Rabu, 04 Mei 2011

49 Days Episode 14


Setelah menemui ibunya, Min Ho lantas mengajak Ji Hyun-Kyung bertemu. Ji Hyun-Kyung heran kenapa Min Ho tetap mau menemuinya setelah mengetahui dirinya adalah ‘teman’ Ji Hyun?
“Kau adalah temen Ji Hyun, Ji Hyun memperkenalkan dirimu kepada Han Kang untuk bekerja di restonya, dan kau memiliki perasaan kepada Han Kang, apa ada yang lain kau sembunyikan?” Tanya Min Ho langsung pada intinya.
“Tidak ada, apa kau tipe orang yang langsung percaya kepada orang lain?” ujar Ji Hyun-Kyung balik bertanya.
Min Ho tersenyum, “Sekarang aku tahu alasan aku merasa nyaman didekatmu, kamu sangat memahami diriku”
Tanpa basa-basi lagi, Min Ho meminta atau lebih tepatnya menyuruh Ji Hyun-Kyung untuk berhenti bekerja bersama Han Kang dan kembali bekerja kepadanya. Ji Hyun-Kyung jelas terkejut dengan permintaan Min Ho. Ji Hyun-Kyung pun memiliki taktik lain, Ji Hyun-Kyung mengajak Min Ho makan di restoran yang sering dikunjungi Min Ho bersama ibunya.
Min Ho kembali tersenyum.
Han kang mengenalimu sebelum melihat suratmu, karena itu kalungmu tidak pecah. Jika Seseorang mengenalimu sendiri, maka kami tidak menghitung sebagai kesalahanmu” jelas Scheduler.
“lantas kenapa Han Kang berpura-pura tidak mengenaliku?” Ji Hyun-Kyung keheranan.
Scheduler mulai jengkel dengan Ji Hyun-Kyung dan menyuruhnya pergi.
Ji Hyun-Kyung lantas menyinggung Song Yi Kyung.
“Sebelum masa tugasku berakhir, maka aku tidak dapat mengingat apapun” ujar Scheduler lemas,”Ah kau benar-benar pembuat masalah!” teriak Scheduler.
“Lantas kenapa kau terlihat khawatir? Bukankah kau pernah bilang setelah bukan manusia lagi, kau tidak tahu banyak perasaan manusia?’
“Mungkin karena masa tugasku hampir habis, makanya aku sedikit merasakan perasaan manusia seperti apa” kata Scheduler semakin jengkel.
Ji Hyun-Kyung menyuruh Scheduler untuk mengingat Yi Kyung segera, mungkin karena merasakan penderiataan Yi Kyung makanya Scheduler selalu merasa tidak nyaman di dekat Yi Kyung.
Scheduler langsung berteriak tidak tahu lantas menghilang begitu saja.
Han Kang menghubungi Min Ho untuk bertemu. Tanpa basa-basi Han Kang langsung berkata bahwa dia tahu Min Ho merencakan sesuatu terhadap perusahaan ayah Ji Hyun.
“Aku memintamu untuk menghentikannya sekarang, jika operasi ayah Ji Hyun gagal, maka tolak wasiatnya!” pinta Han Kang.
“Han Kang, kau yang harusnya menyerah, kau tidak bisa menghentikanku. Bahkan aku tidak ingin tahu seberapa jauh kau mengetahui rencanaku. Ji Hyun tidak ada disini”
Han Kang tidak percaya kenapa Min Ho mampu berbuat demikian.
“Apakah orang tua Ji Hyun berbuat salah kepadamu?” Tanya Han Kang sengit. “Apa karena uang?”
Min Ho menjawab bukan karena mereka salah ataupun bukan karena uang. Han Kang semakin tidak mengerti.
“Demi masa depanku, aku ingin merubahnya dengan tanganku sendiri.Mereka sama tidak beruntungnya dengan aku dulu”
Apa kau menggunakan masa lalu sebagai pembenaran?” ujar Han Kang emosi,”kepada keluarga Ji Hyun?”
Setiap orang tidak dapat memilih siapa orang tua mereka, dan bagaimana mereka kelak. Min Ho berujar bahwa Han Kang tidak tahu apapun tentang dirinya, tentang masa kecil yang dialaminya. Han Kang yang memang dari keluarga berada tidak perlu mencemaskan apapu. Min Ho pernah merasakan bagaimana rasanya kelaparan, memiliki seorang ayah yang gila judi, dan Min Ho betapa bahagianya saat dia meninggal karena alcohol. Melarikan diri bersama ibunya, tanpa uang, dan melalui masa sekolah SMA dengan begitu sulitnya. Kedinginan saat musin dingin, Min Ho memang memiliki masa kecil yang begitu keras. Ini lah membuat Min Ho bagaimanapun, dengan cara apapun harus mendapatkan apa yang diinginkan, demi ibunya.
Han Kang ikut terhanyut dengan kisah Min Ho. “Aku selalu mengitunyanya ratusan kali, kenapa aku dan ibuku harus hidup seperti itu? Apa salah kami? Tidak ada seorangpun yang menjawab” ujar Min Ho getir.
“Tapi buka keluarga Ji Hyun yang membuat hal itu terjadi padamu” Han Kang masih berusaha membuju Min Ho.
Sudah aku katakan! Mereka akan sama tidak beruntungnya dengan kami” teriak Min Ho.
Han Kang membalas bahwa mereka tidak salah apapun kepada Min Ho! Bahkan kenapa kau harus mencuri hati Ji Hyun! Apa kau tidak merasa bersalah kepadanya? Han Kang semakin marah.
Min Ho dengan dingginnya kenapa harus merasa bersalah? Lantas siapa yang harus dia salahkan atas penderitaannya selama ini? Kenapa dia tidak bisa membuat orang merasakan apa yang dia rasa? Kehidupan yang sengsara itu aku akan mengubahnya sendiri! Tegas Min Ho.
Han Kang masih diliputi rasa tidak percaya.
Jadi aku tidak mau berhenti? Apa boleh buat, aku yang akan mengentikanmu! Ancam Han Kang penuh dengan keyakinan. Walaupun hidupmu penuh penderitaan, kau tidak bisa membuat orang yang tidak bersalah membayarnya!
Maka perang diantara merekapun dimulai.

full cre : pelangi drama.net ( thnx onnie )

0 komentar:

Poskan Komentar

 

coretan yanni Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template