidrama (special thanks to Dramabeans)
Episode Penuh Air Mata dari Scheduler dan Han Kang
[Episode 16]

Kang Min Ho masuk ke Cafe Purple Coffee tempat Song Yi Kyung bekerja. Dia langsung memenemui Yi Kyung dan memanggilnya
"Song Yi Kyung,!"
dan tak disangka Yi Kyung secara otomatis menjawab
"Ada apa Kang Min Ho, ssi"
"Apa yang kamu lakukan di sini. Siapa kamu sebenernya?"
Kang Min Ho merasa aneh namun dengan raut sinar muka Yi Kyung yang tidak seperti yang selama ini dikenalnya. Yi Kyung tampaknya juga kaget. Dia lalu membalikkan badan ke belakang karena bingung dan gugup.
Tiba-tiba Dr. Noh muncul dan menegur Min Ho karena dia melihat sesuatu yang tak beres dan mengganggu Yi Kyung
"Kamu kenal nona Yi Kyung?"
"Siapa kamu?"
"Aku ingin menemui Yi Kyung"
"Kurasa dia tak mau menemuimu"kata Dr Noh (yes!)
Min Ho lalu keluar dia bertambah merasa aneh.
"Siapa dia sebenarnya Ji Hyun atau Song Yi Kyung?!"

Dr. Noh lalu berbicara berdua dengan Yi Kyung
"Apa kau mengenalnya?"
Yi Kyung menggeleng tapi juga mengangguk
"Kamu ingat pernah mengenalnya di mana?. Dr. Noh juga bingung
"Aku melihatnya saat terapi hipnotis"kata Yi Kyung.
Dr. Noh merasa tak percaya.
Dr. Noh berkata pernah bertemu dengan Song Yi Kyung - Ji Hyun, Dan saat itu Ji Hyun yang tidak mengenalinya.
"Sepertinya kau mengalami split kepribadian"
Tapi Yi Kyung menyangkalnya.
"Split kepribadian bisa saja terjadi jika orang mengalami trauma, terutama jika mengalami kematian orang yang dicintai seperti 5 tahun yang lalu"
"Kamu belum tahu apa-apa tentang dia (Song Yi Soo).
Yi Kyung juga percaya dia merasakan ada roh lain yang selalu peduli padanya, dan itu bukan berkepribadian ganda seperti kesimpulan Dr. Noh.
"Dia juga ramah dan hangat setelah Yi Soo tidak ada, belum ada orang yang peduli padaku"
Padahal ibu Yi Kyung saja meninggalkannya saat ia umur 5 tahun di stasiun kereta. Ibunya berpura-pura pergi sejenak tapi ternyata ternyatatak pernah kembal (kasian bangetttt).

Yi Kyung lalu bercerita tentang bagaimana dia mengenal Song Yi Soo ketika berumur 5 tahun di bulan Februari. Waktu awal-awal dia masuk panti asuhan Song Yi Kyung kecil menangis. Lalu ada seorang laki-laki menghampirinya dan memberinya coklat (so sweet).
"Mulai saat ini namamu Song Yi Kyung"kata Yi Soo kecil.
"Saat itu mulailah ada Yi Kyung dan Yi Soo, aku menganggapnya sepereti teman, seperti saudara juga kakak ("Oppa") bagai tangan dan kaki bersama selama 18 tahun"jelas Yi Kyung.
Saat itu scheduller berada di sana mendengarkan kisah Yi Kyung dia tampak terharu dan tak sengaja mengeluarkan air mata seperti layaknya manusia.
Setelah selesai bicaa g Yi Kyung Dr. Noh pergi. Ternyata Min Ho masih di depan Cafe, dia mengikuti Dr. Noh.
Di rumah Yi Kyung Ji Hyun tampak bingung. Dia ingat tadi sempat bertemu Dr. Noh yang mengenali Yi Kyung tapi ia tak mengenalinya. Dia ingat Dr. Noh menyebeutkan tentang terapi hipnosis
"Apa dia berbuat begitu karena aku?"
Ji Hyun panik karena merasa menyusahkan dan malah membuat masalah.

Kang Min Ho tampak tegang, dan In Jung berdiri menunggu kesimpulan Min Ho tentang kecurigaannya terhadap Yi Kyung.
"Benar khan dia Ji Hyun?"
"Bukan!"kata Min Ho tegang.
"Bukan!? memang kenapa?"In Jung penasaran tak percaya.
"Bukan dia. Tidak ada alasan dia menjadi Ji Hyun"Min Ho tetap tegang dan ta mau menjawab.
"Bagaimana kamu mengkonfimasinya"
"Aku katakan bukan, kamu pergilah!". Min Ho tak mau diganggu lagi
Min Ho yang masih tegang masuk ke apartemennya. Dia lalu ingat perkataan Song Yi Kyung (Ji Hyun) yang tidak mau melihat gambar pertunangannya Min Ho dan Ji Hyun lagi. Min Ho tiba-tiba kesal dan berbicara pada foto Ji Hyun.
"Apa benar kamu itu Song Yi Kyung. Itu tidak mungkin!"
Min Ho lalu membanting foto itu.

Song Yi Kyung pagi hari pulang ke rumah. Ji Hyun lega Yi Kyung kali ini tidak ikut terapi dan tidak terlambat pulang.
"Unnie semoga kau bisa cepat tidur ya. Ayahku akan dioperasi aku ingin ke sana". Yi Kyung seperti mendengar samar-samar suara Ji Hyun. Ia pun bergegas tidur dan Ji Hyun mengucapkan terima kasih pada Yi Kyung.
"Gomawo eonni"ucap Ji Hyun.

Pagi hari Han Kang telah menunggu Ji Hyun-Kyung keluar dari rumahnya. Ji Hyun-Kyung pun kaget dibuatnya. Han Kang memberitahukan bahwa ayah Ji Hyun sudah mau dioperasi. Ternyata Han Kang ingin mengantar Ji Hyun-Kyung ke sana.
Ji Hyun lalu menemui ke dua orang tuanya dalam sosok Yi Kyung. Ayah Ji Hyun menyuruh Ji Hyun-Kyung datang walaupun Ji Hyun sudah sadar (main ke rumah Ji Hyun?). Ji Hyun-Kyung tak bisa menyembunyikan kelegaannya. Dia lalu meminta ijin memeluk ayah Ji Hyun dan menepuknya punggungya. Ibu Ji Hyun pun tersenyum. Tak kuat menahan harus dan tangis kegembiraanya Ji Hyun-Kyung buru-buru keluar.

Han Kang menunggu Ji Hyun-Kyung di luar kamar rumah sakit.
Di Luar Ji Hyun-Kyung menangis sejadi-jadinya. Han Kang sampai bingung bagaimana menghiburnya.
"Sssh ssh jangan menangis ya, apa kamu takut ayahmu meninggal. Atau kamu takut ayah Ji Hyun meninggal. Kamu kembalilah ke restoran biar aku yang di sini ya. Operasinya 6-7 jam. Kalau operasinya selesai aku akan meneleponmu OK"
Ji Hyun-Kyung mengangguk menurut. Tanpa Mereka sadari Min Ho yang melihatnya cemburu.
Tak Lama kemudian Min Ho datang. dia cemburu melihat Han kang bersama Song Yi Kyung.
"Ada apa kamu membawa wanitaku?!"
"Jika kau ingin kemari seharusnya kamu meneleponku. Ayo ku antar kau kembali ke restoran" kata Min Ho pada Ji Hyun-Kyung.
"Kupikir kau tak kan datang"kata Han Kang.
"Jika aku tidak bisa datang Yi Kyung pun tak bisa datang".
Han Kang protes karena Min Ho bersikap seperti itu pada situasi seperti ini.
Min Ho membalas.
"Apa kau juga pantas bersama Yi Kyung dalam situasi seperti ini?!".
Ji Yi Kyung lalu berusaha memisahkan 2 orang yang mulai bersitegang itu. Dia memegang lengan Min Ho dan mengajaknya pergi.
Tak disangka oleh Han Kang ternyata Ji Hyun-Kyung mau pergi bersama Min Ho. Min Ho dengan sengaja menggandeng Ji Hyun-Kyung.
Han Kang melihat meraka pergi dengan perasaan terbakar cemburu.
Min Ho lalu mengantar Ji Hyun-Kyung ke restoran Han Kang.
Di mobil Min Ho bertanya kritis pada Ji Hyun-Kyung.
"Kemana kamu kemaren malam setelah bekerja?".
"Aku cape dan tidur"kata Ji Yi Kyung dingin.
"Bukannya kamu semalam harusnya pergi berkencan, bukannya kita itu kencan"sindir Min Ho (Ji Hyun nggak tahu klo Min Ho tadi malam menemui Yi Kyung asli).
"Lalu mengapa kau sekarang ke rmah sakit sampil menangis sebegitunya. Apa kau tidak malu dan merasa bersalah pada Ji Hyun? (bersalah karena mengencani Min Ho tunangan Ji Hyun ya)"
"Ada sesuatu yang harus aku lakukan, bukankah kita sama"sindir Ji Hyun (sama-sama jahat hehe)
Di restoran Ji Hyun-Kyung mendengar bahwa hari ini adalah peringatan meninggalnya mamanya Han Kang.
Teman-teman Ji Hyun, In Jun, Han Kang, Seo Woo dan juga Min Ho menyertai ayah Ji Hyun yang akan melakukan operasi. Han Kang menatap In Jung sinis. Ayah Ji Hyun pun mulai melunak kepada Han Kang sekarang.
"Anak bodoh,terima kasih ya"kata ayah Ji Hyun pada Han Kang.
Ayah Ji Hyun lalu berpamitan pada Ji Hyun.
"Nak, aku akan lakukan operasi sesuai keinginanmu".
Mereka lalu mengantar ayah Ji Hyun sampai di luar ruang operasi.
Di tempat lain, Ji Hyun-Kyung dan mamanya berdoa untuk keberhasilan operasi ayahnya.
Han Kang mencari informasi pada seniornya tentang penjualan Seafood Island. Ternyata seniornya juga melihat hal yang mencurigakan dalam transaksinya. Han Kang minta seniornya mencari tahu soal itu.
Di Lain pihak Min Ho menemui karyawan Han Kang, Min Ho akan membayarnya untuk melakukan seseuatu untuknya (cari tahu tentang Song Yi Kyung itu Ji Hyun bukan kali ya).
Han Kang lalu menemui In Jung dan menyindirnya karena berusaha mengambil keuntungan.

Di tengah jalan Ji Hyun dalam tubuh Song Yi Kyung dikenali seseorang karena kalungnya.
"Nona, ini air mata. Bagaimana kau bisa mendapatkannya. Ini benar-benar air mata"
Dia bertemu laki-laki sesama traveler 49 hari. Orang itu takjub sekaligus iri melihat setetes air mata di kalung Ji Hyun-Kyung, sedangkan kalung ia belum berisi satu tetespun. Orang itu rupanya dari luar kota yang kebetulan datang ke Seoul, dia tampak stress dengan nasibnya. Orang itu bertanya berapa waktu yang tersisa untuk Ji Hyun.
" 13 hari"
Orang itu menyemangati Ji Hyun-Kyung paling tidak Ji Hyun-Kyung ada harapan dengan satu air mata, tidak seperti dia.
Dia dulu tampaknya orang berada dan sekarang masuk alam tubuh orang biasa saja. Ji Hyun-Kyung kasian padanya dan memberinya uang untuk ongkos kereta. Tanpa Ji Hyun-Kyung sadari In Jung mengawasinya dari jauh.
Setelah orang itu jauh dari Ji Hyun-Kyung, In Jung menghampiri orang itu diam-diam. In Jung ingin membayar orang itu jika memberitahukannya informasi siapa Song Yi Kyung sebenarnya. Namun orang itu tampak kesal. Ia malah balik berkata,"jika kau bisa menyelamatkanku, akan kuberikan seluruh tanah yang kumiliki" lalu bergegas pergi meninggalkan In Jung dalam kebingungan.
Operasi ayah Ji Hyun selesai. Mama Ji Hyun dan teman-teman Ji Hyun tak sabar menunggu kabarnya dari dokter.
"Operasinya telah berhasil. Namun pasien masih harus dimonitor di ICU, kita akan benar-benar tahu kemajuannya jika pasien berhasil sadar".
Han Kang segera pergi dari rumah sakit dan menemui Ji Hyun-Kyung. Dia mengabarkan hasil operasi pada Ji Hyun.
"Jadi jika nanti beliau sadar, semua akan baik-baik saja?"tanya Ji Hyun-Kyung.
"Kukatakan operasi pengangkatan tumornya telah berhasil"Han Kang menegaskan.
Ji Hyun-Kyung sangat lega.
"Kamu tentu belum makan malam khan?"tanya Han Kang pada Ji Hyun-Kyung.
Setelah itu Han Kang ingin mengajak Ji Hyun-Kyung menemui ayahnya.
"Bukannya hari ini adalah hari peringatan kematian ibumu?"kata Ji Hyun-Kyung peduli.
Han Kang tak menyangka Ji Hyun mengetahuinya.
Han Kang dan Ji Hyun lalu memperingatinya di ruangan dekat piano. Piano itu satu-satunya peninggalan mama Han Kang.
Han Kang menyiapkan anggur kesenangan ibunya.
Han Kang lalu terbuka bercerita mengenang ibunya dan kisah sedih masa mudanya.
"Kau tahu ibuku itu tega, dia tidak meninggalkan aku satu pucuk foto pun, hanya meninggalkan piano ini. Ibuku jika setelah minum suka memainkan piano ini".
Ayah Han Kang dulu sibuk dan sering tinggal di US. Ayah mengirimi ibunya uang banyak dari sana. Ibunya mendirikan dan bekerja di restoran/hotel dan mengurusnya.
"Aku dulu tidak mengerti mengapa ibu bekerja(padahal uang cukup), aku baru mengerti sepertinya ibu kesepian. Namun pada akhirnya mereka pun bercerai".
Lalu Han Kang dibawa ibunya ke Jinan dengan alasan ibunya ingin beristirahat (mama Han Kang sakit parah sebenarnya).
"Aku di sana menjadi pemberontak"kata Han Kang.

Setelah besar dia tahu bahwa ayahnya di US juga telah mempunyai seorang anak.
Hankang menyesal dia menjadi anak nakal. Ji Hyun-Kyung bersimpati dan memegang tangan Han Kang.
"Kesan akhirku kepada ibu aku hanyalah orang yang bandel dan keras kepala. Anak sepertiku tidak layak dilahirkan"sesal Han Kang.
Ji Hyun-Kyung berusaha menghiburnya.
"Tidak begitu Han Kang. Ibu mu menginggalkan piano untukmu, miliknya yang paling berharga. Di piano ini ada nafas ibumu".
"Lalu mengapa dia tidak meninggalkan foto?"
"Beliau tentu khawatir kau akan sedih, lalu bertambah larut dan merasa menyesal jika memandang fotonya".
Tiba-tiba perut Ji Hyun berbunyi karena lapar. Han Kang yang bersedih akhirnya tersenyum.
Kang Min Ho ternyata memperhatikan Ji Hyun-Kyung yang sedang tertawa bersama Han Kang. Min Ho berkaca-kaca cemburu dan juga tegang.
Rupanya Min Ho sempat menemui Dr. Noh secara pribadi. Min Ho teringat obrolan dengan Dr. Noh
"Jadi Song Yi Kyung mengatakan sendiri dia melihat ada roh lain di tubuhnya?".
"Dia melihat roh masuk ke tubuhnya".
"Dan roh itu seorang wanita?!"
Min Ho langsung tegang...
In Jung mengamati Min Ho yang cemburu melihat Han Kang dengan Ji Hyun-Kyung. (emang enak cemburu hehe pasti gitu pikir In Jung)

Han Kang dan Ji Hyun-Kyung asik menikamati makan malam mereka berdua. Han Kang lalu mengajak Ji Hyun-Kyung mengorol. Lantas Han Kang pun menceritakan pertemuan dia dengan Ji Hyun, saat Han Kang berusaha mencuri uang ibunya untuk lari ke USA menemui ayahnya, saat kepindahan dia ke Jin Ahn dan bertemu dengan Ji Hyun.
Ternyata alasan Han Kang selama ini ketus dengan Ji Hyun dulu karena saat menolong Ji Hyun, kaki Han Kang terkilir makanya dia kehilangan kesempatan untuk berangkat ke USA.
“Kau tidak tahu betapa aku membencinya, tapi bagaimanapun entah kenapa dia selalu bersikap ceria dan sederhana, lucu” kenang Han Kang.

Ji Hyun-Kyung sedikit cemberut mendengar penjelasan Han Kang. Han Kang pun teringat saat dia paksa untuk memakan sup rumput laut.
Dan kau benar-benar mempunya tempramen yang buruk! Batin Ji Hyun-Kyung.
“Dan aku sangat berterimakasih” ujar Han Kang. Ji Hyun-Kyung pun tak menyangkanya.
“ Bagaimanapun, saat anaknya berulangtahun, Ibu menyiapkan makanan khusus ke sekolah jika bukan karena Shin Ji Hyun maka aku tidak akan merasakan masakan buatan ibuku untuk terakhir kalinya”.
Ji Hyun-Kyung pun menbalas bahwa Han Kang berutang minta maaf kepada Ji Hyun.
Namun Han Kang pun terkenang kembali saat dia dengan penuh emosi membuat Ji Hyun menanggis saat festival musin semi bunga Sakura. Dan berkata bahwa dirinya bermaksud meminta maaf saat itu juga, lalu Han Kang mengeluarkan gelang milik Ji Hyun dan diserahkannya kepada Ji Hyun-Kyung.
“Aku mohon serahkan ini kepada Shin Ji Hyun, simpanalah dan berikan ini kepadanya nanti” pinta Han Kang sambil menyodorkan gelang Ji Hyun. Ji Hyun-Kyung otomatis terkejut melihat gelangnya.
Ji Hyun-Kyung teringat bahwa sebenarnya gelang itu pemberiaan ibu Han Kang.
Saat itu ibu Han Kang sangat berterimkasih kepada Ji Hyun karena berkat dirinya Han Kang memakan sup buatannya.
Gelang yang diwariskan dari ayahnya ibu Han Kang (kakek Han Kang) dan diberikan kepada Ji Hyun karena Ji Hyun merupaka teman wanita Han kang satu-satunya.

Ji Hyun-Kyung menatap gelang itu lama, Han Kang mengetuk meja dan membuyarkan lamunan Ji Hyun-Kyung. Ibumulah yang memberikan gelang ini, batin Ji Hyun-Kyung sedih.
Di apartement Han Kang, In Jung masih bersikeras bahwa Ji Hyun adalah Song Yi Kyung yang selama ini muncul dikehidupan mereka. Namun disisi lain, Min Ho masih tidak percaya. In Jung berpendapat jika dia buka Ji Hyun maka seharunya dia tidak mengetahui rencana mereka!
“Oppa, apa kau berharap dia bukanlah Ji Hyun? Tubuh Song Yi Kyung dengna jiwa Ji Hyun , oppa kau jatuh cinta dengan Ji Hyun?!”
“Dia bukan Ji Hyun, pergilah duku” pinta Min Ho tak bersemangat.
“Song Yi Kyung tidak mencintai oppa, begitu juga dengan Ji Hyun. Tapi dia percaya bahwa oppa hanya mencintainya, Karena kau pria yang dianggap ditakdirkan untuknya. Karena waktu itu tidak ada yang mencintai oppa, bagaimana bisa dia mencintaimu sekarang?” cerca In Jung.
“Aku bilang dia bukan Shin Ji Hyun!” teriak Min Ho kehilangan kesabaran.

Yi Kyung seperti biasa bekerja di coffe shop purple, tidak jauh darinya Han Kang mengamati Yi Kyung.
Sedang roh Ji Hyun menemui ayahnya yang masih diruang ICU belum sadarkan diri. Ji Hyun dengan sedihnya meminta ayahnya cepat sadar.
Dalm mimpi, ayah Ji Hyun berada diruangan yang asing.. Dia kebingungan. Sejenak terdengar suara Ji Hyun. Ayah, kenapa belum kembali?
Terlihat sosok Ji Hyun tersenyum kepada ayahnya. Ayah Ji Hyun memanggil namanya Ji Hyun.
Lantas Ayah Ji Hyun pun tersadar. Sonak roh Ji Hyun pun terharu sekaligus senang. Ayah, terimakasih, aku menyayangi mu ayah, bisik Ji Hyun di dekat ayahnya sambil menitikan air mata.
Seakan dapat merasakan keberadaan Ji Hyun, ayah Ji Hyun pun menanggis.
Ji Hyun pulang dengan berjalan kai, mendadak Scheduler muncul. Ji Hyun tentu saja mengabarkan kabar gembira bahwa ayahnya mampu bertahan. Tentu saja Scheduler telah mengetahuinya. Shin Ji Hyun jengkel karena merasa Scheduler tahu namun tidak member tahu.
Saat aku mendapatkan jadwal, nama Shin Il Shik tidak muncul . Setia 10 hari aku mendapatkan jadwal dari atas, jawab Scheduler lalu memberikan tumpangan untuk Ji Hyun.
Mereka saling berboncengan dan saling berbicara satu sama lain,
Scheduler : Kehidupan seseorang telah diputuskan, kehidupan masa lalu seseorang juga telah ditetapkan, dan kehidupan yang lain diputuskan selanjutnya.
Ji Hyun : Begitukah? Lantas bagaimana denganmu?
Scheduler : Aku dulu memiliki hidup yang buruk.
Ji Hyun : Namun aku berharap kau akan memiliki kehidupan selanjutnya yang bahagia.
Scheduler : Aku rasa tidak akan mungkin terjadi.
Ji Hyun : Kenapa?
Scheduler : Aku pastinya seseorang yang sangat jahat! Seseorang bilang seperti itu. (sambil mendesah sedih).
Di rumah Yi Kyung masih terjaga, seperti biasa Ji Hyun langsung bercerita semuanya. Bahwa Ayahnya yang telah sadar. Sekarang aku tidak perlu berhati-hati dengan Kang Min Ho, Han Kang pun telah membaca suratku, maka saat ayahku sehat Han Kang pasti akan mengatakan semuanya tentang Min Ho, jadi aku tidak perlu menikahinya, ujar Ji Hyun senang.

Mendadak Ji Hyun kembali sedih mengingat 12 hari yang tersisa sedang tidak tahu apakah dia akan mendapatkan 2 air mata lagi.
Aku tidak tahu apakah aku bisa membayar semuanaya kepada unni, tapi jika tidak maka aku akan menyesalinya, pungkas Ji Hyun sedang Yi Kyung pun merasa mendengar apa yang dikatakan Ji Hyun.

Dirumah sakit, Seo Woo menjenguk Ji Hyun, ibu Ji Hyun member tahu Ji Hyun bahwa ayahnya telah baik-baik saja. Mereka tampak lega.
Di rumah, In Jung tertidur disofa begitu saja, Seo Woo datang dan merasa kasihan. Tiba-tiba telepon In Jung berbunyi, dari Min Ho! Sontak In Jung terbangun dan mengambil teleponnya bermaksud menjawabnya jauh dari Seo Woo.
“Kenapa kau harus masuk kedalam kamarmu untuk menjawab panggilan Kang Min Ho?!” Tanya Seo Woo tajam.
Seo Woo dengan amarahnya menahan In Jung yang panic, lantas Seo Woo pun yakin bahwa pacar In Jung adalah Min Ho. Sontak Seo Woo langsung menjambak In Jung. Kau gadis jahat, teganya kau berbuat begitu kepada Ji Hyun! Teriak Seo Woo.
Han Kang menerima kabar bahwa ayah Ji Hyun telah sadar dan akan segera pulih, tentu saja Han Kang gembira mendengarnya, lantas Han Kang pun berniat untuk menelepon Ji Hyun-Kyung.
“Yah! Han Kang!” teriak seseroang dan menggedor pintu Han Kang, rupangan itu Ji Hyun-Kyung.
“Aku baru saja mau meneleponmu, Song ayah temanku..” belum tuntas Han Kang berbicara sudah dipotong oleh Ji Hyun-Kyung yang mengaku sudah mengetahuinya.
Rupanya Ji Hyun-Kyung membawa sarapan untuk Han Kang. Ji Hyun-Kyung pun menyuruh Han Kang untuk duduk dan lagi-lagi terjadi perdebatan soal umur, Ji Hyun-Kyung yang merasa Yi Kyung lebih tua setahun dari Han Kang maka Han Kang harus berbicara formal dan menurut kepada Ji Hyun-Kyung,
“Beraninya kau memanggilku Song Yi Kyung-ssi, Song, Song!” teriak Ji Hyun-Kyung.Hahah..
Han Kang pun memakannya dengan hati gembira.
Di kantor Min Ho mendapat informasi dari asistennya bahwa Song Yi Kyung (Ji Hyun) jika siang bekerja bersama Han Kang dan kalau malam bekerja di sebuat kedai kopi. Min Ho pun meminta menghentikan penyelidikan.
Min Ho lantas menelepn seseorang dan berkata “Kurasa inilah waktunya”
Ji Hyun-Kyung pergi kehotel dimana dulu Song yi Kyung bekerja. Ji Hyun-Kyung berniat untuk mencari tahu Song Yi Kyung sebenarnya. Ji Hyun-Kyung akhirnya tahu bahwa dulu Yi Soo juga bekerja di hotel yang sama dengan Yi Kyung namun tidak lama, setelah kematian Yi Soo, Yi Kyung pun menjadi down. Teman Yi Kyung dulu masih menyimpan barang-barang Yi Kyung yang ditinggal ditempat kerja dulu. Ji Hyun-Kyung pun mengambilnya.

Apa yang sebernarnya terjadi padamu? Pikir Ji Hyun-Kyung, mendadak In Jung meneleponnya. Ringtonenya berubah menjadi suara Scheduler yang terdengar sangat depresi bercampur sedih.
In Jung menemui Ji Hyun-Kyung disebuah kafe. In Jung mengatakan bahwa Soe Woo telah mengetahui hubungannya dengan Min Ho. Dengan yakinnya In Jung berkata,
“Kau ingin tahu kenapa aku berbuat seperti ini kepada Ji Hyun? Aku disini untuk mengataknnya”
“Kenapa kau tiba-tiba ingin mengatakannya?” Tanya Ji Hyun-Kyung.

In Jung pun mulai bercerita kehidupannya dulu, dimana dia tinggal bersama Ji Hyun setelah ayahnya meninggal saat SMA, Ji Hyunlah yang memintannya, dan karena Ji Hyunlah In Jung dapat kuliah. In Jung begitu mennerima banyak kebaikan dari Ji Hyun. Ji Hyun-Kyung masih tidak mengerti kenapa In Jung mampu berbuat kejam kepada diriny?
Rupanya In Jung merasa Ji Hyun hanya kasihan kepadanya, Ji Hyun dimatanya seseroang teman yang tidak pernah menghargai pendapat In Jung dan orang lain.
Ji Hyun-Kyung pun beralasan bahwa Ji Hyun tulus melakukan semuanya untuk In Jung, Apa itu yang membuat kau marah? Tanya Ji Hyun-Kyung kepada In Jung.
Aku merasa menyedihkan! Membuat aku merasa tragis! Mengabaikan perasaanku! Jawan In Jung penuh dingin. Ji Hyun-Kyung tidak menyangka apa yang dikatakan In Jung.

Akupun meminta Min Ho untuk membuat Ji Hyun sama seperti diriku! Apapun yang kau berikan, kau tidak merasa itu bukan belas kasihan, jadi berikan perusahaan ayahmu kepadaku, dan tunanganmu kau relakan untuk ku, bisakah kau? Tanya In Jung, Ji Hyun-Kyung yang yang mendengarnya merasa gugup.
Jika bertemu dengan Ji Hyun, tolong katakan apa yang aku bilang tadi, lanjut In Jung.
In Jung pun berniat pergi saat Ji Hyun-Kyung mencegahanya dan berkata bahwa Ji Hyun sangat tulus kepada In Jung sambil menahan tanggis.
Aku pun tulus menyayangi Ji Hyun, jawab In Jung dan pergi meninggalkan Ji Hyun-Kyung.
Air mata Ji Hyun-Kyung akhirnya tak tertahankan, Ji Hyun-Kyung menanggis sesegukan. Sedang In Jung melihatnya dari luar. Kini In Jung pun yakin bahwa Song Yi Kyung adalah Ji Hyun.

Ji Hyun-Kyung duduk dibangku taman. Itu bukan alasan yang tepat untuk menginjak-injak diriku! Tandas Ji Hyun-Kyung, dan melihat kotak barang miliki Yi Kyung, Ji Hyun-Kyung membukanya. Ji Hyun-Kyung melihat foto Yi Kyung – Yi Soo bersama dan terlihat bahagia. Selanjutnya dia membuka buku catatan Yi Kyung dan Ji Hyun-Kyung pun terkejut melihat foto Yi Soo dengan wanita lain. Ji Hyun-Kyung jengkel dan menelepon Scheduler.
Dan hanya terdengar, Scheduler yang sedang depresi sedang mendengarkan music, telepon nanti. Ckckckkc.
Scheduler memang sedang melamun dan mendengarkan music, saat Ji Hyun-Kyung datang dan langsung marah kepadanya.
“Kau punya affair dan putus dengan unni! Menghianati adalah keahliannmu? Hobimu? Bagiamana bisa menghianati seseorang yang mempercayaimu” cerca Ji Hyun-Kyung.
“Apa yang sedang kau katakana?” Scheduler belum mengerti juga.
Ji Hyun-Kyung pun menunjukan foto Yi Soo bersama wanita lain. Scheduler benar-benar tidak tahu siapa wanita itu.
“Apa urusanmu yang belum selesai itu bukan karena unni, tapi karena wanita ini?” Tanya Ji Hyun-Kyung.
Scheduler membuang foto-foto tersebut dan menyangkal pernyataan Ji Hyun-Kyung.
“Kau putus dengan unni Karena wanita ini, lihat bagaimana kehidupan dia sekarang! Mungkin kau mati saat bersama dengan wanita ini!” cerca Ji Hyun-Kyung dengan pedasnya.
“Tidak!” sangkal Scheduler.
“Tidak bagaimana, kau tidak dapat mengingat apapun!”
“Walaupun aku tidak dapat mengingat apapun, tapi bukan karena wanita ini! Aku bilang bukan!” bantah Scheduler.
“Liat wanita ini, kau bukan bukan apa-apa?” Ji Hyun-Kyung sambil menunjukan foto Yi Soo.
“Dengar, bagaimana bisa aku bersama dengan wanita ini? Wanita ini bukan siapa-siapa!”
Kedua saling depresi karena saling menyangkal dan menuduh.
“Hanya karena kau berkata bukan siapa-siapa, bukan berat begitu kan?” Ji Hyun-Kyung kembali ngotot.
Scheduler terdiam dan merasa dirinya pernah disituasi yang sama.
Bayangan Yi Kyung pun kembali pada sosok yang didepannya. Hanya karena bukan seperti yang terlihat bukan berarti bukan sesuatu!
“Bukan, bukan begitu Yi Kyung! Song Yi Kyung kenapa kau tidak percaya?” teriak Scheduler.
Ji Hyun-Kyung kebinggungan dengan sikap Scheduler yang memanggilnya Yi Kyung, sedang Scheduler merasa dimatanya wanita yang dihadapannya adalah Song Yi Kyung.
“Yi Kyung..” panggil Scheduler berkaca-kaca.
Ji Hyun-Kyung tentu saja semakin kaget. “Hey. Song Yi Kyung..” Scheduler menanggis dan tanpa disadarinya tangannya mencoba menyentuh wajah Ji Hyun-Kyung.
Kurasa Scheduler telah ingat siapa dirinya!

0 komentar:

Poskan Komentar

 

coretan yanni Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template