Senin, 18 Oktober 2010

5S

Anda pernah mendengar istilah 5S ? Tepat sekali. Ini adalah sebuah istilah jepang yang menggambarkan sebuah proses tatalaksana yang baik di tempat kerja.
5S menggambarkan:
  1. * Seiri
  2. * Seiton
  3. * Seiso
  4. * Seiketsu
  5. * Shitsuke
Nah, mari kita ulas secara ringkas.
Seiri
Kata ini bisa diartikan sebagai sisih. Artinya, sisihkan atau buang barang-barang yang tidak perlukan. Setiap saya melakukan check-spot ke area warehouse dan logistic, saya selalu katakan: “Pak, barang ini masih dipakai tidak? Jika tidak, buang saja. Atau misalnya defect, kumpulkan jadi satu dengan yang lain”.
Coba Anda perhatikan, 2 menit saja. Adakah barang-barang yang tidak terpakai di meja kerja Anda?
Seiton
Artinya susun dan rapikan. Setiap material pasti memiliki tempatnya sendiri. Barang A di tempat A, barang B di tempat B. Sangat penting untuk melakukan klasifikasi dan identifikasi. Barang yang bercampur dapat berakibat fatal.
Di sebuah perusahaan manufacturing misalnya, prosentasi kesalahan raw material akibat salah barang cukup tinggi. Salah satunya disebabkan oleh penempatan yang salah.
Seiso
Artinya bersihkan. Clean up ! Jika Anda bekerja di manufacturing dan membawahi puluhan atau bahkan ratusan pekerja, kebersihan adalah hal sangat penting. Mengapa Anda tidak berfikir untuk melakukan “Jadwal” atau “Roda kebersihan” dimana setiap pekerja diwajibkan untuk melakukan aktivitas Seiso pada waktu yang telah ditentukan.
Tempat kerja yang bersih akan memberikan manfaat pada:
1. Mengurangi kesalahan kerja
2. Tidak akan ada gangguan proses kerja

Seiketsu
Artinya rawat, pertahankan. Tiga hal yang pertama adalah aktivitas “pembersihan dan penyusunan”. Tanpa seiketsu, tidak akan ada hasil yang berkesinambungan. Disinilah perlu adanya “Check and controll”. Tugas Anda sebagai supervisor dan manager untuk melakukannya.
Shitsuke
Beri teladan. Ajak orang-orang dan tim Anda melakukan aktivitas 5S. Lakukan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak seharusnya dilakukan.
Perihal Shitsuke ini, saya jadi teringat dengan sosok Managing Director (MD) kami di perusahaan terdahulu. Seorang japanesse, sekitar 45-50 tahun. Beliau orang yang sangat besar perhatiannya dengan 5S. Setiap pagi, secara rutin, kami melihatnya berpatroli kecil mengelilingi kompleks pabrik. Lantas, satu atau beberapa kertas yang tercecer beliau ambil sendiri. Kadang-kadang, kami juga melihatnya membersihkan gorong-gorong.
Dan, itu semua dilakukan oleh beliau sendiri. Seorang GM. Padahal, belum ada satupun manager (asli indonesia) yang melakukannya.
*****
Konsep 5S bisa kita terjemahkan secara sederhana. Dalam bahasa kita. Intinya, resik, rajin, rapi dan rawat. Jika tidak bisa sampai ke 5S, 3S saja sudah cukup bagus.
Menerapkan 5S juga cukup mudah. Apalagi jika perusahaan kita sudah memiliki sistem yang mendukung. Jika tidak? Inilah yang saya lakukan.
  1. * Memulai dari diri sendiri (tempat kerja saya)
  2. * Memulai set-up dari departement sendiri
  3. * Mensosialisasikan kepada departement lain
  4. * Mengusulkan ke manajemen agar menjadi sistem yang baku

0 komentar:

Poskan Komentar

 

coretan yanni Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template